Home / Berita / Kesles, Bukan Uang Elektronik

Kesles, Bukan Uang Elektronik

Begitu banyak alternatif untuk transaksi tanpa kertas yang tersedia di Indonesia saat ini. Mulai dari kartu yang dioperasikan dengan sentuhan seperti dilakukan beberapa bank hingga membayar dengan aplikasi. Namun, itu tidak menghentikan Kesles, aplikasi pembayaran melalui ponsel yang diluncurkan akhir Oktober lalu untuk ikut serta.

Nama tersebut berasal dari pelafalan cashless yang berarti ‘tanpa uang’, dikembangkan oleh perusahaan rintisan dalam negeri, PT Maxmilian Kesles Indonesia. Cara kerjanya adalah setiap pengguna mengisi saldo yang ada di dalam aplikasi dan dipergunakan sebagai pembayaran di toko yang bekerja sama dengan Kesles.

Begitu disepakati mekanisme pembayarannya, kasir mengeluarkan ponsel yang sudah terpasang aplikasi dan mencantumkan nominal dari transaksi yang dibuat dan muncul kode QR (quick response) di layar lantas disodorkan kepada konsumen.

Dari sisi sebaliknya, konsumen juga mengaktifkan aplikasi Kesles dan memilih opsi membayar dan kamera ponsel segera diaktifkan untuk memindai kode QR. Begitu ponsel konsumen membaca kode QR dari ponsel kasir, butuh waktu tidak sampai 10 detik untuk transaksi rampung.

Menurut Michael Harefa, Project Manager Kesles, pihaknya bekerja sama dengan Bank Nasional Qatar (QNB) untuk menjadi landasan aplikasi pembayaran ini. Saat ini baru mengincar tempat makan yang umumnya terletak di pusat kota Jakarta meski dia juga mengungkapkan rencana ekspansi langsung ke Bali di tahun mendatang. Pemilihan tempat usaha yang diajak kerja sama senada dengan keinginan untuk menyasar pengguna dari kalangan muda.

Saat ini baru ada sekitar 5.000 pengguna yang memasang aplikasi ini dan dipergunakan untuk makan di 30 tempat di Jakarta.

e5d667a6083b4211ae6a24d5cf856d02KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Pengunjung sebuah kafe di pusat perbelanjaan di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, mencoba menyelesaikan transaksi menggunakan Kesles, sebuah aplikasi yang dikembangkan perusahaan Indonesia, Selasa (27/10). Kesles dimaksudkan sebagai alat pembayaran memanfaatkan kode QR sebagai cara untuk otentifikasi transaksi.

Dengan menggandeng QNB, salah satu fitur dari Kesles adalah saldo tanpa batasan, artinya setiap pengguna bisa mengisi dengan nominal tidak terbatas. Namun, hal itu ada konsekuensinya, yakni tidak bisa diuangkan kembali. Michael menuturkan bahwa Kesles bukanlah uang elektronik, melainkan lebih ke keanggotaan. Setiap pengguna bisa mengisi saldo dan dipergunakan untuk berbelanja di toko-toko yang bekerja sama dengan Kesles.

Terdapat fitur transfer yang bisa digunakan untuk mengirim saldo kepada sesama pengguna. Sayangnya, mereka yang ingin berniaga secara elektronik tidak bisa memanfaatkan Kesles karena hal itu, kecuali menjadi mitra resmi.

“Kami mengupayakan promosi setiap bulan untuk mendorong peningkatan jumlah pengguna,” ujar Michael.

Bergantung pada internet
Sewaktu dicoba, pengalaman menggunakan Kesles bisa beragam. Ada pengguna yang bisa dengan mudah menyelesaikan transaksi karena kode QR milik kasir terbaca. Ada pula yang butuh beberapa kali pengulangan hingga berhasil. Beberapa hal yang menjadi penyebab seperti kamera yang tidak bisa membaca atau layar ponsel milik kasir yang terlampau terang sehingga kodenya sulit dipindai.

Namun, tantangan paling utama dari Kesles adalah kebergantungan pada koneksi internet. Dua ponsel yang bertransaksi harus tersambung pada internet untuk verifikasi transaksi sementara umumnya jaringan seluler di dalam pusat perbelanjaan tidaklah ideal. Apabila hal itu tidak tercapai bisa berujung pada transaksi yang gagal.

Aplikasi ini akan mengikatkan nomor pengguna dengan saldo yang dimasukkan. Itu berarti pengguna harus mewaspadai jika ponsel mereka berpindah tangan karena muncul kemungkinan saldo tersebut bisa dipergunakan orang lain.

Hanya butuh sekali memasukkan kode rahasia, yakni pertama kali membuka aplikasi Kesles. Apabila kode tersebut gagal dimasukkan tiga kali, aplikasi langsung mengunci dan meminta verifikasi tempat dan tanggal lahir yang dicantumkan saat pertama kali mendaftar. Begitu dimasukkan, akan muncul pesan singkat dari QNB berisi kode rahasia yang baru.

Dalam skenario ponsel yang hilang, informasi seperti tempat tanggal lahir sebetulnya bisa dicari dengan mudah karena umumnya tercantum di media sosial yang juga kebanyakan terpasang di ponsel yang sama. Ada jendela waktu sebelum pemilik meminta operator telekomunikasi untuk memblokir dan mengganti kartu SIM baru yang bisa dimanfaatkan pencuri ponsel untuk menelusuri informasi tempat dan tanggal lahir untuk mengakses ke saldo Kesles.

Menurut Michael, pihaknya tengah mengembangkan verifikasi tambahan, yakni lewat surat elektronik (e-mail) untuk memberi lapis pengamanan lebih kepada Kesles.

DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sumber: Kompas Siang | 11 November 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: