Peran Guru Dioptimalkan Tak Sekadar Mengajar

- Editor

Senin, 2 Juli 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan bantuan pendampingan Kurikulum 2013 (K13) kepada sekolah-sekolah. Langkah tersebut bertujuan mempertajam peran guru sebagai pendidik yang memberikan keteladanan kepada peserta didik.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, akhir pekan lalu, mengharapkan kepala sekolah mampu membantu guru memahami perannya sebagai pendidik, bukan sekadar pengajar.

KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA–Guru-guru SMP sedang mengikuti pelatihan cara mengoreksi hasil ujian Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Rabu (11/4/2018)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Pembelajaran yang diterapkan di sekolah hendaknya fleksibel serta mampu memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan kecakapan peserta didik,” kata Mendikbud.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad mengungkapkan, terdapat sekitar 78.000 sekolah yang memasuki tahap akhir implementasi Kurikulum 2013. ”Tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Tahun ini semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa kecuali,” ujar Hamid.

Pendampingan sekolah penerima bantuan akan dilaksanakan pada Agustus-Desember 2018. Tujuannya, memperkuat pemahaman mengenai K13 berikut perubahannya di lapangan serta membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah.

Target penerapan
Hamid menyebut ada tiga target implementasi K13. Pertama, perubahan pendidikan karakter yang terintegrasi di sekolah. Baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.

Kedua, perubahan budaya literasi di sekolah. Contohnya, guru dapat menargetkan siswanya menuntaskan 4-5 buku bacaan per tahun.

Ketiga, sekolah mampu memperkenalkan dan melatih keterampilan abad ke-21 kepada peserta didik. Siswa harus dilatih berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi. (DNE)–LARASWATI ARIADNE ANWAR

Sumber: Kompas, 2 Juli 2018

Informasi terkait

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 20:13 WIB

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB

Artikel

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:13 WIB

Artikel

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:33 WIB

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB