Indonesia Peringkat Ke-12 Dunia

- Editor

Sabtu, 21 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lulusan SMK Perlu Dukungan Pelatihan secara Intensif
Tim Indonesia meraih1 medali perak, 1 medali perunggu, dan 12 medallions for excellence dalam ajang WorldSkills Abu Dhabi 2017 di Abu Dhabi. Dengan prestasi ini, Indonesia menduduki peringkat ke-12 dari 59 negara peserta, dan tertinggi di Asia Tenggara.

Dalam ajang WorldSkills ini, peringkat Indonesia terus naik. Pada 2005, saat pertama kali mengikuti ajang kompetisi bagi lulusan SMK ini, Indonesia di peringkat ke-35 dari 37 negara, dan pada 2015 menjadi peringkat ke-12 dari 55 negara.

Tahun ini tetap di peringkat ke-12 dari total 59 negara. Indonesia berada di bawah Rusia, Brasil, China, Korea, Taiwan, Jepang, Swiss, Austria, Jerman, Perancis, dan Inggris. Khusus di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih memimpin pada posisi tertinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami yakin anak muda lulusan SMK sebenarnya memiliki potensi dan talenta yang luar biasa. Kami yakin apabila pelatihan dari industri bisa semakin intens, seperti di Korea dan China, kompetensi anak-anak Indonesia bisa melonjak ke urutan ketiga dunia,” kata Kepala Subdirektorat Peserta Didik Direkorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nur Widyani seperti dilaporkan wartawan Kompas, Aloysius Budi Kurniawan, dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (20/10). WorldSkills Abu Dhabi 2017 berlangsung pada 15-18 Oktober 2017

Perolehan medali terbanyak pada ajang WorldSkills Abu Dhabi 2017 diraih China dengan 15 medali emas, 7 perak, dan 8 perunggu. Disusul Korea dengan 8 emas, 8 perak, dan 8 perunggu serta Swiss dengan 11 emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Adapun untuk total perolehan poin pada semua bidang lomba dipimpin Rusia pada peringkat ke-1, Brasil peringkat ke-2, dan China peringkat ke-3.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, upaya peningkatan keterampilan siswa SMK terus dilakukan dengan mengembangkan sejumlah SMK rujukan di seluruh provinsi. Dari total 13.000 SMK di Indonesia, Kemdikbud menunjuk sekitar 1.600 SMK sebagai SMK rujukan.

“Seluruh SMK rujukan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi SMK lainnya. Tahun ini, sudah dikembangkan 219 SMK dan ke depan akan terus bertambah sampai total ada sekitar 1.600 SMK rujukan,” ujarnya.

Di sela kunjungan kepala sekolah SMK Indonesia di Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi, Kamis (19/10), Kepala Perwakilan RI di Abu Dhabi/Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Abu Dhabi Hendra P Iskandar memaparkan bahwa kebutuhan tenaga-tenaga terampil di Uni Emirat Arab sangat tinggi. Saat ini hanya ada sekitar 3.000 tenaga kerja formal asal Indonesia di Uni Emirat Arab. Sementara itu, jumlah tenaga kerja nonformal lebih dari 20.000 tenaga kerja yang sebagian besar bekerja pada sektor domestik.

“Kita berharap kedekatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab serta kedekatan sejarah di antara kedua negara perlu diisi dengan kerja sama konkret, salah satunya dalam hal penyediaan tenaga kerja profesional,” ujarnya.

Sejak tahun 2013, Indonesia menghentikan pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) pada sektor asisten rumah tangga ke Uni Emirat Arab. Penyediaan TKW untuk sektor asisten rumah tangga baru akan dibuka lagi jika semua pemenuhan hak bagi TKW dipenuhi.

Sumber: Kompas, 21 Oktober 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Berita ini 11 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Kamis, 30 April 2026 - 08:17 WIB

Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia

Berita Terbaru