Barter Blok Migas untuk Pertamina

- Editor

Jumat, 18 Desember 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Pertamina (Persero) sebaiknya didorong untuk mendapat hak kelola blok minyak dan gas bumi yang dioperasikan Total Exploration & Production di luar negeri. Pasalnya, perusahaan asal Perancis tersebut mendapat bagian kelola di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, pasca pengambilalihan oleh Pertamina mulai 1 Januari 2018. Di Blok Mahakam, Pertamina menguasai saham 60 persen, Total bersama Inpex Corporation 30 persen, dan perusahaan daerah 10 persen.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies Marwan Batubara mengatakan akan lebih baik apabila Pertamina mendapat pertukaran hak kelola blok migas milik Total di luar negeri. Cara tersebut secara otomatis akan menaikkan cadangan migas yang dikelola Pertamina.

“Opsi barter itu bagus walaupun pembayaran oleh Total dan Inpex terkait 30 persen saham di Blok Mahakam yang mereka miliki nanti tidak masalah asal prosesnya transparan,” kata Marwan, Kamis (17/12), di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain akan menambah cadangan migas, lanjut Marwan, skema pertukaran hak kelola blok migas akan semakin menambah daftar pengalaman Pertamina di luar negeri.

732636c4bfac4e008a9e4f865bc6f5c0Sementara itu, Senior VP Asia Pacific Total E&P Olivier Cleret de Langavant saat menyaksikan penandatanganan pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HOA) antara Pertamina dan Total serta Inpex mengatakan, sejauh ini tidak ada perjanjian antara Total dan Pertamina soal pertukaran atau barter hak kelola blok migas. Menurut dia, apabila Pertamina menginginkan bagian pengelolaan blok migas yang dioperasikan Total, maka itu bisa direalisasikan dengan mekanisme kerja sama antar-perusahaan (business to business).

“Pertamina punya pengaruh cukup besar dan punya potensi memperluas jangkauan bisnis mereka lewat skema business to business. Tentu saja itu dengan mempertimbangkan baik buruknya (dalam bisnis),” kata Olivier.

af880390ba034a1dac31bd92d0ab6004KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said memberikan sambutan seusai penandatanganan prinsip-prinsip dasar perjanjian antara Pertamina dan Total E&P serta Inpex Corporation soal pengalihan Blok Mahakam, di Jakarta, Rabu (16/12). Penandatanganan ini menjadi langkah awal Pertamina dalam persiapan alih kelola Blok Mahakam.

Kemarin, Pertamina menandatangani pokok-pokok perjanjian dengan Total dan Inpex Corporation terkait proses pengambilalihan Blok Mahakam. Mulai 1 Januari 2018, Pertamina mengambil alih Blok Mahakam sebagai operator dengan kepemilikan saham mayoritas. Hingga 31 Desember 2017, Blok Mahakam masih dikelola Total (Perancis) dan Inpex (Jepang) dengan kepemilikan saham masing-masing 50 persen.

Pertamina akan memasuki masa transisi di Blok Mahakam mulai 1 Januari 2016. Selama periode transisi sampai berakhirnya kontrak Total dan Inpex di Blok Mahakam, Pertamina mengumpulkan seluruh data wilayah operasi Blok Mahakam. Pertamina membutuhkan investasi 2,5 miliar dollar AS per tahun untuk mengelola blok tersebut.

Blok Mahakam yang memiliki luas 2.738,51 kilometer persegi mulai berproduksi 1974. Rata-rata produksi tahunan Blok Mahakam 1.747,59 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas serta 69.186 barrel per hari minyak dan kondensat.

ARIS PRASETYO

Sumber: Kompas Siang | 17 Desember 2015

Informasi terkait

Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Berita Terbaru

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB