Home / Berita / Gigi Sehat, Organ Lain juga Sehat

Gigi Sehat, Organ Lain juga Sehat

SUNGGUH sangat disayangkan, di era global dan modern seperti saat ini dengan banyaknya informasi kesehatan yang bisa didapatkan, masih banyak orang yang seringkali tidak sadar akan pentingnya merawat kesehatan gigi dan menjaga fungsi mulut secara keseluruhan. Padahal mulut merupakan salah satu ìpintuî yang menghubungkan tubuh dengan dunia luar, pintu tersebut termasuk gigi, gusi dan jaringan pendukung lainnya. Jangan anggap sepele kesehatan gigi dan mulut, infeksi gigi berat dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Karenanya, penting untuk mengetahui hubungan gigi dengan kesehatan seseorang.

Menurut drg. Roy Nalendra, dokter gigi RS Telogorejo Semarang, apa yang terjadi di dalam mulut memiliki pengaruh terhadap kondisi dan fungsi organ-organ tubuh yang lain. Begitu juga sebaliknya, bila terdapat organ dengan kondisi dan fungsi yang tidak baik, pengaruhnya dapat terlihat di dalam mulut kita.

ìMisalnya saja, salah satunya jika Anda sering sakit kepala, dengan ujung-ujung gigi yang rata tergerus, merupakan tanda stress. Banyak orang bangun tidur dengan sakit kepala, rahang yg sakit, mereka tidak sadar dalam tidurnya gigi saling beradu dengan kuat (clenching) atau gigi bergesekan satu dengan yang lain (grinding) istilah medisnya biasa disebut dengan bruxism. Bruxism salah satu penyebabnya adalah adanya stress emosional atau psikologikal. Seringkali gigi terlihat tidak rata, seperti di kikir. Biasanya orang lain yang menyadari terlebih dahulu, karena ada suara gigi berdecit saat Anda tidur,îterangnya.

Saat Anda  menderita sariawan yang tidak kunjung hilang, bisa saja merupakan tanda dari adanya infeksi virus atau bahkan kanker mulut.  Jika sariawan sering hilang-timbul berkelanjutan, dengan adanya demam, kemerahan, sakit, berdarah, kadang bisa berasa baal di lidah atau di jaringan sekitar tempat sariawan itu terjadi, sebaiknya langsung dapat diperiksakan ke dokter gigi.

Sering kita menemukan keadaan gusi yang tiba-tiba bengkak, beberapa kasus bengkak bisa disebabkan karena ketidak seimbangan hormon, seperti pada ibu hamil, atau bengkak karena pemakaian obat jantung atau obat untuk menekan imun tubuh. ”Sering juga dijumpai adanya perubahan warna pada gusi, hal tersebut seringkali dijumpai pada perokok berat karena infeksi menahun atau bisa juga dijumpai pada orang dengan keracunan logam berat. Untuk penanganan bengkak dan perubahan warna gusi  dapat dimulai  dengan melakukan pembersihan karang gigi yang teratur minimal 6 bulan sekali. Karena infeksi dalam mulut juga dapat menyebar ke organ-organ tubuh yang lain melalui pembuluh darah yang terdapat pada gigi maupun jaringan mulut,” ungkap drg. Roy.

Bagi Anda yang sering merasakan gejala mulut kering, faktor penyebabnya biasanya sangatlah beragam misalnya saja sering merokok, depresi, efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi atau bisa juga merupakan tanda awal dari adanya diabetes atau sering disebut penyakit gula.” Selain itu, jika terjadi keputihan pada daerah jaringan lunak mulut dan lidah merupakan salah satu tanda jika terserang infeksi jamur  karena konsumsi antibiotik dalam jangka panjang, daya tahan tubuh yang menurun, bahkan bisa saja merupakan tanda penyakit auto imun tubuh seperti HIV misalnya.

Pada orang dengan gigi palsu, keputihan juga bisa menunjukan bahwa kebersihan gigi palsu yang kurang baik  dan harus diganti dengan yang baru, agar infeksi jamur tidak berkelanjutan, karena dapat menyebabkan infeksi paru-paru,î terangnya.

”Kehilangan gigi dapat mengganggu kesehatan umum seseorang karena intake makanan yang tidak cukup akan mempengaruhi keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kehilangan gigi yang tidak digantikan oleh gigi tiruan, lama kelamaan dapat mengakibatkan tulang rahang menyusut (kempot) sehingga mempengaruhi sendi rahang dan penampilan seseorang. Terutama jika kehilangan gigi depan yang akan mempengaruhi kepercayaan dirinya secara langsung. Masalah-masalah yang dapat timbul saat kehilangan gigi ini dapat dihindari dengan melakukan penggantian gigi yang hilang, menggunakan berbagai pilihan gigi tiruan,” terangnya.

Tentunya pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Rawatlah kesehatan gigi dan mulut anda dengan teratur, apabila terdapat sesuatu yang tidak biasa anda jumpai dalam mulut, jangan segan-segan untuk memeriksakan diri agar dapat ditindak lanjuti sebelum terlambat.

Termasuk juga kehilangan gigi seperti yang telah dibahas di atas, sebaiknya segera diatasi dengan penggantian gigi geligi yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat mengunjungi klinik Gigi di Graha Rawat Jalan Lt. 2 dan 3 RS Telogorejo Jl. KH. Achmad Dahlan Semarang (024) 8448448 ext. 6205 / 6300 / 6319 atau hubungi Hotline Service 24 Jam RS Telogorejo 081 6666 340. (Dela )

Sumber: Suara Merdeka, 2 September 2012

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Antisipasi Risiko Tsunami di Selatan Jawa

Kajian terbaru menunjukkan potensi tsunami setinggi 20 meter di selatan Jawa. Hal itu menjadi momentum ...

%d blogger menyukai ini: