Home / Berita / LRT Dibangun Terintegrasi

LRT Dibangun Terintegrasi

LRT Jabodebek diuji coba per 18 Oktober nanti. Uji coba akan berlangsung 22 bulan ke depan. Kini, pihak-pihak terkait tengah mempersiapkan integrasi LRT dengan angkutan yang sudah ada.

Kereta ringan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) memasuki tahap pengujian pada pertengahan Oktober ini. Tahap pengujian akan berlangsung sekitar 22 bulan untuk memastikan bahwa setiap kondisi tertangani. Adapun pengadaan kereta dilakukan bulan ini. Minggu (13/10/2019), enam kereta buatan PT INKA dinaikkan ke atas rel di Stasiun Cibubur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tahap uji coba akan dilakukan 18 Oktober mendatang. Terdapat 31 rangkaian kereta yang akan diuji satu demi satu. “Setiap bulan akan didatangkan satu kereta,” katanya seusai mengikuti pengangkatan kereta di Stasiun Cibubur, Depok, Jawa Barat, yang juga dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, tahap uji coba tersebut merupakan tes dinamik yang akan dilakukan satu demi satu pada setiap kereta. Tahap ini diprediksi memakan waktu 10 bulan. Setelahnya dilakukan serangkaian tes selama satu tahun yang terbagi atas tiga tahap: tahap tiga bulan pertama, kedua, dan enam bulan ketiga.

Menurut Pundjung, dalam tes dan commissioning (pengujian operasional) ini akan dilakukan uji kondisi-kondisi ekstrem sehingga saat kereta ringan (LRT) beroperasi komersial, setiap kondisi sudah teruji dan bisa diantisipasi, serta saat beroperasi, LRT berfungsi prima.

Budi menjelaskan, target pengoperasian LRT tetap sama seperti sebelumnya, yaitu November 2021. Nantinya, tarif LRT diperkirakan Rp 12.000 dari Stasiun Cibubur hingga Stasiun Dukuh Atas. Tarif ini merupakan tarif subsidi dari tarif komersial aslinya, yaitu Rp 25.000.

Luhut mengatakan, LRT ini merupakan teknologi kereta paling canggih, lebih canggih daripada moda raya terpadu (MRT) Jakarta. Proyek ini merupakan karya anak bangsa karena keretanya dibuat di dalam negeri oleh badan usaha milik negara PT INKA.

Proyek ini mempunyai kapasitas 250 orang per rangkaian kereta atau total 1.500 orang untuk enam rangkaian kereta. Harapannya, LRT bisa mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Integrasi
Pundjung menambahkan, titik-titik integrasi LRT Jabodebek dengan moda transportasi publik lainnya sudah disiapkan sejak perancangan. Titik-titik integrasi ini dirancang dengan jaringan bus Transjakarta, MRT, kereta komuter, dan bus kota. “Hampir semua stasiun LRT terhubung dengan halte Transjakarta. Di kawasan Kuningan itu ada tiga stasiun. Pada setiap stasiun sudah ada halte
Transjakarta di bawahnya,” katanya.

c130065d-1097-4b3d-9751-b1efe72d8dc1_jpg-720x540KOMPAS/RIZA FATHONI–Kereta ringan (LRT) Jabodebek diangkat ke jaringan rel LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2019). Kegiatan pengangkatan ini melengkapi satu rangkaian pertama LRT Jabodebek yang telah ditempatkan di lokasi tersebut.

Stasiun di Cawang dan Dukuh Atas terintegrasi dengan stasiun KRL, sedangkan integrasi dengan MRT disiapkan di Dukuh Atas. Selain itu terdapat stasiun LRT Jabodebek di Terminal Kampung Rambutan yang terhubung dengan beberapa moda lainnya.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, Kementerian Perhubungan punya pengalaman ketika mengoperasikan LRT Sumatera Selatan menjelang Asian Games Agustus 2018. “Karena waktu yang kurang cukup untuk periapan, ketika dioperasikan kurang memuaskan publik saat itu,” kata Djoko.

Ia mengingatkan perlunya menyiapkan depo untuk merawat dan menyimpan kereta ketika tidak beroperasi. Sejauh ini baru ujung Stasiun Cibubur yang digunakan sebagai depo yang bisa menampung dua rangkaian LRT. Pembangunan depo di Bekasi Timur masih terkendala pembebasan lahan. (RE)

Sumber: KOMPAS, SENIN, 14 OKTOBER 2019
—————————————-
LRT Jabodebek Siap Uji Coba, Matangkan Infrastruktur dan SDM

KOMPAS/RIZA FATHONI–Kereta ringan (LRT) Jabodebek diangkat ke jaringan rel kereta LRT di pit stop Stasiun Harjamukti, Cibubur, Depok, Minggu (13/10/2019). Proses pengangkatan ini melengkapi satu rangkaian pertama LRT Jabodebek yang telah ditempatkan di lokasi tersebut. Sebelumnya, kereta produksi PT Inka (Persero) tersebut dikirim dari Madiun, Jawa Timur, menuju Cibubur. Progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I telah mencapai 66,13 persen hingga 4 Oktober 2019.

Kereta ringan (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi atau Jabodebek akan diuji coba mulai pertengahan Oktober ini. Hal itu perlu ditopang dengan kesiapan sarana dan prasarana infrastruktur serta sumber daya manusia yang andal.

Pada akhir pekan ini, satu rangkaian LRT telah ditempatkan di depo sementara di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Depok. Rangkaian LRT itu telah selesai dinaikkan ke rel pada Minggu (13/10/2019).

Senior Manager Humas, Sekretariat, dan Protokoler PT Industri Kereta Api atau Inka (Persero) Hartono mengatakan, proses pengiriman LRT itu dimulai sejak Selasa hingga Jumat (8-10/10/2019) dari pabrik PT Inka di Madiun, Jawa Timur. Pengiriman dilakukan melalui jalur darat.

Saat ini sudah ada satu rangkaian LRT yang terdiri atas enam gerbong di Stasiun Harjamukti. Kapasitas maksimal satu rangkaian LRT itu sebanyak 1.480 orang dan 740 orang untuk kapasitas normal.

”Kalau tidak ada kendala, sesuai jadwal, proses pengiriman semua kereta selesai pada awal 2021,” katanya.

Menurut Hartono, ada total 31 LRT yang diproduksi PT Inka untuk proyek LRT Jabodebek. Uji coba LRT Jabodebek rencana dimulai dalam waktu dekat.

”Kita siap menguji coba saat kesiapan seluruh infrastruktur terpenuhi,” ujarnya.

KOMPAS/YUNI IKAWATI–Gerbong LRT PT Inka

Djoko Setijowarno, akademisi Prodi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, menjelaskan, persyaratan operasi kereta sebelum dioperasikan untuk mengangkut penumpang meliputi prasarana, sarana, operasi, dan sumber daya manusia. Proses uji coba itu berlangsung selama satu tahun, sama seperti proses uji coba moda raya terpadu (MRT) Jakarta.

”Supaya nantinya benar-benar siap beroperasi, tidak perlu terburu-buru mengoperasikan LRT Jabodebek sebelum siap semuanya. Diperlukan SDM yang mahir dan andal,” ujar Djoko.

Pembangunan jaringan LRT Jabodebek yang sepanjang 82,93 kilometer (km), terbagi dalam dua fase pembangunan. Fase pertama sepanjang 44,43 km dengan 19 stasiun dan terbagi dalam tiga lintas pelayanan.

Ketiga lintas pelayanan itu adalah Cawang-Harjamukti (Cibubur) sepanjang 14,89 km, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (11,05 km), dan Cawang-Jatimulya (18,49 km).

Proyek LRTKOMPAS/AGUS SUSANTO–Proyek pembangunan jalur kereta ringan (LRT) fase pertama di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (5/2/2019). Proyek ini merupakan bagian dari megaproyek LRT Jabodebek yang direncanakan beroperasi pada pertengahan 2019. Pengelolaan transportasi di ibu kota negara dengan sejumlah daerah penyangga didorong untuk diintegrasikan serta memunculkan integrasi tarif dan konektivitas antarmoda.

Sementara itu, pembangunan fase kedua LRT Jabodebek sepanjang 38,5 km terbagi dalam tiga lintas pelayanan. Ketiga lintas pelayanan itu adalah Palmerah-Senayan (7,8 km), Cibubur-Bogor 25 km, dan Palmerah-Grogol 5,7 km.

Pembangunan LRT Jabodebek fase pertama ditargetkan selesai dan bisa beroperasi secara komersial pada 2021. Lintas Cawang-Harjamukti sudah selesai konstruksi lintasannya.

”Namun belum dilengkapi dengan fasilitas sinyal, telekomunikasi, dan listrik. Ditambah lagi, pekerjaan konstruksi bangunan stasiun belum mencapai 50 persen,” ujar Djoko.– AYU PRATIWI

Editor HENDRIYO WIDI

Sumber: Kompas, 13 Oktober 2019
———————-
Uji Coba LRT Jabodebek Dimulai, Integrasi Disiapkan

KOMPAS/RIZA FATHONI–Kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek diangkat ke jaringan rel kereta LRT di pitstop Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2019). Prosesi pengangkatan ini melengkapi satu rangkaian pertama LRT Jabodebek yang telah ditempatkan di lokasi tersebut. Sebelumnya kereta produksi PT INKA (Persero) tersebut dikirim dari Madiun, Jawa Timur menuju Cibubur. Progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I telah mencapai 66,13 persen hingga 4 Oktober 2019.

KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM–Pengangkaran kereta LRT Jabodebek di Stasiun Cibubur, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019) disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kereta ringan atau LRT Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) memasuki tahap pengujian pada pertengahan Oktober ini. Tahap pengujian akan berlangsung selama sekitar 22 bulan untuk memastikan setiap kondisi tertangani.

Pengadaan kereta sudah dilakukan bulan ini. Minggu (13/10/2019) sebanyak 6 kereta buatan PT Inka sudah dinaikkan ke atas rel di Stasiun Cibubur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tahap uji coba akan mulai dilakukan 18 Oktober mendatang. Terdapat 31 trainset (rangkaian kereta) yang akan diuji satu demi satu. “Setiap bulan akan didatangkan satu kereta,” katanya usai mengikuti pengangkatan kereta di Stasiun Cibubur, Kota Depok, Jawa barat yang juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM–Pengangkaran kereta LRT Jabodebek di Stasiun Cibubur, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019) disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

–Pengangkaran kereta LRT Jabodebek di Stasiun Cibubur, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019) disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, tahapan uji coba itu merupakan tes dinamik yang akan dilakukan satu demi satu pada setiap kereta. Tahapan ini diperkirakan memakan waktu 10 bulan. Setelahnya, akan dilakukan serangkaian tahapan tes selama satu tahun yang terbagi tahapan tiga bulan pertama, tiga bulan kedua dan enam bulan ketiga.

Menurut Pundjung, dalam tes dan komisioning ini, akan dilakukan uji kondisi-kondisi ekstrem. Sehingga, saat LRT beroperasi komersial, setiap kondisi sudah teruji dan bisa diantisipasi. Panjangnya waktu tes dan komisioning ini, kata Pundjung, agar saat sudah beroperasi, LRT berfungsi secara prima.

Budi menjelaskan, target pengoperasian LRT tetap sama seperti sebelumnya, yaitu November 2021. Nantinya, tarif LRT diperkirakan Rp 12.000 dari Stasiun Cibubur hingga Stasiun Dukuh Atas. Tarif ini sudah merupakan harga subsidi dari tarif komersial aslinya yaitu Rp 25.000.

Luhut mengatakan, LRT sudah merupakan teknologi kereta paling canggih, bahkan lebih canggih dari MRT Jakarta. Proyek ini merupakan karya anak bangsa karena keretanya yang dibuat di dalam negeri oleh badan usaha milik negara PT INKA.

95146c6e-d0a7-4641-acfb-bf8099b16af5_jpg-720x540KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM–Suasana Stasiun LRT di Cibubur, Minggu (13/10/2019). LRT Jabodebek akan memulai tahapan pengujian 18 Oktober mendatang yang akan berlangsung sekitar 22 bulan.

Proyek ini mempunyai kapasitas 250 orang per rangkaian kereta atau total 1.500 orang untuk 6 rangkaian kereta. Proyek ini diharap dapat mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi udara.

Integrasi disiapkan
Pundjung mengatakan, titik-titik integrasi LRT Jabodebek dengan moda-moda transportasi publik lainnya sudah disiapkan sejak perancangan. Titik-titik integrasi ini dirancang dengan Transjakarta, moda raya terpadu (MRT), kereta komuter KRL dan bus kota.

“Hampir semua Stasiun LRT sudah terhubung dengan Halte Transjakarta. Di kawasan Kuningan itu ada tiga stasiun, setiap stasiun sudah ada Halte Transjakarta di bawahnya,” katanya.

Stasiun di Cawang dan Dukuh Atas terintegrasi dengan Stasiun KRL, sedangkan integrasi dengan MRT disiapkan di Dukuh Atas. Selain itu juga terdapat Stasiun LRT Jabodebek di Terminal Rambutan yang terhubung dengan beberapa moda transportasi lainnya.

c3210fd0-1666-4d28-8399-e1e634d46e75_jpg-720x480KOMPAS/RIZA FATHONI–Rangkaian pertama kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang telah diangkat dan tersambung di pitstop Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2019). Prosesi pengangkatan ini melengkapi satu rangkaian pertama LRT Jabodebek yang telah ditempatkan di lokasi tersebut. Sebelumnya kereta produksi PT INKA (Persero) tersebut dikirim dari Madiun, Jawa Timur menuju Cibubur. Progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I telah mencapai 66,13 persen hingga 4 Oktober 2019.

KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM–Suasana Stasiun LRT di Cibubur, Minggu (13/10/2019). LRT Jabodebek akan memulai tahapan pengujian 18 Oktober mendatang yang akan berlangsung sekitar 22 bulan.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyaratakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, tak perlu terburu-buru dalam mengoperasikan LRT Jabodebek. Kementerian Perhubungan perlu betul-betul menguji keandalannya sebelum mengoperasikan secara komersial.

Kementerian Perhubungan punya pengalaman ketika mengoperasikan LRT Sumatera Selatan menjelang Asian Games Agustus 2018. “Karena waktu yang kurang cukup untuk persiapan berbagai macan tes uji terhadap prasarana, sarana dan demi mengejar target harus beroperasi sebelum Asian Games, akhirnya ketika dioperasikan kurang memuaskan publik saat itu,” katanya.

Ia juga mengingatkan untuk mempersiapkan depo untuk merawat dan menyimpan kereta ketika tidak beroperasi. Sejauh ini, baru ujung Stasiun Cibubur yang dugunakan sebagai depo yang bisa menampung dua train set LRT. Sementara pembangunan depo di Bekasi Timur masih terkendala pembebasan lahan.– IRENE SARWINDANINGRUM

Editor NELI TRIANA

Sumber: Kompas, 13 Oktober 2019

Share
x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: