Home / Berita / Saatnya Kutu Buku Berpesta

Saatnya Kutu Buku Berpesta

Bagi para pencinta buku, mendatangi bazar buku Big Bad Wolf tak ubahnya seperti memasuki gudang harta karun. Acara tahunan itu merupakan kesempatan terbaik bagi mereka untuk mendapatkan buku yang diinginkan dengan harga super miring.

”Rasanya tangan ini enggak bisa berhenti nyomot buku,” ujar Aji (47) sambil tertawa, Kamis (28/2/2019).

PANDU WIYOGA UNTUK KOMPAS–Zee (7), yang kini duduk di taman kanak-kanak B, membaca buku bergambar yang didapatnya saat mendatangi bazar buku Big Bad Wolf di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Kamis (28/2/2019).

Aji datang ke Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, secara khusus untuk menambah koleksi komik Barat. Dua keranjang ukuran sedang yang dibawa sudah penuh, tetapi ia belum berniat berhenti menggondol komik.

Harga miring yang ditawarkan BBW membuat Aji lupa di rumahnya hampir tidak ada lagi ruang untuk menyimpan komik. Namun, hal itu tampaknya tak terlalu jadi soal buat dia.

PANDU WIYOGA UNTUK KOMPAS–Pencinta komik, Aji (47), ketika mendatangi bazar buku Big Bad Wolf di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Kamis (28/2/2019).

”Ini, kan, cuma satu tahun sekali. Kalau enggak sekalian borong nanti malah nyeselnya setahun,” kata Aji.

Sejak kecil ia menggemari komik Barat, misalnya Asterix dan Obelix. Karena komik Barat biasanya lebih mahal, waktu kecil ia tak bisa sering-sering membeli komik kesukaannya itu.

Kerinduan masa kecil itu tak hilang dimakan waktu, bahkan justru semakin kuat ketika Aji beranjak dewasa. Dengan bangga, ia menunjuk tulisan di kaus yang dikenakan, ”I have more comics than your kids”.

PANDU WIYOGA UNTUK KOMPAS–Seorang pengunjung tengah memilih buku saat mengunjungi bazar buku Big Bad Wolf di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Kamis (28/2/2019).

Menular
Pengunjung lain, Nana (32), membawa serta kedua anaknya, Zee (7) dan Driss (2,5). Di kereta dorong yang penuh buku, kedua bersaudara itu duduk manis beralaskan buku pilihan ibunya.

Yang sulung rajin bertanya setiap kali menemukan makhluk aneh di buku bergambar yang diberikan sang ibu. Sementara yang bungsu juga tak mau kalah berkomentar dengan menganggap semua makhluk aneh adalah kambing.

”Saya ingin kebiasaan membaca menular kepada anak saya. Membaca itu menyenangkan dan saya ingin mereka merasakannya,” kata Nana.

PANDU WIYOGA UNTUK KOMPAS–Penggemar buku, Nana (32), membawa serta kedua anaknya, Zee (7) dan Driss (2,5), mengunjungi bazar buku Big Bad Wolf di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Kamis (28/2/2019).

Zee yang duduk di taman kanak-kanak B mulai gemar membaca cerita bergambar, terutama yang tokohnya memiliki banyak bulu.

Driss juga suka dengan buku. Meskipun belum bisa membaca, setidaknya dia suka mencoret-coret buku cerita milik Zee.

”Membaca itu tidak perlu dipaksa. Saya yakin kalau mereka terbiasa dekat dengan buku, suatu saat mereka akan menyukainya,” kata Nana.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang datang membuka gelaran BBW mengatakan, melalui buku seorang anak belajar mengenal dunia sekitar. Melalui buku pula mereka berkenalan dengan buah pikiran para tokoh besar dunia.

”Tingkat literasi akan menentukan peradaban suatu bangsa. Jika tingkat literasinya rendah, sudah tentu bangsa itu hanya akan berperan sebagai pemasok tenaga kerja buruh kasar saja,” kata Susi.

Tersihir
Penerima Nobel Sastra 2010, Mario Vargas Llosa, dalam esainya yang berjudul ”Benarnya Kebohongan”, menulis, manusia tidak pernah puas dengan nasibnya. Manusia selalu mengidamkan dan memimpikan lebih banyak ketimbang yang sesungguhnya bisa dicapai.

PANDU WIYOGA UNTUK KOMPAS–Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat membuka bazar buku Big Bad Wolf di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Kamis (28/2/2019).

Elvi (22) sejak kecil bermimpi hidup di dunia para penyihir. Sayangnya, di bumi ini, sebuah sapu tetaplah sebuah sapu. Tidak ada keajaiban yang membuat sapu bisa digunakan untuk terbang.

PANDU WIYOGA UNTUK KOMPAS–Penggemar novel Harry Potter, Elvi (22), ketika mendatangi bazar buku Big Bad Wolf di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Kamis (28/2/2019).

Namun, Elvi tak terlalu kecewa dengan hal itu. Novel Harry Potter karya JK Rowling sudah sejak lama menjadi tempatnya menghidupkan mimpi.

”Enggak ada buku lain yang ceritanya terasa nyata banget,” katanya.

Meskipun sudah berkali-kali menamatkan seri cerita tersebut, ia tak pernah bosan membacanya dari awal lagi. Maka, ia tak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh seri lengkap Harry Potter dalam bahasa Inggris ketika mengunjungi BBW.

”Sebenarnya sudah punya juga yang sama, tetapi sudah kucel karena terlalu banyak dibaca. Yang ini nantinya khusus untuk disimpan,” ujar Elvi. (PANDU WIYOGA)–PASCAL S BIN SAJU

Editor PASCAL S BIN SAJU

Sumber: Kompas, 1 Maret 2019

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: