Home / Berita / 16 Tahun Kaskus, Sesudahnya…

16 Tahun Kaskus, Sesudahnya…

Bermula dari situs untuk menjalin komunikasi, Kaskus tumbuh meraksasa menjelma sebagai bagian dari kebudayaan anak muda Indonesia. Sapaan “gan” kepada sesama pengguna, “cendol” sebagai penjelmaan reputasi positif mereka, dan Forum Jual Beli atau FJB yang menjadi wadah bisnis sesama mereka dengan kebiasaan cash on delivery alias pembayaran saat bertatap muka.

Dirintis oleh Andrew Darwis pada tahun 1999, Kaskus merupakan forum internet yang usianya sebaya dengan jejaring sosial yang dirintis Mark Zuckerberg setahun sebelumnya bernama Facebook.

Kekuatan Kaskus terletak pada forum yang dinamis dan aktivitas jual beli yang semarak sehingga data terakhir menyebut ada 28 juta pengunjung unik yang mendatangi situs ini. Menurut situs peringkat web Alexa, Kaskus menduduki posisi ke-8 nasional sebagai situs yang paling banyak dikunjungi, sementara di kancah global mencapai peringkat ke-343.

Di situs ini, anggota bisa berdiskusi tentang apa pun, mulai hobi mereka maupun memperbincangkan isu yang sedang marak terjadi dalam subforum tersendiri. Interaksi dalam bentuk teks dan gambar serta hal-hal yang disepakati berharga, seperti berebut cendol dan memberi komentar paling awal alias “pertamax”, membuat Kaskus seolah menjadi candu.

Selain pengunjung daring, situs ini juga menggerakkan komunitas-komunitas pengguna di daerah atau berbagai irisan minat dan hobi. Tercatat setidaknya ada 20.000 komunitas yang terjalin dari Kaskus, mulai dari penggemar sepeda motor hingga memancing.

Tidaklah mengherankan jika Global Digital Prima Venture, anak usaha dari PT Djarum, tertarik untuk menanamkan investasi. Dengan angka yang tidak disebutkan, pada 2011 keduanya meresmikan kerja samanya.

Dituturkan oleh Chief Marketing Officer Kaskus, Ronny Sugiadha, kemeriahan yang terjadi berkat anggota juga memunculkan tantangan lain, yakni membuatnya sebagai entitas bisnis yang mendatangkan pemasukan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membersihkan Kaskus dari konten pornografi yang sebelumnya menjamur di subforum BB17 atau marak dijumpai di teras forum.

“Pembersihan itu tidak mudah, tetapi hasilnya setimpal karena Kaskus mulai mendapat kepercayaan dari para pemasang iklan. Sebelumnya mereka enggan masuk karena tidak mau diasosiasikan dengan konten-konten seperti itu,” ujar Ronny.

“Social commerce”
Pada 6 November lalu, Kaskus merayakan ulang tahunnya yang ke-16. Angka yang cukup muda bagi usia manusia, tetapi bisa digolongkan sebagai pencapaian untuk perusahaan internet yang tumbuh, bersinar, dan tumbang hanya dalam hitungan bulan. Sama seperti Facebook yang berupaya untuk tetap relevan, pertanyaan yang sama kini harus dijawab oleh Kaskus.

“Apalagi rencana untuk 16 tahun mendatang. Pertanyaan itu selalu terngiang,” kata Ronny.
c9648bd69c28433780cf926e335bf177KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Aplikasi Jual Beli yang dikembangkan secara khusus oleh Kaskus, penyedia layanan forum dan jual beli asal Indonesia yang berusia 16 tahun, Kamis (17/12). Kaskus mengarahkan fokus mereka untuk menjadi “social commerce”, menggabungkan fitur forum dengan perniagaan elektronik.

Dia pun mengungkapkan strategi Kaskus untuk ekspansi secara agresif dalam waktu dua tahun terakhir. Kali ini mereka sengaja memilih untuk mengembangkan bagian perniagaan atau FJB karena menganggap bagian forum sudah cukup matang. Menurut angka Kaskus, lalu lintas pengunjung ke situs mereka didominasi oleh forum sebanyak 65 persen, sementara 35 persen datang untuk jual beli.

Dari jumlah pengguna unik sebanyak 28 juta orang, wajarlah jika strategi ini menjadi masuk akal.

Meski sudah merintis FJB sejak masa-masa awal berdiri, Kaskus belum banyak terdengar kiprahnya terkait perniagaan elektronik padahal mekanisme COD merupakan alternatif yang banyak dipakai oleh pelaku lain untuk membangun kepercayaan konsumen agar mau belanja daring. Setidaknya hal itu berlangsung hingga mereka resmi berulang tahun dan akhirnya memutuskan untuk menggarap bagian FJB dalam hal infrastrukturnya.

Perubahan yang paling mencolok adalah penjual yang terverifikasi, artinya mereka yang biasa menjual produk bisa mendapatkan status verifikasi yang bisa menjadi referensi bagi para calon konsumen. Untuk mendapatkannya, persyaratan minimal adalah melampirkan kartu identitas sehingga mudah untuk melacak jika sewaktu-waktu ada keluhan dari para calon pembeli.

Selama ini, para calon pembeli harus menimbang baik-baik para penjual untuk memastikan mana yang benar-benar ingin berdagang dan mana yang berniat menipu. Setiap anggota bisa langsung menawarkan barang mereka untuk dijual sehingga sulit untuk memastikan mana yang bisa dipercaya. Salah satu kiat yang dipergunakan adalah membaca ulasan dari para pengguna yang pernah bertransaksi dengan mereka.

Perubahan lain yang dilakukan adalah memperkenalkan layanan rekening bersama yang dikelola sendiri. Rekening bersama atau rekber menjadi alternatif untuk menghalau penipuan dari proses jual beli. Modus yang kerap dilakukan adalah pembeli mengirimkan uang tetapi tidak kunjung mendapatkan barang. Dengan rekber, pembeli mengirimkan uang ke rekening pihak ketiga dan baru diterima penjual setelah barang sudah sampai tujuan.

Layanan ini sudah ditemui di dalam Kaskus, umumnya dikelola oleh anggota sendiri. Namun, pada bulan September ada insiden melibatkan salah satu penyelenggara rekber yang diduga menggelapkan uang dari para pengguna. Meski Ronny memastikan bahwa insiden itu tidak terkait dengan rencana mereka untuk meluncurkan layanan rekber sendiri, kesempatan tersebut tidak boleh disia-siakan.

“Kami tidak mengambil komisi apa pun dari setiap transaksi yang dilakukan menggunakan rekber ini, tetapi kami ingin merintis budaya memberi tips dengan nominal yang bisa ditentukan oleh pengguna sendiri. Keputusan ini berdasarkan pengalaman mengelola Kaskus Donatur yang diikuti 5.000 orang setiap tahun,” ujar Ronny.

Dua dunia, yakni forum dan FJB, adalah keunggulan Kaskus dibandingkan pelaku perniagaan elektronik lainnya. Pengguna yang ingin membeli sebuah barang bisa berkunjung ke Kaskus untuk membaca ulasan yang dilakukan anggota lain dengan sudut pandang personal. Setelah itu, mereka bisa membelinya di FJB.

Inilah arah baru yang akan diambil Kaskus sekaligus menjadi penentu apakah mereka tetap akan relevan bagi pengguna di Indonesia atau tergilas roda zaman.

DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sumber: Kompas Siang | 17 Desember 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Belajar dari Sejarah Indonesia

Pelajaran sejarah Indonesia memang sangat menentukan dalam proses pendidikan secara keseluruhan. Dari sejarah Indonesia, siswa ...

%d blogger menyukai ini: