Biodiesel Bantu Petani

- Editor

Senin, 24 Februari 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga CPO Tidak Terjerembap Terlalu Tajam

Kebijakan pemerintah mewajibkan pencampuran biodiesel dalam solar bersubsidi telah menyelamatkan petani kelapa sawit. Langkah tersebut mampu meredam penurunan harga minyak sawit mentah akibat permintaan global yang melemah.
Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) M Fadhil Hasan mengatakan hal ini di Jakarta, Minggu (23/2).

Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) Januari 2014 tercatat 865 dollar AS (Rp 9,9 juta) per ton, turun dari 909,6 dollar AS (Rp 10,4 juta) per ton pada Desember 2013.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Harga CPO tidak terjerembap terlalu tajam karena ada program mandatori bahan bakar nabati (B 10) dari pemerintah. Program yang berlaku efektif sejak September 2013 ini sangat meningkatkan penyerapan CPO sebagai bahan pencampur solar,” kata Fadhil.

Indonesia memproduksi 26 juta ton minyak kelapa sawit mentah (CPO) dari lahan seluas 9,2 juta hektar tahun 2013. Sedikitnya 3,8 juta petani kelapa sawit memiliki 43 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional.

Menurut Fadhil, harga merosot akibat suplai minyak nabati meningkat tajam sepanjang Januari 2014. Stok CPO Indonesia dan Malaysia pun masih melimpah berkat kenaikan produksi akhir tahun 2013.

Panen kedelai di Brasil dan Paraguay juga meningkat berkat hujan yang mengakhiri masa kemarau. Menurut laporan FAO, stok kanola di Kanada juga berlimpah karena ekspor lesu yang dipicu peningkatan stok biji bunga matahari dari kawasan Laut Hitam.

Kondisi ini membuat ekspor CPO Indonesia merosot tajam dari 2,02 juta ton pada Desember 2013 menjadi 1,57 juta ton pada Januari 2014. Permintaan dari India, Eropa, Pakistan, dan China turun, sementara dari Amerika Serikat tercatat ada kenaikan.

”Bulan Februari ini stok mulai berkurang di Indonesia dan Malaysia sehingga kita bisa berharap harga membaik. Harga hingga pertengahan Februari bergerak di kisaran 860-925 dollar AS (Rp 9,8 juta-10,6 juta) per ton,” kata Fadhil.

Penurunan produksi memang sedang terjadi. Saat ini, kawasan semenanjung Sumatera dan Malaysia memasuki musim kemarau sehingga siklus panen kelapa sawit menjadi lebih lambat dari biasanya.

Petani kelapa sawit di Desa Tenggulun, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, Lukmanul Hakim (40), mengatakan, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai bergerak naik sejak awal Februari. Saat ini harga TBS kelapa sawit Rp 1.520 per kilogram, naik dari Rp 1.470 per kilogram pekan lalu.

”Sekarang sudah mulai musim kemarau sehingga produksi buah pun berkurang jauh,” kata Lukmanul.

Beberapa waktu lalu PT Pertamina (Persero) mengaku baru mendapat kepastian pasokan biodiesel (Fatty acid methyl esters/FAME) 45 persen dari total kebutuhan pada 2014-2015. Untuk itu perseroan tersebut akan melanjutkan kegiatan pengadaan biodiesel agar dapat mencapai target pasokan sesuai ketentuan pemerintah.

Total kebutuhan FAME yang ditawarkan 5,2 juta kiloliter (kl) untuk periode 2014-2015. Sejauh ini Pertamina baru mendapatkan kepastian pasokan 2,4 juta kl atau 45 persen dari total kebutuhan. Kepastian pasokan itu diperoleh melalui tender. (HAM)

Sumber: Kompas, 24 Februari 2014

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB