Napak Tilas Pendirian UGM

- Editor

Kamis, 7 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagai rangkaian peringatan Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada akan menggelar Nitilaku Perguruan Kebangsaan yang diwarnai dengan berbagai kegiatan budaya. Ditargetkan sebanyak 7.000 alumni akan terlibat dalam kegiatan yang diadakan untuk mengenang proses pendirian UGM ini.

Para peserta Nitilaku akan berjalan kaki sejauh 6 kilometer dari Pagelaran Keraton Yogyakarta menuju Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada di kawasan Bulaksumur, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Paling tidak enam Menteri Kabinet Kerja yang merupakan alumni UGM dijadwalkan mengikuti kegiatan yang akan diselenggarakan pada Minggu (17/12) ini.

Dihubungi pada Rabu (6/12), Ketua Panitia Nitilaku Perguruan Kebangsaan 2017, Hendrie Adji Kusworo, mengatakan, tahun ini Nitilaku bertransformasi menjadi peristiwa budaya. Dalam transformasi ini, terdapat empat elemen yang saling bersinergi yakni akademisi UGM, masyarakat, swasta, dan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun ini Nitilaku bertransformasi menjadi peristiwa budaya. Dalam transformasi ini, terdapat empat elemen yang saling bersinergi yakni akademisi UGM, masyarakat, swasta, dan pemerintah.”

Unsur-unsur sejarah perjuangan dan kebangsaan serta keberagaman Nusantara menjadi nilai utama dari kegiatan Nitilaku. “Para peserta pawai akan menggunakan kostum dengan tema perjuangan dan kostum adat dari seluruh Indonesia,” tutur Hendrie.

Sepanjang perjalanan dari Pagelaran Keraton Yogyakarta hingga Balairung, Gedung Pusat UGM, para peserta dan masyarakat akan disuguhi beragam pertunjukan seni tradisional dan modern di 20 panggung. Sedangkan di Gedung Pusat UGM, tersedia 5 panggung utama untuk penampilan berbagai macam seni pertunjukan.

“Para penampil merupakan mahasiswa, alumni, berbagai komunitas seni, masyarakat, hingga anggota Kabinet Kerja yang merupakan alumni UGM” ujar Hendrie. Sedikitnya akan ada 12 unit kegiatan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini.

Simbolisasi sejarah UGM
Rektor UGM, Panut Mulyono mengatakan keberadaan UGM tidak terlepas dari peran penting Sultan Hamengku Buwono dan Keraton Yogyakarta. Berdasarkan catatan sejarah, kegiatan belajar dan mengajar UGM kali pertama dilakukan di Pagelaran Keraton Yogyakarta.

“Kemudian, ketika kampus Bulaksumur sudah dibangun, kegiatan belajar mengajar pindah ke bangunan yang sekarang bernama Gedung Pusat UGM,” ujar Panut.

Ribuan civitas akademika maupun alumni Universitas Gadjah Mada akan mengikuti pawai budaya Nitilaku Perguruan Kebangsaan 2017 untuk mengenang sejarah berdirinya kampus itu. Nitilaku, lanjut Panut, adalah pawai budaya sebagai simbolisasi sejarah UGM yang berawal dari Keraton Yogyakarta.

“Nitilaku adalah pawai budaya sebagai simbolisasi sejarah UGM yang berawal dari Keraton Yogyakarta.”

Pada hari sebelumnya Ketua Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan pemaparan terkait kegiatan ini, di UGM.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menilai bahwa kegiatan Nitilaku bermanfaat untuk mengangkat sejarah masa lalu, mengangkat kearifan lokal juga dapat menghidupkan seni dan budaya khususnya yang ada di Yogyakarta.–DIMAS WARADITYA NUGRAHA

Sumber: Kompas, 7 Desember 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB