Home / Berita / Dwikorita Gantikan Pratikno Jadi Rektor UGM

Dwikorita Gantikan Pratikno Jadi Rektor UGM

Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memilih Dwikorita Karnawati sebagai rektor menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Sabtu, 22 November 2014. Sebelumnya, Dwikorita menjabat Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM.

Selama ini, dia dikenal sebagai pakar kebencanaan, khususnya bidang kerentanan tanah akibat pengaruh gempa bumi. Dwikorita juga pernah menjadi moderator debat calon wakil presiden sebelum Pemilu 2014 lalu.

Ketua MWA UGM Sofyan Effendi mengatakan Dwikorita merupakan rektor perempuan pertama di kampusnya. MWA memilih dia sebagai pejabat rektor pergantian antarwaktu yang melanjutkan tugas Pratikno hingga 2017 mendatang. “Setelah 68 tahun, baru kali ini kami punya rektor perempuan,” kata Sofyan seusai sidang MWA kepada wartawan.

Menurut Sofyan, proses pemilihan Dwikorita berlangsung lewat musyawarah mufakat. Semua anggota MWA UGM yang menghadiri sidang penetapan pengganti Pratikno itu bersepakat memilih Dwikorita. U ada voting,” ujarnya.

Dari 23 anggota MWA UGM, hanya 19 orang yang hadir. Empat orang yang tidak datang akibat berhalangan ialah Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Herry Zudianto, Profesor Yati Sunarto, dan Jenderal TNI Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan.

Semula, calon pengganti Pratikno ialah lima Wakil Rektor UGM pada periode kepemimpinannya. Namun, dua di antaranya, yakni Suratman dan Budi Santoso Wingnyosukarto, tidak memenuhi syarat karena usianya sudah di atas 60 tahun. “Kami sudah mewawancarai satu per satu dari Wakil Rektor,” kata Sofyan.

Adapun dua Wakil Rektor lainnya, menurut Sofyan, sebaiknya tidak dipilih menjadi pengganti Pratikno. Sofyan mengatakan Wakil Rektor Bidang Akademik Iwan Dwiprahasto meminta tidak dipilih karena ingin berkonsentrasi melanjutkan tugasnya pada bidang akademik dan kemahasiswaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sistem Informasi Didi Achjari juga menyatakan hal serupa. Didi, menurut Sofyan, merasa belum layak menjadi rektor karena masih bergelar doktor. “Dwikorita tidak punya alasan mundur,” kata Sofyan.

Dia mengatakan pemilihan rektor baru UGM melalui musyawarah mufakat ini berjalan lancar. Apalagi tidak ada kontestasi mencolok di antara para calon. “Semua legawa karena anggap jabatan bukan privelege, tapi beban,” ujarnya.

Mahfud Md., salah satu anggota MWA UGM yang hadir dalam persidangan itu, membenarkan ada kesepakatan bulat meminta Dwikorita menggantikan Pratikno. Mahfud mengatakan tidak hanya semua peserta rapat MWA yang menyepakati penilaian kelayakan Dwikorita menjadi rektor, tapi juga calon lain. “Musyawarahnya juga santai-santai saja, sambil ketawa-ketawa,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

ADDI MAWAHIBUN IDHOM

Sumber: tempo.co, Sabtu, 22 November 2014
———————–
wakil-rektor-ugm-dwikorita-karnawatiSahabat Karib Menteri Susi Terpilih Jadi Rektor UGM

Majelis Wali Amanat (MWA) akhirnya memutuskan Prof Ir Dwikorita Karnawati, MSc, PhD, menjadi rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), menggantikan Pratikno yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Pemilihan Dwikorita yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni ini sekaligus mengukir sejarah sebagai rektor perempuan pertama UGM.

“MWA sudah musyawarah dan siang ini telah mencapai kesepakatan. Ibu Dwikorita dipilih menjadi Rektor UGM menggantikan Bapak Pratikno,” ujar Ketua MWA UGM Prof Dr Sofian Effendi, Sabtu (22/11/2014) siang.

Sofian menuturkan, ada lima wakil rektor yang diajukan sebagai calon rektor UGM. Dari total lima calon, dua orang tidak memenuhi kriteria. “Tiga calon pada Jumat kemarin kami interview. Saat itu, Pak Didik mengatakan masih ingin konsentrasi membenahi sistem administrasi keuangan UGM, sementara Pak Iwan belum siap dan ingin membenahi administrasi akademik,” ujarnya.

Dua wakil rektor tersebut, selain menyatakan masih ingin berkonsentrasi menangani tugasnya, juga mengusulkan kepada MWA agar Dwikorita Karnawati menjadi rektor. Setelah melihat rekam jejak dan prestasinya, akhirnya MWA yang beranggotakan 23 orang memutuskan Dwikorita menjadi Rektor UGM, menggantikan Pratikno sampai 2017 mendatang.

“Ini menjadi catatan sejarah. Sebab, setelah 65 tahun berdiri, Ibu Dwikorita menjadi rektor perempuan pertama UGM,” ujarnya.

Menurut Sofian, sidang MWA berlangsung cepat. Setiap anggota mengutarakan pandangannya serta pendapatnya, lalu memutuskan. Tidak ada perdebatan yang cukup panjang.

“Yang membanggakan, semua calon legawa dan menyatakan diri siap mendukung kerja dari rektor baru,” kata Sofian.

Pelantikan Prof Ir Dwikorita Karnawati, MSc, PhD, sebagai rektor baru UGM akan digelar pada Senin (22/11/2014). “Senin dilantik, Pak Pratikno sudah kita hubungi dan memastikan datang ke pelantikan rektor,” pungkasnya.

Dwikorita Karnawati merupakan sahabat karib Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Bahkan, saat di SMA, keduanya duduk satu bangku.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor: Bambang Priyo Jatmiko

Sumber: Kompas, Sabtu, 22 November 2014
————–
MWA Tetapkan Dwikorita Sebagai Rektor UGM 2014-2017

Majelis Wali Amanat (MWA) UGM menetapkan Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D sebagai Rektor UGM masa bakti 2014-2017. Dwikorita terpilih sebagai rektor melalui sidang pleno MWA dalam penetapan rektor antarwaktu, Sabtu (22/11) di R. Sidang MWA. Dwikorita terpilih melalui musyawarah mufakat 19 anggota MWA. Dari 23 anggota MWA, empat diantaranya berhalangan hadir, yaitu Sri Sultan HB X, Luhut Panjaitan, Hery Zudianto, dan Sri Suparjatie.

Ketua MWA UGM, Prof. Dr. Sofian Effendi menegaskan Dwikorita ditetapkan sebagai rektor dengan banyak pertimbangan, seperti rekam jejak maupun prestasinya selama menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni.

“Secara musyawarah mufakat kita telah menetapkan bu Dwikorita sebagai rektor,”papar Sofian didampingi Sekretaris MWA, Dr.es.ec.tech. Ahmad Rifa’i., M.T.

Sofian menjelaskan sebelum sidang pleno hari ini, MWA telah memanggil lima orang wakil rektor. Dari lima wakil rektor tersebut dua diantaranya, yaitu Prof. Dr. Ir. Budi Santoso Wignyosukarto, Dip.HE. (Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset) serta Prof. Dr. Suratman (Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) tidak memenuhi persyaratan sesuai statuta untuk menggantikan Prof. Dr. Pratikno karena usianya lebih dari 60 tahun.

“Jadi ada tiga calon. Namun, dua calon yaitu pak Iwan dan pak Didi sempat menyatakan kalau boleh memilih masih ingin fokus menyelesaikan pekerjaaannya di bidang perencanaan maupun akademik,”imbuhnya.

Dari tiga calon rektor menurut Sofian juga sudah menyatakan komitmennya untuk siap kalah dan siap menang. Mereka juga siap mendukung siapa pun yang terpilih untuk kemudian melanjutkan program kerja dari Prof. Pratikno yang telah diangkat sebagai Mensesneg, 20 Oktober silam.

Ia menegaskan sejak berdiri pada 19 Desember 1949, UGM belum pernah dipimpin oleh Rektor perempuan. Ada beberapa tugas yang menanti Dwikorita setelah Senin (24/11) besok dilantik MWA sebagai Rektor, seperti menjaga kekompakan di tingkat pimpinan universitas serta menyikapi penggabungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Termasuk masih minimnya jumlah mahasiswa UGM yang berasal dari luar Jawa. Saya rasa itu jadi tugas rektor baru untuk memikirkannya,”tegas Sofian Effendi.

Dwikorita Karnawati akan dilantik oleh MWA sebagai Rektor pada Senin (24/11). Sebelum diangkat menjadi rektor, Dwikorita adalah Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni. Perempuan kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1964 ini juga sempat menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Geologi UGM.

Dwikorita Karnawati meraih gelar S1 dari UGM, S2 dan S3 dari Leeds University, United of Kingdom. Ia sebelumnya juga pernah memperoleh beberapa penghargaan seperti The Young Academic Award, World Bank (1997) serta Leverhulme Professorship Award, Institute for Advanced Studies, University of Bris (2002). Selain itu Dwikorita, dalam ajang Seleksi Nasional Akademisi Berprestasi tahun 2010 meraih penghargaan sebagai Kaprodi berprestasi. Ia juga dikenal sebagai moderator debat capres-cawapres 2014 (Humas UGM/Satria)

Sumber: ugm.ac.id, Sabtu, 22 November 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: