Home / Berita / Resep Panjang Umur: Kurangi Kolesterol

Resep Panjang Umur: Kurangi Kolesterol

Menurut ahli Rusia, semua makhluk mati akibat timbunan kolesterol. Dengan menjaga keseimbangan kolesterol, badan sehat dan umur pun jadi panjang.

KIAN hari, kian jam, kian menit, bahkan kian detik, usia kita kian bertambah. Ini fakta yang tak bisa dipungkiri kita yang hidup di bumi ini. Memang, hukum ketidakkekalan atau hukum waktu merupakan hukum yang benar-benar adil, tidak memandang bulu: apa dan siapa pun harus tunduk, harus mati, harus lumat dengan berjalannya waktu. Tapi, sering kita melihat orang tua yang lumpuh, tak bisa meninggalkan tempat tidur dan akhirnya mati karena penyakit, padahal jatah umurnya masih ada. Artinya, bila ia sehat, bakal lebih panjang umur. Haruskah semua orang tua demikian? Tentu saja tidak. Sebab, ada yang berumur panjang, sehat segar hingga saat terakhir dipanggil Tuhan. Apa rahasianya?

Proses Menua
PROSES menua merupakan kelanjutan dari proses pertumbuhan dan perkembangan. Dari bayi hingga dewasa, terjadi proses pertumbuhan disertai meningkatnya ukuran dan efisiensi tubuh kita. Kemudian tiba masa dewasa. Setelah itu, yang dimulai sekitar usia 40 tahun, terjadi proses penuaan yang ditandai dengan menurunnya efisiensi dan ukuran tubuh kita. Apakah tanda kita sudah mulai menua? Yang paling umum adalah rambut yang mulai memirang (beruban), mata mulai lamur, kuping mulai tuli (khususnya terhadap suara bernada tinggi), daya penghidu dan pengecap mulai tumpul, daya kekebalan tubuh terhadap infeksi pun ikut merosot. Otot-otot mulai meloyo pula, sebab sebagian selnya mati dan diganti oleh jaringan pengikat yang disebut kolagen. Jaringan kolagen tadi tidak bisa berkontraksi, tidak pula seelastis otot. Pada kaum hawa, lebih jelas lagi: mens mulai seret dan akhirnya berhenti total. Tulang belulang mulai keropos dan gampang sekali patah atau retak. Untungnya, daya mengingat dan mengambil keputusan masih tetap utuh, asal saja tetap giat diasah (lihat resepnya di Akutahu edisi 58) dan otak tidak diserang penyakit.

Namun, sesungguhnya proses menua dan pertumbuhan itu beriringan, bahkan berimpitan jalannya. Hal ini jelas pada anak yang mengidap penyakit keturunan hiperkolesterolemia (kolesterol darahnya kelewat tinggi), sambil tumbuh menjadi dewasa, pembuluh darahnya mengalami penebalan dan pengerasan, persis pembuluh darah orang tua. Pada kebanyakan orang pun demikian, di masa pertumbuhannya (anak-anak), proses penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah besarnya sudah mulai tampak.

Apa yang menyebabkan semua perubahan ini? Pertama, ya hukum alam tadi. Ke dua, segala aspek lingkungan hidup kita. Yang pertama, jelas susah diganggu gugat, sebab ada di genggaman Yang Maha Kuasa. Yang ke dua inilah yang masih bisa diajak kompromi. Dan memang kebanyakan proses penuaan sebetulnya di-timbulkan oleh faktor yang masih bisa dikotak-katik ini. Ilmu yang menekuni penyakit pada usia tua disebut geriatrik, sedangkan mengenai proses menua itu sendiri dipelajari dalam ilmu gerontologi. Sayangnya, sampai kini, mekanisme menua yang sebenarnya masih belum kita ketahui. Yang kita sebutkan di atas hanyalah gejalanya saja.

Kita kembali ke pertanyaan semula: apakah proses penuaan bisa dice-gah? Beberapa ilmuwan pesimis, akan ditemukannya suatu cara mengendalikan proses menua. Tapi, ilmuwan lainnya cukup optimis dan percaya, bahwa hukum menua dapat diatasi, seperti halnya hukum gravitasi bisa dilangkahi sehingga manusia dapat mencapai bulan. Dasarnya, mereka melihat spesies ikan tertentu dapat terus tumbuh dan berkembang hingga akhir hayatnya. Artinya, tak tampak tanda-tanda penuaan. Juga, hewan bersel tunggal (misalnya amuba), tampak kehilangan tanda-tanda penuaan begitu mereka membelah diri berkembang biak. Dan, pada sel manusia, tampak jelas pada sel kanker: mereka dapat hidup “abadi”, tak pernah menua dan mati, terus membelah sejauh lingkungan menunjang. Nah, bila rahasia anti penuaan itu sudah diketahui, tinggal dibikin dan dipakai, manusia kelak pasti bisa melawan ketuaan, terus muda hingga akhimya malaikat maut menjemput. Kedengarannya seperti cerita atau kibulan 1001 malam, ya? Biar, kita ikuti saja.

Kolesterol si Pembunuh
JADI, rahasia panjang umur tidak muluk-muluk, cuma: menjadi tua namun dengan badan yang tetap segar dan sehat, bebas penyakit. Sekarang, orang mulai mengetahui, bahwa dengan tetap berolahraga secara giat, proses penuaan bisa ditangguhkan. Itu baru salah satu faktor dari resep umur panjang. Dari berbagai penyakit pada usia tua, ahli Rusia menemukan satu, yakni aterosklerosis (penimbunan lemak, khususnya kolesterol pada pembuluh darah), yang menyebabkan kematian pada sebagian besar makhluk hidup. Penyakit ini yang menimbulkan infark jantung, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, infeksi gangren, dan sebagainya. Kira-kira 50 persen kematian di antara orang berumur 35-55 tahun disebabkan olehnya.

“Semua bentuk kehidupan di bumi ini, yang berasal dari berbagai tingkatan evolusi yang berbeda-beda, mati dengan cara yang sama; dari tumbuh-tumbuhan yang daunnya berguguran di musim gugur hingga mikroorganisme dan hewan tingkat tinggi.” Siapakah pembunuh berdarah dingin dan omnivor itu? “Dalam suatu penelitian di Utara, para ilmuwan mencoba menem ukan biang kerok yang menyebabkan gerombolan ikan mati sesudah bertelur. Hasilnya temyata, setelah bertelur, para ikan betina tadi segera menimbun sejumlah besar kolesterol dalam tubuhnya, kemudian mereka mati beramai-ramai akibat infark dan stroke!!”

Lantas timbul pertanyaan tentang bagaimana caranya kolesterol bisa menimbulkan kematian? Teori dari Yuri Lopukhin dari Akademi Ilmu Medis Rusia bunyinya demikian. Kolesterol memang salah satu unsur pokok untuk membentuk selaput pembungkus sel tubuh kita. Ini yang menyebabkan selaput sel bersifat semipermeabel, tidak sembarang zat bisa keluar masuk seenaknya. Kolesterol dipakai juga dalam membentuk hormon stres, hormon kelamin, dan empedu untuk pencernaan. Nah, pada usia yang mulai lanjut, aktivitas tubuh dan seks menurun, maka pemanfaatan kolesterol pun menurun. Akibatnya ia menum-puk. Diduga kolesterol tadi menumpuk pada selaput sel, membuat sel sulit memasukkan makanan dan membuang sampah. Akhirnya sel tersebut mati. Begitulah cara alam menghentikan kehidupan, kata sang ahli Rusia.

Pertanyaannya sekarang: dapatkah proses tersebut dilawan dan sampai berapa jauh? “Jadi, dengan mencegah aterosklerosis kita bisa mengendalikan penuaan dan kematian?” anda tentu bertanya begitu. Saya juga. “Ya,” begitu kira-kira jawabannya. Caranya, melalui pencegahan, bukan pengobatan. Sebab, sekali fungsi pembuluh darah hilang, sulit memulihkannya kembali. Langkah terpenting yang dapat anda ambil adalah: membatasi masukan kolesterol makanan. Caranya, kurangi makan daging (apalagi lemak) hewan, perbanyak sayuran, buahan. Sayur dan buah, selain membuat darah anda lebih encer (lihat Monitor Aku Tahu edisi 55), serat dan vitamin C kandungannya membantu penurunan kadar kolesterol badan anda. Gunakan minyak nabati (kecuali minyak kelapa). Ini khususnya berlaku bagi anda yang telah menginjak umur 30 lebih tahun. Bahan makanan yang rendah atau bebas kolesterol, banyak di pasaran, tinggal anda pilih.

Bila kadar kolesterol darah anda sudah melampaui batas aman, harus dilakukan tindakan pengobatan. Misalnya menelan tablet yang mengandung bahan pengikat kolesterol tubuh agar dikeluarkan dalam tinja. Di Rusia, sedang dikembangkan obat yang hanya perlu dimakan 10 hari dalam setahun untuk menjamin terkendalinya lemak (kolesterol adalah sejenis lemak) darah anda. Bila diperlukan, misalnya keadaannya berat dan memiliki unsur keturunan, digunakan teknik hemosorpsi. Yakni semacam mencuci darah. Darah dikeluarkan, dilewatkan pada sorben (pengikat) khusus yang akan membuang kelebihan kolesterol darah. Bukti bahwa penurunan kolesterol darah bermanfaat timbul dari hasil penelitian yang diorganisir Badan Kesehatan Sedunia (World Health Organization). Dari 3000 sukarelawan dari berbagai negara yang diteliti selama 7 tahun, ternyata dengan menurunkan kadar kolesterol darah mereka (dengan obat) sebanyak 25 persen, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) dapat diturunkan sebanyak 50 persen. Artinya, orang-orang yang tadinya akan mati lebih awal akibat aterosklerosis, kini umumya bisa diperpanjang. Tapi, apakah lantas ini berarti proses menua sudah bisa kita atasi? Tampaknya belum, setidak-tidaknya pada masa ini helum dapat kita jawab secara pasti.

Kini, di Vladimir, sedang diadakan penelitian atas 500 buruh pabrik. Ternyata 40 persen membutuhkan pertolongan medis, berdasarkan teori penuaan akibat aterosklerosis di atas. Mereka ini tengah menjadi “kelinci percobaan” keefektifan teori Lopukhin di atas. Kita tunggu saja, apakah yang dapat diatasi hanya penyakit aterosklerosis, ataukah proses menua pun berhasil ditanggulangi dengan menyeimbangkan kolesterol tubuh. ? Willie J./Yuri Lopukhin

Sumber: Majalah AKUTAHU/PEBRUARI 1988

Share
%d blogger menyukai ini: