Home / Berita / Indonesia Peringkat Ke-12 Dunia

Indonesia Peringkat Ke-12 Dunia

Lulusan SMK Perlu Dukungan Pelatihan secara Intensif
Tim Indonesia meraih1 medali perak, 1 medali perunggu, dan 12 medallions for excellence dalam ajang WorldSkills Abu Dhabi 2017 di Abu Dhabi. Dengan prestasi ini, Indonesia menduduki peringkat ke-12 dari 59 negara peserta, dan tertinggi di Asia Tenggara.

Dalam ajang WorldSkills ini, peringkat Indonesia terus naik. Pada 2005, saat pertama kali mengikuti ajang kompetisi bagi lulusan SMK ini, Indonesia di peringkat ke-35 dari 37 negara, dan pada 2015 menjadi peringkat ke-12 dari 55 negara.

Tahun ini tetap di peringkat ke-12 dari total 59 negara. Indonesia berada di bawah Rusia, Brasil, China, Korea, Taiwan, Jepang, Swiss, Austria, Jerman, Perancis, dan Inggris. Khusus di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih memimpin pada posisi tertinggi.

“Kami yakin anak muda lulusan SMK sebenarnya memiliki potensi dan talenta yang luar biasa. Kami yakin apabila pelatihan dari industri bisa semakin intens, seperti di Korea dan China, kompetensi anak-anak Indonesia bisa melonjak ke urutan ketiga dunia,” kata Kepala Subdirektorat Peserta Didik Direkorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nur Widyani seperti dilaporkan wartawan Kompas, Aloysius Budi Kurniawan, dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (20/10). WorldSkills Abu Dhabi 2017 berlangsung pada 15-18 Oktober 2017

Perolehan medali terbanyak pada ajang WorldSkills Abu Dhabi 2017 diraih China dengan 15 medali emas, 7 perak, dan 8 perunggu. Disusul Korea dengan 8 emas, 8 perak, dan 8 perunggu serta Swiss dengan 11 emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Adapun untuk total perolehan poin pada semua bidang lomba dipimpin Rusia pada peringkat ke-1, Brasil peringkat ke-2, dan China peringkat ke-3.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, upaya peningkatan keterampilan siswa SMK terus dilakukan dengan mengembangkan sejumlah SMK rujukan di seluruh provinsi. Dari total 13.000 SMK di Indonesia, Kemdikbud menunjuk sekitar 1.600 SMK sebagai SMK rujukan.

“Seluruh SMK rujukan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi SMK lainnya. Tahun ini, sudah dikembangkan 219 SMK dan ke depan akan terus bertambah sampai total ada sekitar 1.600 SMK rujukan,” ujarnya.

Di sela kunjungan kepala sekolah SMK Indonesia di Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi, Kamis (19/10), Kepala Perwakilan RI di Abu Dhabi/Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Abu Dhabi Hendra P Iskandar memaparkan bahwa kebutuhan tenaga-tenaga terampil di Uni Emirat Arab sangat tinggi. Saat ini hanya ada sekitar 3.000 tenaga kerja formal asal Indonesia di Uni Emirat Arab. Sementara itu, jumlah tenaga kerja nonformal lebih dari 20.000 tenaga kerja yang sebagian besar bekerja pada sektor domestik.

“Kita berharap kedekatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab serta kedekatan sejarah di antara kedua negara perlu diisi dengan kerja sama konkret, salah satunya dalam hal penyediaan tenaga kerja profesional,” ujarnya.

Sejak tahun 2013, Indonesia menghentikan pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) pada sektor asisten rumah tangga ke Uni Emirat Arab. Penyediaan TKW untuk sektor asisten rumah tangga baru akan dibuka lagi jika semua pemenuhan hak bagi TKW dipenuhi.

Sumber: Kompas, 21 Oktober 2017

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: