Pertamina Dukung Biodiesel

- Editor

Kamis, 19 Maret 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produsen Minyak Sawit Siap Memasok
PT Pertamina (Persero) siap mendukung kebijakan pemerintah yang mewajibkan pencampuran 15 persen biodiesel ke dalam bahan bakar solar. Kesiapan itu berupa ketersediaan fasilitas terminal pencampuran biodiesel ke solar.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, sebagian besar terminal bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina sudah ada fasilitas pencampuran (blending) solar dengan biodiesel. Dari 118 terminal BBM milik Pertamina, 102 terminal sudah memiliki fasilitas pencampuran.

“Pertamina siap mendukung kebijakan B15 (pencampuran biodiesel 15 persen ke solar). Terminal BBM kami sudah ada fasilitas blending,” kata Wianda di Jakarta, Selasa (17/3). Selain kemampuan fasilitas pencampuran, kepastian pasokan biodiesel diperlukan agar program B15 berjalan baik. Pertamina akan menerima pasokan biodiesel dari produsen minyak sawit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan, pihaknya akan menerbitkan kebijakan berupa peraturan menteri mengenai kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 15 persen ke dalam solar. Artinya, dalam setiap 1 liter solar harus mengandung biodiesel 15 persen. Peraturan itu dalam waktu dekat segera diterbitkan.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan B15 untuk mengurangi impor BBM dan menghemat devisa. Jumlah devisa negara yang bisa dihemat sekitar 1,3 miliar dollar AS (Kompas, 17/3).

Pengamat energi dari Universitas Trisakti, Jakarta, Pri Agung Rakhmanto, mendukung kebijakan B15. Selain dapat menghemat devisa, kebijakan itu dinilai sebagai bentuk dukungan pengembangan energi baru terbarukan. Ia juga setuju pemberian subsidi harga untuk bahan bakar nabati (BBN). Di banyak negara, pengembangan energi baru terbarukan diberikan subsidi.

Jepang Serius
Dari Tokyo, dilaporkan, Jepang menjadi negara potensial berinvestasi di Indonesia.

“Saya sangat kaget karena ternyata minat pengusaha Jepang sangat besar dan mau ikut dalam pembangunan infrastruktur listrik atau menambah investasi. Semua menganggap Indonesia adalah negara terbaik di ASEAN untuk investasi. Semuanya ingin serius dan segera membangun. Saya kira yang ingin bangun listrik lebih dari 30.000 megawatt. Itu Jepang saja,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin malam, di Tokyo. (APO/SON)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 Maret 2015, di halaman 19 dengan judul “Pertamina Dukung Biodiesel”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 19 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB