Sulsel Sediakan Dana untuk 500 Calon Doktor

- Editor

Selasa, 8 Maret 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyediakan dana untuk mencetak 500 doktor lulusan perguruan tinggi luar negeri. Program ini dimaksudkan untuk memajukan Sulawesi Selatan di segala bidang, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemberian beasiswa doktoral kepada 500 orang tersebut dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun. Penerima beasiswa diseleksi dan ditetapkan oleh tim seleksi yang anggotanya berasal dari beberapa perguruan tinggi negeri di Kota Makassar, seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri Sultan Alauddin.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 688/III/2010, saat ini tercatat 201 penerima beasiswa tengah menjalani pendidikan di sejumlah negara, seperti di Malaysia, Australia, Jepang, dan Selandia Baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengeluarkan dana Rp 23 miliar untuk membiayai pendidikan mereka pada periode 2009- 2010.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan yang juga penanggung jawab teknis program doktoral, Hamire Hafid, Senin (7/3), mengatakan, beasiswa untuk peserta program ini langsung ditransfer ke rekening masing-masing untuk memperkecil terjadinya penyimpangan anggaran.

Selain itu, dibentuk pula tim pemantau untuk mengawasi prestasi penerima beasiswa. ”Kerja sama antara tim seleksi dan tim pemantau harus diperkuat agar program ini sesuai sasaran,” kata Hamire Hafid.

Sejumlah negara

Sejumlah kandidat doktor kini menempuh pendidikan di beberapa negara dengan berbagai keahlian.

Muhammad Akmal Ibrahim, misalnya, menempuh program doktor di Griffith University Brisbane, Australia, angkatan I tahun 2009, dengan biaya Rp 350 juta per tahun.

Das’ad Latif tercatat sebagai mahasiswa S-3 Jurusan Komunikasi Massa University Kebangsaan Malaysia (UKM).

Menurut Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Publik Universitas Hasanuddin, Prof Dr Sangkala, Akmal mengikuti program doktoral sejak tahun 2009.

Selama menjalani studi di luar negeri, besarnya bantuan Rp 50 juta-Rp 400 juta. Bantuan hanya diberikan selama tiga tahun. (RIZ/SIN)

Sumber: Kompas, 8 Maret 2011

Informasi terkait

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Berita ini 9 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB