Home / Berita / Setahun Tabung Gaji, Santi Mendaftar ke IPB

Setahun Tabung Gaji, Santi Mendaftar ke IPB

Mimpi Santi Apriliani menjadi mahasiwa Institut Pertanian Bogor (IPB) akhirnya terwujud. Setahun lalu, mimpi itu kandas akibat ganjalan biaya.

Tahun lalu, Santi sebenarnya diterima di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur. Kebuncahannya menembus PTN terpaksa padam ketika dia harus membayar Rp12 juta sebagai uang pangkal. Upaya sang ibu meminta penangguhan atau keringanan ke bagian akademik kampus tersebut pun tak berbuah. Santi tetap harus membayar penuh, meski dia diperbolehkan membayar dahulu setengah dari biaya tersebut.

“Namun kami mengalami jalan buntu. Bagi kami setengahnya pun sudah sangat besar buat keluarga dengan pendapatan per bulannya minim,” kata Santi, seperti dikutip dari laman IPB, Rabu (15/8/2012).

Mengingat peluangnya meraih cita-cita kandas, Juara Umum di SMAN 2 Trenggalek ini pun memilih bekerja di toko pamannya di Jakarta. Keputusasaan sempat menghampiri Santi. Namun dukungan sahabat-sahabatnya membuat Santi kembali yakin menggapai mimpinya.

Santi mengenang, setiap malam dia kembali mengulang pelajaran semasa SMA. Dia juga selalu menyisihkan Rp100 ribu dari gajinya yang tidak seberapa, hanya Rp400 ribu. Tabungan tersebut dia gunakan untuk mendaftar kembali ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan mengurus berkas administrasi mendaftar Bidik Misi.

“Sisanya mungkin masih cukup untuk biaya hidup sebulan di Bogor,” tuturnya.

Jerih payah Santi tidak sia-sia. Dia lulus SNMPTN dan diterima di Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB.  Tidak hanya itu, Santi juga lolos seleksi Bidik Misi.

Diakui Santi, dia memilih IPB karena kecintaannya terhadap Biologi. Meski demikian, keraguan sempat menyergap di benak Santi, mengingat IPB termasuk universitas favorit dengan tingkat persaingan yang tinggi.

“Namun alangkah kagetnya saya saat tahu bahwa saya diterima di IPB. Tak terelakkan kebahagiaan saya. Saya kemudian bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini,” pungkasnya.(rfa)-Rifa Nadia Nurfuadah

Sumber: Okezone, Rabu, 15 Agustus 2012 15:07 wib

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Belajar dari Sejarah Indonesia

Pelajaran sejarah Indonesia memang sangat menentukan dalam proses pendidikan secara keseluruhan. Dari sejarah Indonesia, siswa ...

%d blogger menyukai ini: