Pilih Mana Buku atau E-book?

- Editor

Selasa, 24 November 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekarang, membaca tidak selalu dengan buku. Dengan internet, kita juga bisa membaca buku elektronik (e-book) dengan gawai (gadget). Hm, tetapi asyik mana ya, antara membaca buku dan membaca buku elektronik lewat gawai? Yuk, kita lihat kelebihan dan kekurangannya.

Konsentrasi
Saat membaca buku, pikiran kita tertuju pada bacaan. Karena konsentrasi kita pada bacaan, yang kita baca akan menempel dalam ingatan kita. Sementara saat membaca buku elektronik dengan gawai, pikiran kita cenderung kurang fokus pada bacaan. Pikiran kita sering melompat-lompat karena tergoda untuk membuka FB, main game, nonton video di Youtube, menjawab pesan WA, Line, dan BBM. Kalau pikiran kita kurang fokus, kita cenderung membaca dengan cara melompat-lompat dan sekilas sehingga yang kita ingat pun hanya sedikit dan tidak lengkap.

Mengatur waktu
Belajar dengan buku membuat kita cepat capek karena mata kita aktif dan tangan kita juga aktif membuat catatan-catatan. Karena kita sering merasa capek, kita jadi terbiasa mengatur waktu untuk membaca dan istirahat. Belajar dengan buku elektronik membuat kita keasyikan karena buku elektronik dilengkapi dengan musik, gambar bergerak, dan sejumlah link interaktif. Karena keasyikan dengan hal-hal yang menyenangkan, kita jadi sering melalaikan waktu. Kadang-kadang kita lupa makan, lupa mandi, lupa shalat, bahkan kadang tidak menghiraukan saat seseorang menyapa kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

imagesPraktis
Pernahkah kamu menimbang berat tas sekolahmu yang berisi buku-buku paket yang tebal? Ya, kita sering mengeluh dan merasa berat saat menyandang tas sekolah berisi buku-buku paket yang tebal. Setelah naik kelas, kita juga kerepotan menyimpan buku-buku lama kita. Tetapi, dengan buku elektronik berisi pelajaran, kita cukup membawa sebuah gawai yang dimasukkan ke dalam tas kecil. Hm, buku elektronik lebih praktis dibandingkan dengan buku.

Sumber energi
Kapan pun dan di mana pun, kita bisa membaca buku sesuka hati. Di pelosok desa, di hutan, atau di tempat terpencil sekalipun yang tidak ada listrik dan tidak ada sinyal internet. Asal ada cahaya, kita masih bisa membaca buku yang kita bawa. Berbeda dengan gawai. Saat baterai dan power bank habis, sedangkan tempat itu tidak ada sumber listrik, tamatlah gawai canggih tersebut. Buku-buku elektronik di dalamnya pun tak mungkin bisa dibaca lagi.

Modal
Untuk memulai kebiasaan membaca buku, kita tidak memerlukan modal besar. Cukup dengan uang Rp 5.000, kita sudah bisa mendapatkan buku cerita pada waktu toko buku mengadakan bazar buku. Sementara untuk membaca buku elektronik, tentu saja kita memerlukan modal yang cukup besar untuk membeli gawai yang canggih.

Edisi
Kita hanya bisa memilih buku-buku terbitan terbaru di toko buku. Untuk mencari koleksi buku-buku lama, kita harus rajin mencarinya di perpustakaan. Berbeda dengan koleksi buku elektronik yang lebih lengkap karena semua buku yang pernah dicetak pada dasarnya bisa diterbitkan lagi. Jadi, suatu saat nanti kita bisa dengan mudah mendapatkan buku-buku edisi lama yang kita perlukan dengan mengunduhnya melalui internet.

Kesehatan mata
Membaca buku dengan jarak tertentu tidak akan memengaruhi kesehatan mata kita. Membaca buku elektronik lewat gawai akan memengaruhi kesehatan mata kita karena layar gawai memancarkan radiasi.

Koleksi
Menyimpan koleksi buku hanya memerlukan perawatan sederhana. Adapun menyimpan koleksi buku elektronik dalam gawai membutuhkan perawatan khusus. Kalau gawai rusak atau terkena virus, buku elektronik bisa-bisa ikut hilang, bahkan tidak bisa dibuka lagi file-nya.

Wow, ternyata antara buku yang dicetak dan buku elektronik memiliki kelebihan dan kekurangan. Membaca dengan gawai memang lebih praktis dan menyenangkan. Namun, untuk melatih otak kita berpikir dengan lebih fokus dan konsentrasi, tetaplah membaca banyak buku. Ayo kita membiasakan diri membaca sebab membaca merupakan salah satu cara kita untuk menjadi pintar. — Oleh Sigit Wahyu | Ilustrasi: Kryst
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 November 2015, di halaman 22 dengan judul “Pilih Mana Buku atau E-book?”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 0 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB