Dwi Presentasikan Tanaman Organik, Sarah Kenalkan Bioreaktor

- Editor

Jumat, 21 Oktober 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebelumnya tak pernah terbesit di benak Made Ayu Dwi Pradnyawati dan Sarah Ervinda Rudianto bisa terpilih sebagai duta muda lingkungan mewakili Indonesia dalam ajang Bayer Young Environmental Envoy (BYEE) 2011 yang digelar di Leverkusen,Jerman,Minggu – Jumat (16-21/10).

Keduanya berangkat dari pemikiran sederhana, menerapkan ilmu di bangku kuliah untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dwi,mahasiswi semester VII Jurusan Kedokteran Universitas Udayana,Bali,ini awalnya ingin membuat penduduk di daerah tempat tinggalnya yang mayoritas petani lebih peduli terhadap pemanfaatan dan budi daya pangan organik. Anak kedua dari tiga bersaudara ini lantas membuat proyek pendampingan terhadap anakanak di SDN 3 Belah Batu, Gianyar,Bali.Proyek yang dikerjakan fokus terhadap pertanian dan pangan organik.

Di sekolah yang didampingi, para siswa dikenalkan tentang pertanian dan pangan organik. Tidak hanya kepada siswa, pendampingan juga diberikan kepada para guru yang mengajar di sekolah tersebut. ”Pesan yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana bisa hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat,”ungkapnya. Hasil dari proyek yang dia lakukan tersebut selanjutnya dipresentasikan di depan para duta lingkungan dari 18 negara dan tiga benua yang terpilih sebagai BYEE 2011.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka pun sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Dwi. ”Ini sangat excitedkarena ini pengalaman yang luar biasa bisa bertemu para duta lingkungan dari berbagai belahan dunia,”kata dia. Tidak berbeda jauh,Sarah Ervinda Rudianto,mahasiswi Jurusan Sains dan Teknologi Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB),juga tampak begitu menikmati pengalaman pertamanya bisa terlibat langsung dalam proses produksi pena di laboratorium plastik milik PT Bayer di Kota Leverkusen.

Bersama 47 duta lingkungan dari 18 negara dan tiga benua lainnya,Sarah tergabung dalam sebuah proyek percontohan produksi pena yang menggunakan bahan polycarbonate. Kesempatan langka mengikuti kunjungan ke perusahaan Bayer di Jerman yang didapatkan Sarah tersebut merupakan buah dari proyek eksperimen yang dia lakukan di Desa Kidang Pananjung,salah satu desa terpencil di Cililin,Jawa Barat yang terpilih sebagai salah satu best projectdalam BYEE 2011. Dara kelahiran Bandung, 11 November 1990 itu membuat sebuah proyek kecil berupa bioreaktor.

Alat ini mempunyai dua fungsi,yakni mengolah kotoran hewan dan sampah rumah tangga menjadi biogas dan pupuk organik. Dengan alat ini,masyarakat di desa tersebut diharapkan bisa meninggalkan kebiasaan mereka menggunakan kayu bakar untuk memasak dan beralih menggunakan biogas.

Laporan Wartawan SINDO,  ABDUL ROCHIM JERMAN

Sumber: Koran Sindo, 21 oktober 2011

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB