INKA Menyiapkan 24 Gerbong LRT untuk Jabodebek

- Editor

Rabu, 16 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk mendukung pengoperasian sistem kereta ringan (LRT) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, industri kereta api PT INKA akan mengirimkan empat rangkaian kereta atau 24 unit gembong kereta ringan hingga Juni.

Manajer Proyek LRT PT INKA Panji Sulaksono menyampaikan hal itu dalam temu media, di PT INKA, Madiun, Jawa Timur, Selasa (15/1/2019).

”Pengiriman itu merupakan tahap pertama dari total 31 rangkaian LRT atau 186 kereta yang akan dioperasikan PT KAI di Jabodebek,” kata Direktur Keuangan PT INKA Mardianus Pramudya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KOMPAS/YUN Gerbong LRT PT INKA

Program LRT yang dimulai sejak Januari 2018 menghasilkan kereta untuk dioperasikan di Sumatera Selatan sejak Agustus 2018. ”Saat ini, Indonesia menguasai desain teknologi dan fabrikasi LRT Jabodebek. Proses pembelajaran dan penguasaan teknologi LRT berbasis pada pengalaman pembuatan kereta selama ini dengan kapasitas dan bobot lebih berat,” ujarnya.

Proses pembelajaran dan penguasaan teknologi LRT berbasis pada pengalaman pembuatan kereta selama ini dengan kapasitas dan bobot lebih berat.

Pada LRT, untuk mencapai bobot yang ringan dan dioperasikan di kontrukusi layang (elevated), digunakan bahan aluminium yang dapat mengurangi bobot 30 persen dari 45 ton per gerbong jika menggunakan bahan baja stainless.

Dalam desain, fabrikasi hingga pengujian kereta jenis baru ini, INKA didampingi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Melalui dukungan teknis ini tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dapat mencapai 60 persen dan akan terus ditingkatkan hingga 80 persen. ”Hal ini membutuhkan inovasi teknologi perkeretaapian dan keterlibatan industri nasional terkait,” ucap Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu Widodo Pandoe.

Kepala Program LRT BPPT Barman Tambunan menambahkan, PT INKA tidak hanya memerlukan dukungan industri nasional untuk komponen dan permesinan, tetapi juga ”pohon” riset untuk industri kereta api. Saat ini, ada 15 usulan dari perguruan tinggi dan lembaga riset. BPPT mengusulkan simulasi uji struktur dan variasi desain dan manufaktur semua kereta termasuk LRT. BPPT juga menyiapkan dokumen standar pembuatan RAMS khusus untuk kereta, yaitu SNI Nomor 50126, 50128, dan 50129EN.

Sementara hasil audit dan pengujian yang dilakukan pihaknya di PT INKA, lanjut Barman, menunjukkan industri ini memiliki tingkat kesiapan manufaktur MRL 7-8. Hal ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dengan dukungan industri pendukung lainnya.

”Ke depan kami juga akan membantu mengembangkan teknologi kereta berpenggerak terbaru agar LRT bisa jalan otomatis atau dipandu dari jauh,” ujarnya. Hal itu dilakukan BPPT dengan berbagai program, di antaranya program inovasi, audit, clearing house, dan alih teknologi. Selain itu, BPPT menerapkan program penguatan kapasitas agar daya saing industri perkeretaapian Indonesia meningkat.

Pengujian
LSelain itu, lanjut Wahyu, BPPT memiliki juga fasilitas uji sarana dan prasarana perkeretapiaan, software, dan SDM yang mumpuni untuk membantu meningkatkan daya saing PT INKA. Sejak setahun lalu BPPT telah menguji kekuatan struktur kereta LRT Jabodebek ini. Selain itu, Tim Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) BPPT menguji sistem sirkulasi udara di dalam LRT.

Adapun rekomendasi desain terkait dengan kebisingan dan vibrasi untuk kenyamanan selama perjalanan LRT dilakukan Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika, dan Aeroakustika (B2TA3) BPPT. ”Tujuannya agar penumpang dapat berkomunikasi dengan nyaman selama perjalanan di dalam LRT dan penduduk sekitar daerah yang dilewati LRT tidak terganggu kebisingan,” ujarnya.

Program Director (Chief Engineer) BPPT untuk LRT Mulyadi Sinung memaparkan, dukungan BPPT dalam perkeretaapian berfokus menyiapkan aspek keamanan desain teknologi untuk LRT Jabodebek. Pengujiannya melibatkan beberapa perguruan tinggi sesuai dengan keunggulannya, antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada.–YUNI IKAWATI

Sumber: Kompas, 16 Januari 2019

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB