arkeologi-antropologi | Berita | Biologi | Selasa, 19 November 2019 - 22:29 WIB
Orangutan ternyata berkerabat dekat dengan kera terbesar di planet ini, Gigantopithecus blacki, yang pernah hidup di Asia bagian selatan dan punah sejak 300.000 tahun…
Berita | Biologi | Kamis, 14 November 2019 - 22:56 WIB
Iklim yang lebih hangat dapat membantu ular derik memanas hingga suhu yang lebih optimal untuk pencernaan atau reproduksi. Periode suhu yang lebih hangat juga…
arkeologi-antropologi | Berita | Biologi | Kamis, 7 November 2019 - 12:03 WIB
Keberagaman atau kebinekaan Indonesia datang dari berbagai latar ras, suku, dan budaya. Dengan memahami ini, diharapkan masyarakat Indonesia lebih toleran dan memahami perbedaan.
arkeologi-antropologi | Berita | Biologi | Rabu, 30 Oktober 2019 - 11:23 WIB
Riset genetika terbaru membuktikan, nenek moyang manusia pertama dari jalur ibu tinggal di sekitar Botswana, Afrika, 200.000 tahun lalu Dengan menganalisis DNA mtKondria, diketahui…
Berita | Biologi | konservasi | Minggu, 27 Oktober 2019 - 21:26 WIB
Kemajuan teknologi membuat penelitian ilmiah terhadap primata diharapkan terus berlanjut dan berkembang. Hal ini dinilai penting karena manusia dan primata, khususnya orangutan, punya kesamaan…
Berita | Biologi | Rabu, 23 Oktober 2019 - 10:18 WIB
Salah satu primata yaitu beruk dapat hidup damai di kebun kelapa sawit dengan mengurangi populasi tikus yang menjadi hama kelapa sawit.
arkeologi-antropologi | Berita | Biologi | Rabu, 23 Oktober 2019 - 10:01 WIB
Bangsa Indonesia terbentuk dari bauran genetika manusia purba. Studi genetika yang dilakukan pada sejumlah warga membuktikan tiap individu terdiri dari beragam gen dalam dirinya….
Berita | Biologi | Kedokteran | Selasa, 22 Oktober 2019 - 11:59 WIB
Keberadaan miliaran mikroorganisme yang berkoloni di dalam pencernaan kita terbukti berperan penting bagi kesehatan. Selain membangun imunitas, mikroorganisme ini juga bisa membantu tubuh melawan…
Berita | Biologi | konservasi | Lingkungan | Selasa, 22 Oktober 2019 - 11:48 WIB
Paradigma masyarakat memandang keanekaragaman hayati di Indonesia perlu diubah. Indonesia jangan lagi dilihat sebagai negara dengan megabiodiversitas, melainkan negara dengan ancaman kerusakan ekosistem yang…
Berita | Biologi | Senin, 14 Oktober 2019 - 11:36 WIB
Dengan menganalisis dan membandingkan DNA dari sampel feses modern dan feses kuno, peneliti menemukan 61 mikroba yang pernah hidup di pencernaan manusia.