Aktivitas Sesar Sumatera Kembali Picu Gempa di Lampung Barat

- Editor

Minggu, 14 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah Tanggamus, gempa tektonik berkekuatan M 4,4 melanda Kabupaten Lampung Barat, Selasa (13/4/2021). Masyarakat diminta mewaspadai keberulangan gempa.

DOKUMENTASI BMKG —–Gempa tektonik berkekuatan M 4,4 akibat aktivitas sesar Sumatera melanda Kabupaten Lampung Barat, Lampung, Selasa (13/4/2021).

Gempa tektonik berkekuatan M 4,4 akibat aktivitas sesar Sumatera melanda Kabupaten Lampung Barat, Lampung, Selasa (13/4/2021). Getarannya dirasakan sejumlah warga di Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Sejauh ini, belum dilaporkan ada kerusakan bangunan atau korban jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gempa itu terjadi Selasa pukul 12.53. Gempa berada pada koordinat 4,93 Lintang Selatan dan 104,00 Bujur Timur, tepatnya berada pada jarak 11 kilometer arah barat laut Lampung Barat dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Lampung Utara Anton Sugiharto mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat ada tiga gempa pada waktu berdekatan. Namun, hanya satu gempa yang dirasakan warga.

Gempa pertama berkekuatan M 2,9 terjadi pukul 12.49 dan gempa kedua dengan kekuatan M 3,9 terjadi pukul 12.52. Adapun gempa M 4,4 yang dirasakan guncangannya itu terjadi pukul 12.53.

Berdasarkan laporan, gempa dirasakan di Liwa dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Getaran gempa dirasakan cukup kuat di dalam rumah. Sementara di Sekincau, getaran gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI. Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan bangunan akibat gempa.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sumatera, tepatnya Segmen Kumering Selatan. Hasil pemantauan BMKG, terjadi sekali gempa susulan pukul 13.09.

Dia mengimbau agar masyarakat di Lampung Barat tetap tenang. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait kegempaan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Barat Maidar menuturkan, getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah di Lampung Barat. Namun, hal tersebut tidak sampai menimbulkan kepanikan warga. Sampai saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan ataupun korban jiwa akibat gempa.

Sebelumnya, Kabupaten Tanggamus juga dilanda dua kali gempa tektonik sejak Minggu (11/4/2021). Gempa terbesar terjadi pada Senin (12/6/2021) pukul 08.52 dengan kekuatan M 5,2. Gempa yang berpusat di dalam laut Kabupaten Tanggamus itu terasa hingga Lampung Barat.

Terkait rentetan kejadian gempa tersebut, pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Kegempaan Lampung, Rudianto, menjelaskan, pemicu terjadinya gempa di Tanggamus dan Lampung Barat yang terjadi beberapa hari terakhir berbeda. Gempa di Tanggamus merupakan jenis gempa menengah yang dipicu aktivitas subduksi. Sementara gempa di Lampung Barat merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar Sumatera.

”Sulit dijelaskan apakah aktivitas subduksi dapat memengaruhi keaktifan sesar. Hal itu masih acak dan tidak selalu terjadi,” kata Rudianto.

Oleh vVINA OKTAVIA

Editor: CORNELIUS HELMY HERLAMBANG

Sumber: Kompas, 13 April 2021

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 3 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB