Home / Berita / Sediakan Penginapan Gratis, Fisipol UGM Tebarkan Sensitivitas

Sediakan Penginapan Gratis, Fisipol UGM Tebarkan Sensitivitas

Sebanyak 140 orang peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2018 diberikan fasilitas penginapan gratis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Hal itu bertujuan untuk menyemai rasa sensitivitas dan kepedulian sosial kepada para peserta tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada Erwan Agus Purwanto mengatakan, fasilitas penginapan gratis yang diberikan itu merupakan bentuk kepedulian fakultas itu terhadap para peserta yang pada Selasa (8/5/2018), akan menempuh tes masuk bersama perguruan tinggi negeri, di Yogyakarta.

“Kita tahu tidak semua mahasiswa berasal dari golongan yang mampu tetapi ada juga dari golongan yang kurang mampu. Tetapi, mereka punya spirit untuk maju sehingga inilah bentuk kepedulian kami,” kata Erwan, seusai acara “Fisipol Menyambut”, di Kampus Fisipol UGM Unit II, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/5/2018).

Para calon mahasiswa yang mendapat fasilitas penginapan gratis tersebut diprioritaskan kepada mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pendaftaran dilakukan secara daring dengan mengisi formulir daring. Adapun penyaringan peserta dilakukan dengan melihat kolom pekerjaan orangtua beserta deskripsi pekerjaan orangtua dari peserta itu.

Humas dan Media “Fisipol Menyambut” Aliyah Almas Saadah mengatakan, kebanyakan dari peserta mengisi kolom formulir dengan keterangan lain-lain. “Itu karena mereka tidak bisa menceritakan pekerjaan pasti orangtuanya. Ada yang serabutan, ada pula yang hanya sebagai pedagang kaki lima,” kata Aliyah.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO–Calon mahasiswa yang hendak mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) belajar di tempat penginapan gratis di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (7/5/2018).

Ahmad Buchori (19), peserta asal Brebes, menyatakan, sangat terbantu dengan adanya penginapan gratis itu. Ia semula berencana menginap di masjid daripada mengeluarkan ongkos untuk penginapan. Selain itu, ia tidak ada teman atau keluarga yang tinggal di Yogyakarta.

“Ya senang dan sangat terbantu. Panitia juga ramah-ramah sehingga saya merasa nyaman ada di sini,” kata Ahmad.

Terkait hal itu, Erwan menyampaikan, harapannya dengan adanya ajang itu adalah agar anak-anak yang mendapat fasilitas penginapan gratis itu nanti memiliki rasa sensitivitas yang tinggi terhadap masyarakat kecil di masa yang akan datang.

“Kita harap mereka nanti akan punya sensitivitas yang sama dengan merasakan penderitaan rakyatnya. Ketika menjadi pemeimpin akan punya sensitivitas bahwa membuat kebijakan harus peduli kepada yang paling lemah. Ini kita bangun dengan cara ini,” kata Erwan.

Wajah kerakyatan
Senada dengan Erwan, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol UGM Wawan Mas’udi mengatakan, pemberian fasilitas penginapan gratis itu menjadi upaya kecil kampus tersebut untuk menunjukkan wajah kerakyatan UGM.

“Meski itu kelihatan normatif, tetapi itu bentuk konkret dari wajah kerakyatan UGM. Itu bentuk paling nyata. Kami berusaha membantu keluarga yang tidak mampu sejauh yang kami bisa,” kata Wawan.

Sebanyak 140 peserta itu terdiri dari 95 peserta perempuan dan 45 peserta laki-laki. Ada lima ruangan yang digunakan untuk menampung para peserta. Dua kamar untuk peserta laki-laki dan tiga kamar untuk peserta perempuan. Setiap kamar terdiri dari 22-25 kasur.

Tidak ada sekat yang memisahkan antara satu kasur peserta dengan yang lain dalam satu ruangan itu. Satu kasur dengan yang lain hanya berjarak sekitar 30 sentimeter. Suasana ruangan tanpa sekat itu ternyata menciptakan kedekatan antarpeserta.

Bintang (19), peserta asal Tasikmalaya, Jawa Barat, mengatakan, langsung bisa bercanda begitu masuk di kamar itu dan melihat teman yang tidur di sebelah kasurnya. “Tadi datang langsung udah bisa ngobrol dan bercanda. Lebih enak dibuat seperti ini sih. Lebih seru juga karena bisa punya teman baru,” ujar Bintang.–NINO CITRA ANUGRAHANTO

Sumber:Kompas, 8 Mei 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: