Telaga Inspirasi Dorong Pembangunan Taman Kehati di Perguruan Tinggi

- Editor

Rabu, 20 Maret 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IPB University memiliki taman keanekaragaman hayati bernama Telaga Inspirasi seluas 14 hektar. Ruang terbuka hijau ini, selain dihuni sejumlah satwa dan flora langka, juga memiliki fungsi penting sebagai penyimpan air.

IPB UNIVERSITY—Telaga Inspirasi merupakan taman keanekaragaman hayati yang berlokasi di kampus IPB Dramaga, Bogor. Pembangunan Telaga Inspirasi bertujuan untuk melestarikan flora dan fauna endemik lokal serta menyediakan akses terhadap air bersih.

Sampai saat ini partisipasi pembangunan taman keanekaragaman hayati di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota masih minim. Pembangunan dan peresmian Telaga Inspirasi diharapkan dapat mendorong pembangunan taman ini di seluruh wilayah termasuk perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Taman keanekaragaman hayati (kehati) Telaga Inspirasi berlokasi di kampus IPB Dramaga, Bogor. Taman kehati tersebut dibangun IPB University yang bekerja sama dengan Danone Indonesia melalui PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia).

Rektor IPB University Arif Satria, dalam acara peresmian Telaga Inspirasi secara daring, Selasa (16/3/2021), menyampaikan, revitalisasi Telaga Inspirasi menjadi salah satu area untuk menjalankan fungsi ekologis, wisata, dan edukasi. Selain Telaga Inspirasi, ke depan juga masih banyak area yang perlu dibangun dan dikelola agar IPB sebagai kampus dapat berperan menjaga kelangsungan keanekaragaman hayati.

Pembangunan Telaga Inspirasi bertujuan untuk melestarikan flora dan fauna endemik lokal. Selain itu, Telaga Inspirasi juga bertujuan menyediakan akses terhadap air bersih sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilihan bahan pangan dalam meningkatkan akses nutrisi maupun hidrasi masyarakat luas.

IPB UNIVERSITY—Telaga Inspirasi merupakan taman keanekaragaman hayati yang berlokasi di kampus IPB Dramaga, Bogor. Pembangunan Telaga Inspirasi bertujuan untuk melestarikan flora dan fauna endemik lokal serta menyediakan akses terhadap air bersih.

Taman kehati Telaga Inspirasi IPB-Nutricia dengan luas total 14 hektar tersebut terdapat aneka hewan langka, seperti kucing kuwuk, garangan, tupai kekes, burung cekakak, dan bajing kelapa. Sementara flora yang terdapat di Telaga Inspirasi, antara lain, pohon aprika, pohon kenari, pohon karet, pohon karet kebo, aneka jenis bambu, dan pohon mahoni.

Dengan kandungan air tawar, danau yang ada dalam area Telaga Inpirasi bisa menjadi sumber mata air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, mandi, dan keperluan lainnya. Saat ini, danau tersebut telah mencukupi kebutuhan air bersih bagi 30.000 sivitas akademik IPB. Lahan yang tertata rapi dan akses jalan besar didesain agar warga sekitar dapat terlibat aktif dalam memelihara ekosistem.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menyatakan, saat ini tingkat partisipasi pembangunan taman kehati di tingkat provinsi, kabupaten, atau kota masih minim.

Sejak ditetapkannya peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2012 tentang Taman Kehati, sebanyak 84 taman telah dibangun. Namun, dari jumlah tersebut, baru 30 taman yang terverifikasi. Jumlah terbanyak taman kehati yang terverifikasi berada di kesatuan wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang mencapai 12 taman, disusul Sumatera dan Sulawesi dengan 7 taman.

”Jumlah taman kehati yang sudah dibangun oleh perusahaan tercatat tiga taman dan yang dibangun perguruan tinggi baru dua taman. Pembangunan taman kehati membutuhkan sumber daya yang besar. Oleh karena itu, kami terus mendorong kerja sama antara masyarakat, kalangan akademisi, pemerintah, dan swasta untuk mewujudkannya,” katanya.

Menurut Wiratno, taman kehati ini dapat dikembangkan tidak hanya sebagai tempat pelestarian flora fauna, tetapi juga mendukung proses pembelajaran dengan memfungsikannya sebagai laboratorium pendidikan. Koleksi flora juga perlu dilengkapi dengan menambah jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai bahan pangan sehingga ke depan dapat menjadi penyokong program ketahanan pangan.

Kehadiran taman kehati Telaga Inspirasi, kata Wiratno, semakin mengukuhkan IPB sebagai kampus yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan pengelolaan secara sistematis dan berkesinambungan. Ia pun berharap, sesuai dengan namanya, Telaga Inspirasi dapat menginspirasi dan mendorong lembaga pendidikan lain untuk berpartisipasi membangun taman kehati.

”Diharapkan multifungsi taman kehati di lembaga pendidikan menjadi monumen keberpihakan perguruan tinggi terhadap harmonisasi antara aktivitas manusia dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Meningkatkan kualitas hidup
Peneliti Nutrasetikal IPB University Nancy Dewi Yuliana menyatakan, taman kehati memberikan berbagai manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dalam konteks kesehatan, taman kehati menyediakan aset ketahanan pangan, meningkatkan aksesibilitas pangan bernutrisi, menyediakan akses terhadap air bersih, serta memberikan jasa ekosistem yang fungsinya sulit untuk digantikan.

”Dalam kaitannya dengan produktivitas, taman kehati dapat dimanfaatkan sebagai penyedia energi alternatif yang ramah lingkungan menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan ekowisata. Pemahaman ilmu pengetahuan hayati dan teknologi adalah modal yang dapat dipergunakan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat, termasuk dalam menyediakan akses pangan bernutrisi dan air bersih,” tuturnya.

Oleh PRADIPTA PANDU

Editor: ICHWAN SUSANTO

Sumber: Kompas, 16 Maret 2021

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 26 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB