Home / Berita / Simulasi Bertani di Kontes Robot Indonesia

Simulasi Bertani di Kontes Robot Indonesia

Kontes Robot Indonesia tingkat Nasional 2019 untuk pertama kalinya akan melombakan simulasi bertani. Hal ini upaya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta perguruan tinggi, dalam mendekatkan karya anak bangsa dengan industri pertanian.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Suasana persiapan di arena kontes robot tematik pada Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional di Graha Padma Sport Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019). Tahun ini, Universitas Dian Nuswantoro Semarang menjadi tuan rumah. Adapun peserta sebenyak 121 tim dari 64 perguruan tinggi se-Indonesia.

Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat Nasional 2019 digelar di Graha Padma Sport Center, Kota Semarang, Jawa Tengah pada 20-23 Juni. Pada kontes yang diikuti 121 tim dari 64 perguruan tinggi se-Indonesia ini, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menjadi tuan rumah.

Kontes bertani masuk pada divisi baru, yakni Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTI). Adapun lima divisi lainnya yakni Kontes Robot Asian-Pasific Brodcasting Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).

Ketua Tim Juri KRI Nasional 2019, Benyamin Kusumoputro, di Semarang, Kamis (20/6/2019), mengatakan, pihaknya ingin melihat antusiasme masyarakat penghobi teknologi robotik untuk berkontribusi pada bidang pertanian. “Kontes tema ini akan terus diadakan hingga ada produk robot yang bisa diterapkan untuk membantu industri pertanian,” ujarnya.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Suasana persiapan Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional di Graha Padma Sport Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019). Tahun ini, Universitas Dian Nuswantoro Semarang menjadi tuan rumah. Adapun peserta sebenyak 121 tim dari 64 perguruan tinggi se-Indonesia.

Pada tahun pertama pelaksanaan KRTI, menurut Benyamin, konsepnya masih berupa simulasi. Artinya, arena yang digunakan masih tiruan, seperti padi dari plastik dan karet. Namun, dalam tiga tahun ke depan, diharapkan sarana yang digunakan nyata, seperti lumpur hingga padi asli.

Benyamin menuturkan, robot yang bertanding di KRTI akan menanam benih, menyiangi, dan memanen padi. “Setiap kali robot mampu menanam padi, misalnya, mendapat poin. Kalau ada kesalahan, maka harus mengulang. Kecepatan juga jadi bagian penilaian,” ujarnya.

Kontes kekhasan
Kepala Seksi Kreativitas Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristek Dikti, Yudi Harianto, menuturkan, dengan pengembangan tersebut, kesempatan Indonesia menggelar kontes robot internasional tahunan semakin terbuka. Pilihan tema khasnya seni tari atau pertanian.

“Kami berharap, ajang ini bukan untuk sekadar bermain, tetapi ada kontribusi dari masyarakat robot. Selain potensi menggelar agenda tahunan internasional, juga robot yang dihasilkan mahasiswa ke depan diharapkan bisa bermanfaat Indonesia yang merupakan negara agraris,” ujar Yudi.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Salah satu arena Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional di Graha Padma Sport Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019). Tahun ini, Universitas Dian Nuswantoro Semarang menjadi tuan rumah. Adapun peserta sebenyak 121 tim dari 64 perguruan tinggi se-Indonesia.

Yudi menejelaskan, pemenang pada tiga divisi di KRI Nasional 2019 akan dikirim pada kontes tahunan internasional. Pemenang KRPAI akan berangkat ke Trinity College di Amerika Serikat dan pemenang KRAI dikirim ke ajang ABU Robocon di Mongolia. Sementara pemenang KRSBI Humanoid akan mengikuti Robo Cup di Australia.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Udinus, Dwiarso Utomo, menuturkan, kesiapan KRI Nasional 2019 sudah matang. Terdapat 10 juri yang berasal dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Selain itu juga ada 19 wasit.

Adapun para peserta KRI Nasional 2019, yang total terdiri dari 687 mahasiswa, merupakan para pemenang pada KRI tingkat regional. Untuk mengikuti KRI Nasional, penyaringan ketat dilakukan. Setelah dua hari masa persiapan, pelaksanaan lomba digelar 22-23 Juni.–ADITYA PUTRA PERDANA

Editor GREGORIUS FINESSO

Sumber: Kompas, 20 Juni 2019

Share
x

Check Also

Tiktok dan ”Techno-nationalism”

Bytedance-Oracle-Walmart sepakat untuk membuat perusahaan baru yang akan menangani Tiktok di AS dan juga seluruh ...

%d blogger menyukai ini: