Home / Berita / Elang Jawa Menginspirasi Desain Kapal Amfibi

Elang Jawa Menginspirasi Desain Kapal Amfibi

Elang jawa (Nisaetus bartelsi), spesies elang endemik di Pulau Jawa, menginspirasi Matsani, dari Institut Teknologi Bandung, dalam mendesain kapal amfibi. Kekhasan sayap burung itu adalah struktur sayapnya yang berbentuk M. Pemilihan sayap berbentuk itu, kata Matsani, peraih Tanoto Student Research Award (TSRA) 2016, karena kestabilannya saat tinggal landas dan mendarat di air.

Posisi sayap sepanjang 3,2 meter, lebih tinggi daripada badan pesawat yang sepanjang 1,6 meter, untuk menghindari baling-baling mesin dari percikan air saat mendarat. Prototipe pesawat itu dikembangkan untuk memantau atau mengamankan wilayah laut Indonesia. Peningkatan pada desain sayap pesawat akan diuji di terowongan angin serta penggunaan bahan fiber lebih kuat dan ringan. “Pada prototipe pertama digunakan bahan kayu balsa,” ucap Matsani. Penyerahan penghargaan bagi Matsani dan pemenang lain dilakukan oleh Sihol Aritonang, Rabu (20/4), di Jakarta. Para penerima penghargaan lainnya, yakni Zaky Ahmad dari Institut Pertanian Bogor, Mukarramah dari Universitas Hasanuddin, Jerri Halasson Simanjuntak dari Universitas Sumatera Utara, dan Zulfah Zikrina dari Universitas Indonesia. (YUN)
——————-
Sidik Otak Berpeluang Gantikan Sidik Jari

Penelitian tim Universitas Binghamton, New York, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di jurnal IEEE Transactions on Information Forensics and Security menunjukkan, otak manusia memancarkan gelombang otak yang unik setiap melihat gambar tertentu. Dengan algoritma khusus, gelombang otak itu bisa dijadikan metode identifikasi untuk mencocokkan identitas seseorang atau sidik otak sama seperti sidik jari. Proses pengambilan datanya relatif sederhana. Saat seseorang melihat gambar tertentu, tiga elektroda yang dipasang di kepala dan dihubungkan mesin elektroensefalogram (EEG) akan menyimpan respons gelombang otaknya dan disimpan dalam basis data sidik otak. Selanjutnya, ketika orang itu melihat gambar sama, EEG yang lain akan mencocokkannya dengan data gelombang otak yang ada. Pemimpin penelitian Sarah Laszlo, seperti dikutip sputniknews.com, Selasa (19/4), mengatakan, kecil kemungkinan sidik otak bisa dicuri. Kalaupun dicuri, pihak berwenang hanya perlu menyetel ulang respons gelombang otaknya dengan melihat gambar lain. Itu keunggulan sidik otak dibandingkan dengan sistem identikasi berbasis data biometrik yang lain. Meski demikian, penggunaan sidik otak sebagai kata kunci membuka komputer atau telepon pintar masih jauh. (SPUTNIKNEWS/MZW)

Jpeg

Jpeg

————
Keberlanjutan Wisata Pari Manta Terancam

Pariwisata melihat langsung pari manta Indonesia potensial. Namun, tanpa konservasi dan pengelolaan yang tepat, kondisi itu tidak akan bertahan lama. “Perburuan liar masih marak di Indonesia sehingga populasinya menurun,” kata Marine Program Director Conservation International Indonesia Victor Nikijuluw pada diskusi “Perlindungan Pari Manta di Indonesia”, Rabu (20/4), di Jakarta. Populasi menurun tampak dari jumlah tangkapan nelayan di sejumlah lokasi. Data Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan 2001-2014, penurunan terjadi di Tanjung Luar, NTB (berkurang 95 persen); Cilacap, Jawa Tengah (berkurang 71 persen); dan Lamalera, NTT (berkurang 75 persen). Pari manta termasuk hewan bertulang lunak dengan lebar sayap mencapai 7 meter. Atraksi pari manta di permukaan laut hingga kedalaman kurang dari 500 meter memikat wisatawan asing dan domestik. Indonesia memiliki dua spesies pari manta yang berada di lokasi sama. Spesies Manta alfredi (manta karang) dan Manta birostris (manta oseanik) dijumpai di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Itu tergolong langka. (C05)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 April 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.
———-
Belanda Ingin Perkuat Kerja Sama Pendidikan

Kolaborasi dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi antara Indonesia dan Belanda terus dikembangkan. Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Ferdinand Lahstein, Kamis (21/4), di Erasmus Huis, Jakarta, mengatakan, Pemerintah Belanda berkeinginan membangun hubungan jangka panjang di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi dengan Indonesia. Kerja sama yang dapat diwujudkan meliputi pengelolaan sumber daya air, maritim, pertanian, kesehatan, hingga hukum. Belanda juga dapat memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Indonesia untuk mendalami bidang-bidang tersebut di Belanda. Hal itu disampaikan Lahstein dalam seminar Indonesia-Belanda mengenai kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan inovasi. Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Na’im serta Ketua Umum Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Sangkot Marzuki juga hadir dalam acara tersebut. (ELN)
———————–
Gerakan Literasi Butuh Dukungan Pemerintah

Dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memperkuat aktivitas literasi berbasis masyarakat. Dukungan ini penting guna menghadirkan berbagai fasilitas, seperti ruang membaca dan buku-buku bermutu, yang dibutuhkan kaum muda agar mereka memiliki semangat membaca yang tinggi. Demikian terungkap dalam diskusi panel “Masa Depan Industri Buku dan Gerakan Literasi Nasional” di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Barat, Kamis (21/4). Hadir sebagai pembicara antara lain Kepala Subdirektorat Keaksaraan dan Budaya Baca Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Samto serta Sekretaris Satuan Tugas Gerakan Literasi Sekolah Kemdikbud Susanti Sufyadi. Menurut Samto, Kemdikbud telah menyosialisasikan Gerakan Indonesia Membaca ke Lebak (Banten) dan Ciamis (Jawa Barat), April ini. Masyarakat kedua wilayah itu menyambut Gerakan Indonesia Membaca dengan mendistribusikan buku-buku donasi ke setiap kelurahan. Mereka juga ikut membangun kampung literasi. (C02)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 April 2016, di halaman 11 dengan judul “Langkan”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: