Sediakan Penginapan Gratis, Fisipol UGM Tebarkan Sensitivitas

- Editor

Selasa, 8 Mei 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 140 orang peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2018 diberikan fasilitas penginapan gratis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Hal itu bertujuan untuk menyemai rasa sensitivitas dan kepedulian sosial kepada para peserta tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada Erwan Agus Purwanto mengatakan, fasilitas penginapan gratis yang diberikan itu merupakan bentuk kepedulian fakultas itu terhadap para peserta yang pada Selasa (8/5/2018), akan menempuh tes masuk bersama perguruan tinggi negeri, di Yogyakarta.

“Kita tahu tidak semua mahasiswa berasal dari golongan yang mampu tetapi ada juga dari golongan yang kurang mampu. Tetapi, mereka punya spirit untuk maju sehingga inilah bentuk kepedulian kami,” kata Erwan, seusai acara “Fisipol Menyambut”, di Kampus Fisipol UGM Unit II, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/5/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para calon mahasiswa yang mendapat fasilitas penginapan gratis tersebut diprioritaskan kepada mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pendaftaran dilakukan secara daring dengan mengisi formulir daring. Adapun penyaringan peserta dilakukan dengan melihat kolom pekerjaan orangtua beserta deskripsi pekerjaan orangtua dari peserta itu.

Humas dan Media “Fisipol Menyambut” Aliyah Almas Saadah mengatakan, kebanyakan dari peserta mengisi kolom formulir dengan keterangan lain-lain. “Itu karena mereka tidak bisa menceritakan pekerjaan pasti orangtuanya. Ada yang serabutan, ada pula yang hanya sebagai pedagang kaki lima,” kata Aliyah.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO–Calon mahasiswa yang hendak mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) belajar di tempat penginapan gratis di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (7/5/2018).

Ahmad Buchori (19), peserta asal Brebes, menyatakan, sangat terbantu dengan adanya penginapan gratis itu. Ia semula berencana menginap di masjid daripada mengeluarkan ongkos untuk penginapan. Selain itu, ia tidak ada teman atau keluarga yang tinggal di Yogyakarta.

“Ya senang dan sangat terbantu. Panitia juga ramah-ramah sehingga saya merasa nyaman ada di sini,” kata Ahmad.

Terkait hal itu, Erwan menyampaikan, harapannya dengan adanya ajang itu adalah agar anak-anak yang mendapat fasilitas penginapan gratis itu nanti memiliki rasa sensitivitas yang tinggi terhadap masyarakat kecil di masa yang akan datang.

“Kita harap mereka nanti akan punya sensitivitas yang sama dengan merasakan penderitaan rakyatnya. Ketika menjadi pemeimpin akan punya sensitivitas bahwa membuat kebijakan harus peduli kepada yang paling lemah. Ini kita bangun dengan cara ini,” kata Erwan.

Wajah kerakyatan
Senada dengan Erwan, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol UGM Wawan Mas’udi mengatakan, pemberian fasilitas penginapan gratis itu menjadi upaya kecil kampus tersebut untuk menunjukkan wajah kerakyatan UGM.

“Meski itu kelihatan normatif, tetapi itu bentuk konkret dari wajah kerakyatan UGM. Itu bentuk paling nyata. Kami berusaha membantu keluarga yang tidak mampu sejauh yang kami bisa,” kata Wawan.

Sebanyak 140 peserta itu terdiri dari 95 peserta perempuan dan 45 peserta laki-laki. Ada lima ruangan yang digunakan untuk menampung para peserta. Dua kamar untuk peserta laki-laki dan tiga kamar untuk peserta perempuan. Setiap kamar terdiri dari 22-25 kasur.

Tidak ada sekat yang memisahkan antara satu kasur peserta dengan yang lain dalam satu ruangan itu. Satu kasur dengan yang lain hanya berjarak sekitar 30 sentimeter. Suasana ruangan tanpa sekat itu ternyata menciptakan kedekatan antarpeserta.

Bintang (19), peserta asal Tasikmalaya, Jawa Barat, mengatakan, langsung bisa bercanda begitu masuk di kamar itu dan melihat teman yang tidur di sebelah kasurnya. “Tadi datang langsung udah bisa ngobrol dan bercanda. Lebih enak dibuat seperti ini sih. Lebih seru juga karena bisa punya teman baru,” ujar Bintang.–NINO CITRA ANUGRAHANTO

Sumber:Kompas, 8 Mei 2018

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB