Kebudayaan Terintegrasi dengan Pendidikan

- Editor

Senin, 18 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingkungan Sekolah Jadi Sumber Belajar
Untuk memajukan kebudayaan Indonesia, berbagai macam aspek kebudayaan akan diintegrasikan dengan pendidikan. Gerakan seniman masuk sekolah merupakan kegiatan pembelajaran seni di sekolah di luar jam pelajaran dengan melibatkan para seniman daerah.

Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam pidato kunci Sarasehan Kebangsaan dan Peresmian Forum Dewan Guru Besar Indonesia, Sabtu (16/12), di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Hadir dalam acara itu Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron, Rektor UGM Panut Mulyono, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, para guru besar di berbagai perguruan tinggi, pimpinan adat, aliansi masyarakat adat Nusantara, dan pimpinan organisasi mahasiswa. ”Sekarang ini seniman-seniman kita beri kesempatan untuk masuk sekolah, terutama untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Kurikulum tetap, tetapi diperlonggar, sehingga siapa pun bisa masuk sekolah asalkan mempunyai sesuatu yang bisa dipraktikkan untuk para siswa,” kata Muhadjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru itu, kata Muhadjir, tidak harus mengajar. Guru cukup jadi pembimbing saja. Itu adalah rencana reformasi guru ke depan.

”Misalnya, untuk pelajaran menari di sekolah, tak usah guru yang mengajar, cukup mengundang penari profesional yang mengajar, termasuk tentara nanti akan mengajar tentang nilai-nilai kebangsaan. Mengajar baris-berbaris cukup mengundang tentara untuk mengajari siswa. Sekolah berubah jadi tempat bagi siapa pun yang ingin menanamkan nilai-nilai kebajikan, nilai-nilai kebudayaan,” tutur Muhadjir.

Menurut Muhadjir, semua lingkungan sekolah itu adalah ekosistem pendidikan, bisa dijadikan sumber belajar. Sumber belajar tidak harus dari guru, tidak harus dari perpustakaan, tetapi lingkungan itu juga sumber-sumber belajar. Guru bertindak mengawasi.

Muhadjir menambahkan, belajar bersama maestro adalah salah satu program untuk mengisi masa liburan siswa SMA/SMK. Hal itu bertujuan agar siswa menjadikan maestro sebagai sumber pembelajaran mengenai makna budaya, nilai budaya, dan kearifan lokal, serta melecut motivasi berprestasi dalam bidang kesenian

Dalam Peresmian Forum Dewan Guru Besar Indonesia itu, Ali mendorong semangat para dosen yang hadir agar segera menjadi guru besar (profesor).

Nitilaku
Tradisi tahunan pawai budaya Nitilaku (napak tilas) Perguruan Kebangsaan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Ke-68 UGM, Minggu (17/12), berlangsung semarak. Ribuan alumni dan sivitas akademika universitas itu berduyun-duyun mendatangi titik awal kegiatan, yakni di Alun-alun Utara, Yogyakarta.

Peserta kegiatan yang berwujud perjalanan dari Keraton Yogyakarta menuju kampus UGM itu menampilkan busana terbaik mereka untuk memeriahkan suasana. Sebagian besar peserta pria mengenakan pakaian tradisional khas Yogyakarta, yakni berpakaian motif lurik dan mengenakan belangkon. Peserta perempuan banyak terlihat menggunakan kebaya dan menggunakan caping untuk menutupi kepala. Tidak sedikit yang menggunakan kostum ala pejuang agar semakin selaras dengan tema ”Djogja djadoel sehari, Djogdja moeda kembali”.

Setelah berkumpul di Pagelaran Keraton Yogyakarta, peserta bersiap mengawali perjalanan dari titik start di tengah Alun- alun Utara. Pukul 06.50, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Ganjar Pranowo dan Rektor UGM Panut Mulyono mengangkat bendera start sebagai penanda dimulainya perjalanan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono turut hadir. (SIG/DRA)

Sumber: Kompas, 18 Desember 2017

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 26 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB