Terdapat Potensi Energi Terbarukan yang Besar

- Editor

Kamis, 4 September 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batubara Masih Jadi Tumpuan untuk Listrik
Indonesia kaya potensi energi baru dan terbarukan. Sumber energi baru dan terbarukan itu, antara lain, ada di laut, sungai, bioenergi, dan panas bumi. Masalah utama yang ada sekarang, tak ada pihak yang ditunjuk pemerintah untuk memantau dan mengevaluasi guna mengetahui capaian target. Selain itu, masih ada masalah koordinasi.

Demikian diungkapkan anggota Dewan Pembina Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Jon Respati, yang dihubungi Rabu (3/9) di Jakarta.

”Potensi energi terbarukan yang kita miliki amat besar, ada di mana-mana. Semuanya ada dan potensinya besar,” kata Jon. Misalnya, energi laut jika dikembangkan tak perlu lagi energi nuklir. Potensi energi di laut lebih dari 200.000 megawatt (MW).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi energi dari laut diperoleh dari arus pasang surut dan energi gelombang. Menurut peneliti dari Universitas Columbia, Dwi Susanto, yang banyak meneliti di perairan Indonesia, potensi itu berada di selat-selat
sempit di kepulauan wilayah timur Indonesia.

Sementara potensi dari tenaga air (hidro), ada cadangan 75.000 MW dan sudah ada pasarnya. ”Pengembangan energi hidro ini tak mengubah bentang alam atau harus membangun bendungan karena bisa didorong dengan kekuatan run off sungai,” kata Jon.

Potensi energi air itu juga banyak ditemukan di timur Indonesia. Namun, di wilayah itu tak ada industri. ”Maka, ke depan, pembangunan industri harus diutamakan di mana energi terbarukan itu ada,” katanya. Untuk biomassa, belum ditemukan model bisnis berkelanjutan.
Strategi tak jelas

Maka dari itu, pihaknya mendorong pengembangan prototipe energi dari laut. Apalagi kerja sama dengan pemerintah luar, seperti Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat, amat terbuka.

Selain itu, pengembangan panas bumi juga harus segera didorong. Setelah Undang-Undang Panas Bumi terbit, harus ada kebijakan untuk menutup risiko kerugian investor saat eksploitasi yang butuh dana 2-3 juta dollar AS.

Sementara itu, peta jalan bauran energi baru terbarukan tak pernah disertai strategi jelas untuk mencapainya. Koordinasi juga tak jelas. ”Selalu bentrok antara Kementerian ESDM dengan Menteri Keuangan dan PLN. Kadang jalan, tapi tak pernah dikaitkan target peta jalan energi baru terbarukan,” kata Jon.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Jarman menyatakan, selama 5 tahun terakhir, total pembangkit listrik yang dibangun pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara 4.000 megawatt. Dengan rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik 3,6 persen per tahun pada 2011-2035 dan permintaan energi bertambah 2,4 persen per tahun, kapasitas pembangkit listrik harus segera ditambah.

Jarman menjelaskan, batubara jadi pilihan karena waktu pembangunan pembangkit 1 tahun- 1,5 tahun dan cadangan komoditas tambang itu amat besar. Meski demikian, diakui batubara menghasilkan emisi berupa karbon dioksida (CO2) yang besar.

”Kami mencari teknologi lebih ramah lingkungan dengan harga murah. Salah satu teknologi yang mulai diterapkan adalah supercritical,” katanya. Teknologi itu merupakan satu dari teknologi batubara bersih (CCT) dengan efisiensi 41 persen dari teknologi konvensional, emisi yang dihasilkan rendah, dan harga jual listrik terjangkau. (ISW/A12)

Sumber: Kompas, 4 Agustus 2014

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 36 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB