UT Usulkan Program Magister Internasional

- Editor

Sabtu, 5 September 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Terbuka tengah mengusulkan program magister internasional yang mengangkat kajian tentang negara-negara di Asia Tenggara. Program itu digagas untuk mempromosikan potensi ASEAN, sekaligus mempersiapkan lulusan menyambut era Masyarakat Ekonomi Asia.

“Kami tengah mengusulkan Program ASEAN Studies menjadi program studi magister. Kami ingin mahasiswa memahami konteks ASEAN secara menyeluruh,” ujar Rektor Universitas Terbuka Tian Belawati di sela- sela perayaan Dies Natalis Ke-31 Universitas Terbuka (UT), Jumat (4/9) di Tangerang Selatan.

Menurut Tian, pihaknya juga menyiapkan modifikasi kurikulum untuk program itu demi meningkatkan daya saing lulusan. Mahasiswa tidak hanya dibekali berbagai pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang memadai, termasuk keterampilan berwirausaha dan berbahasa inggris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Materi pelajaran disampaikan dalam bahasa inggris. Itu dilakukan untuk menyelaraskan kurikulum agar lulusan yang dihasilkan memenuhi standar dan siap bersaing di level internasional,” katanya.

Program itu, kata Tian, membuka peluang bagi lulusan strata (S-1) yang ingin mendalami perkembangan Asia Tenggara dengan lebih mudah lewat media digital. Pendidikan jarak jauh menjadi solusi bagi mereka yang ingin belajar tanpa keterbatasan ruang dan waktu. “Pendidikan jarak jauh mengedepankan fleksibilitas dan keterbukaan,” ujarnya.

Nantinya, program itu diarahkan untuk menunjang pengetahuan mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa UT telah memiliki pekerjaan. “Orientasi mahasiswa lebih pada agar ilmu yang didapat mampu meningkatkan kapasitas dirinya atau membantu promosi karier mereka,” katanya.

Menunggu izin
Asisten Direktur Bidang Akademik Pascasarjana Universitas Terbuka Sri Listyarini menuturkan, program ASEAN Studies sudah berjalan sejak 2015. Namun, mahasiswa yang menempuh program itu belum mendapat gelar magister, tetapi mendapat sertifikat kelulusan untuk mata kuliah yang ditempuhnya.

“Kami masih menunggu izin dari kementerian yang ditargetkan selesai pada 2016. Saat ini, program ASEAN Studies masih program setara jenjang magister. Nantinya, mahasiswa dapat alih kredit untuk mendapat gelar magister,” katanya.

Kerja sama internasional
Sri menjelaskan, program itu merupakan kerja sama dengan empat universitas lain di Asia Tenggara yang juga menerapkan pendidikan jarak jauh. Universitas tersebut adalah Open University Malaysia (OUM), Sukhothai Thammathirat Open University (STOU) di Thailand, University of the Philippines Open University (UPOU) di Filipina, dan Hanoi Open University (HOU) di Vietnam. “Dosen pengajar dari setiap universitas itu membantu menyiapkan bahan ajar untuk mahasiswa,” ujarnya.

Nantinya, pengajar dari Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam juga ikut menjadi pembicara dalam beberapa forum diskusi untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa. (B08)
———————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 September 2015, di halaman 11 dengan judul “UT Usulkan Program Magister Internasional”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 37 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB