Solusi Pencadangan Data untuk Perangkat iOS dari Sandisk

- Editor

Rabu, 6 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Western Digital, selaku pemilik produk penyimpanan perangkat bergerak Sandisk, merilis solusi bagi perangkat dengan sistem operasi iOS yang selama ini menggunakan seri iXpand dalam bentuk diska lepas. iXpand Base merupakan perangkat yang menawarkan gabungan antara fitur pencadangan data dan fungsi pengisian daya.

Perangkat ini berupa alas dengan kabel koneksi Lightning yang dipergunakan perangkat iOS serta memiliki kartu memori SD yang tertanam di dalamnya. Cara kerjanya, iXpand Base yang dihubungkan dengan listrik, saat tersambung dengan perangkat, seperti iPhone, dengan segera mencadangkan data di dalam iPhone sambil sekaligus mengisi daya baterai.

iXpand Base yang tersedia dengan tiga opsi kapasitas penyimpanan, yakni 32, 64, dan 128 gigabita, ditawarkan mulai harga Rp 790.000 hingga Rp 1,6 juta. Pengguna bisa mengganti kartu memori SD di dalam perangkat ini dengan kartu lainnya asalkan memiliki kelas kecepatan membaca data yang tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Untuk menyebut bahwa perangkat ini hanya sekadar pembaca kartu memori, mungkin terlalu menyederhanakan. Sistem penyimpanan file di iOS berbeda dengan Android sehingga hanya bisa diakses secara terbuka sehingga definisi pembaca kartu memori pun tidak berlaku,” kata Hon-Wai Cheah, Director Product Marketing Western Digital Asia Pacific, Selasa (5/12).

Menurut Cheah, seri penyimpanan untuk iOS, yakni iXpand, menjadi solusi bagi pemilik perangkat yang ingin mencadangkan data secara mudah. Apabila seri iXpand merupakan perangkat diska lepas, iXpand Base dipergunakan dengan sedikit berbeda. Salah satunya hanya bisa tersambung dengan listrik.

Data yang dicadangkan ke iXpand Base, lanjutnya, tidak akan diunggah ke layanan penyimpanan awan, tetapi hanya disimpan di dalam kartu memori. Kabar baiknya, kartu tersebut bisa dicopot dan dimasukkan ke komputer untuk dibaca. Dengan demikian, pengguna bisa memindahkan isinya ke perangkat lain mengingat transfer data antarperangkat beda sistem operasi dengan iOS masih sulit dilakukan.

Kunci dari layanan pencadangan itu terletak pada aplikasi iXpand Base yang dikembangkan secara khusus oleh Western Digital. Dengan memberi izin akses kepada kontak dan foto di perangkat, pengguna bisa memulai pencadangan tanpa perlu membuka aplikasinya lagi di kesempatan berikutnya. Semua dilakukan segera begitu tersambung dengan kabel dari iXpand Base.

Cheah mengatakan perangkat ini menyesuaikan diri dengan gaya hidup para pemilik gawai yang mengisi daya saat malam hari sebelum tidur. Dengan memakai perangkat tersebut, pengguna tidak hanya mengisi daya, tetapi juga mengamankan data berupa foto, video, dan kontak.

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Proses pencadangan data yang dilakukan perangkat iXpand Base berlangsung seketika begitu ponsel pintar dihubungkan melalui kabel Lightning, Selasa (5/12). Sambil mencadangkan data, perangkat ini juga berfungsi untuk mengisi daya.

Menurut Idris Effendi, Country Manager, Client Solution, Indonesia Western Digital; iXpand Base merupakan salah satu solusi penyimpanan bagi perangkat bergerak yang ditawarkan oleh Sandisk. Solusi yang lain adalah kartu memori SD mikro, Dual USB yang memungkinkan koneksi ke USB mikro dan USB sekaligus, serta varian dari Dual USB dengan koneksi ke USB Type C yang dimiliki ponsel-ponsel generasi baru. Varian lainnya adalah Wireless Stick yang memungkinkan transfer data melalui koneksi nirkabel.

”Perangkat yang memakai sistem operasi Android memiliki opsi yang lebih terbuka untuk pencadangan data atau menambah kapasitas penyimpanan internal perangkat mereka, seperti kartu memori SD mikro, Dual USB, dan Wireless Stick. Pilihan yang lebih sedikit ada pada perangkat iOS karena hanya bisa memakai solusi iXpand serta Wireless Stick,” papar Idris.–DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARJO

Sumber: kompas, 5 Desember 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB