Home / Berita / Penelitian Ilmiah Berkembang

Penelitian Ilmiah Berkembang

Karya ilmiah yang digagas peneliti remaja di Indonesia semakin berkembang. Tak hanya penelitian di bidang pengetahuan hayati dan teknik, penelitian di bidang kependudukan, kebumian, dan maritim juga mulai bermunculan.

“Jumlah proposal yang diajukan naik dari 1.700 menjadi 2.401 proposal,” kata Laksana Tri Handoko, Ketua Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) sekaligus Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hal itu ia ungkapkan dalam Acara Pengumuman Lomba dan Malam Penganugerahan Lomba Karya Ilmiah Remaja ke-47 dan National Young Inventor Award (NYIA) ke-8, Kamis (27/8) di Jakarta.

dua-remaja-asal-bali-ini-bikin-antibiotik-dari-alga-hijau-165204-1Selain itu, kreativitas dan inovasi yang ditawarkan oleh remaja juga semakin berkembang. Sebagai contoh, muncul inovasi baru berupa teknologi robot pembersih udara bernama AS-HUR. Robot itu mampu mensterilkan udara yang terpolusi.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan, ide kreatif remaja Indonesia perlu terus didukung. Ia berharap generasi muda terus melakukan penelitian hingga di perguruan tinggi.

Pemenang
Dari 53 karya ilmiah yang lolos dalam final, terdapat enam proposal yang mengangkat tema kependudukan, kebumian, dan maritim terpilih sebagai karya ilmiah terbaik. Karya ilmiah di bidang ilmu pengetahuan kebumian dan maritim dimenangkan Ni Putu Intan (15) dan Cok Laksmi Pradna (16) dari SMAN 3 Denpasar. Kedua pelajar itu meneliti pemanfaatan fitoplankton Melosira sp, Navicula sp, Nitzsuchia sp di perairan Bali dan Lombok sebagai sumber antibiotika. “Dari hasil penelitian kami, ketiga fitoplankton itu mempunyai sifat yang mampu menghambat bakteri,” kata Intan seusai menerima penghargaan. Hasil penelitian itu dapat dikembangkan untuk mengetahui potensi alam di kawasan pantai.

Karya ilmiah terbaik di bidang Kependudukan dimenangkan Erni (16) dari SMAN 63 Jakarta. Pelajar kelas XII itu meneliti minat remaja dalam berwirausaha. Adapun karya pelajar asal SMKN 1 Kedungwuni, Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja, menyabet juara I pada kategori NYIA.

Pemenang berkesempatan mengikuti International Science and Engineering Fair di Amerika Serikat.. Mereka juga akan berkompetisi pada International Young Inventors Award. (B08)
——————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Agustus 2015, di halaman 12 dengan judul “Penelitian Ilmiah Berkembang”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Tiktok dan ”Techno-nationalism”

Bytedance-Oracle-Walmart sepakat untuk membuat perusahaan baru yang akan menangani Tiktok di AS dan juga seluruh ...

%d blogger menyukai ini: