Pengelolaan Sampah; Presiden: Butuh Terobosan Sistemik

- Editor

Rabu, 24 Juni 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo, Selasa (23/6), memimpin rapat kabinet terbatas tentang pengelolaan sampah. Presiden menginginkan ada terobosan pengelolaan sampah secara terpadu dan sistemik.

“Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali ide pengolahan sampah dari kota-kota di negara kita. Namun, yang saya tahu, belum ada satu kota pun yang berhasil menangani sampah. Belum ada,” kata Presiden Jokowi saat membuka rapat di Kantor Presiden, Selasa (23/6). Hadir dalam rapat antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, serta Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan.

Presiden membandingkan dengan negara lain, seperti Jerman, Singapura, dan Korea Selatan, yang memiliki pengolahan sampah baik. Pengelolaan sampah di dalam negeri masih sebatas mengumpulkan, mengangkut, dan menimbun. Tanpa ada pengolahan memadai, penimbunan sampah justru berbahaya karena mencemari air tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa dan produksi sampah 0,7 kilogram per orang, timbunan sampah nasional per hari mencapai 175.000 ton. Dalam setahun, ada sekitar 64 juta ton. Bahkan, tahun 2019 Indonesia diperkirakan “memproduksi” 67,1 ton sampah.

Problem yang ada, menurut Presiden, lebih banyak pada sisi regulasi. “Saya pernah mencoba waktu jadi wali kota, kesulitan karena regulasi kita ruwet. (Saat jadi gubernur) Di DKI Jakarta juga sama, karena regulasi yang ada,” katanya.

Presiden menilai pengelolaan sampah perlu menjadi program pemerintah yang sangat penting. Program pengelolaan sampah perlu dilakukan terpadu dan sistemik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha.

Yang paling penting, menurut Presiden, pengelolaan sampah harus memberi manfaat ekonomi dan lingkungan. Pengelolaan itu juga harus dapat mengubah perilaku masyarakat.

“Perlu sebuah terobosan membangun sistem yang terpadu, mulai dari rumah tangga, pemilahan, penjemputan, hingga tempat pembuangan akhir. Kita ingin segera punya salah satu kota/kabupaten yang bisa dijadikan contoh pengelolaan sampah yang betul,” tuturnya.

Menurut Siti Nurbaya, pihaknya menyiapkan sejumlah gagasan pengelolaan sampah yang melibatkan beberapa pihak. Sejumlah regulasi yang dinilai menghambat masih dalam kajian.

Beragam gagasan tersebut masih perlu dibahas dan dimatangkan terlebih dahulu di tingkat Menko Perekonomian sebelum akhirnya dibahas kembali pada sidang kabinet. (WHY)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 Juni 2015, di halaman 14 dengan judul “Presiden: Butuh Terobosan Sistemik”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 17 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru