Tiga Bayi Orangutan Dipindahkan

- Editor

Selasa, 17 November 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah dirawat selama sepekan, tiga bayi orangutan asal Aceh yang diselundupkan ke Pekanbaru, Riau, pada Minggu (15/11) dibawa ke pusat konservasi orangutan sumatera di Sibolangit, Sumatera Utara. Hal itu untuk mempercepat rehabilitasi bayi orangutan di habitatnya.

“Di Riau, kami tak punya fasilitas penyelamatan orangutan. Di SOCP, bayi orangutan itu ditangani ahlinya. Polisi berpendapat sama sehingga barang bukti satwa ini tak perlu diikutkan saat proses hukum,” kata Osmantri Abeng, aktivis lingkungan WWF Riau di Pekanbaru, Minggu (15/11), saat melepas bayi orangutan ke Sibolangit.

Menurut Osmantri, dari diskusi yang dilakukan WWF dan SOCP, penemuan tiga bayi orangutan ini diduga punya kisah tragedi di belakangnya. Induk bayi itu diduga mati dibunuh sebelum dipisahkan dari anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ibu bayi orangutan amat protektif menjaga anaknya. Dia tak akan melepas anaknya dengan mudah. Di alam, anak orangutan baru akan dilepas induknya setelah berumur 6 tahun. Dengan kondisi itu, kami yakin induk orangutan ini mati,” ujarnya.

Rinaldo, Kepala Seksi Penyelamatan Satwa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, menyebutkan, evakuasi bayi orangutan ke lokasi SOCP sudah mempertimbangkan banyak aspek. Makin cepat pengembalian ke habitat asli itu makin baik dilakukan. “Kondisinya jauh membaik saat ini dibandingkan waktu baru ditemukan polisi. Ini waktu yang baik mengembalikan mereka,” ujarnya.

Dokter hewan Hafidh Nur Ubay dari Klinik Melur Pekanbaru menyebutkan, secara fisik kondisi tiga bayi orangutan jauh membaik. Pada awal dibawa ke klinik pemeliharaan hewan itu, primata dilindungi tersebut mengalami gangguan kesehatan yang butuh perawatan intensif.

“Sewaktu datang, ketiganya stres. Kondisi fisik melemah. Ada satu yang kena diare parah, yang lain kena flu dan tertular penyakit manusia. Kini kondisinya normal dan bisa dibawa berjalan jauh dengan beberapa penyesuaian kondisi,” kata Hafidh.

Saat hendak dibawa ke Sibolangit, dua dari tiga bayi orangutan tampak lebih segar dibandingkan saat ditunjukkan polisi di Markas Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau. Seperti diberitakan, aparat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menggagalkan perdagangan tiga bayi orangutan asal Aceh, Sabtu (7/11) malam di kawasan Rumbai, Pekanbaru. Tiga tersangka, yakni Ali Ahmad (53), Awaludin (38), dan Khairi Roza (20), ditahan di Markas Polda Riau.

Gajah liar
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, aparat keamanan, lembaga swadaya masyarakat, dan warga setempat, menggiring 40-50 gajah liar keluar area permukiman dan kebun warga dari Desa Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur. Gajah-gajah itu digiring ke area hutan produksi yang jadi area isolasi alami gajah agar tak kembali ke permukiman dan kebun warga.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Aceh Timur Iskandar, Senin (16/11), mengatakan, kawanan gajah liar itu sempat masuk ke permukiman dan kebun di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Lalu, mereka masuk ke permukiman dan kebun di Desa Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur.

Kawanan gajah lalu digiring memakai meriam karbit dan petasan keluar dari permukiman dan kebun di Desa Bunin hingga 5 kilometer ke hutan produksi di Desa Lokop, Kecamatan Serba Jadi, dan Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. (SAH/DRI)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 November 2015, di halaman 14 dengan judul “Tiga Bayi Orangutan Dipindahkan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 3 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB