Sekolah Berkolaborasi Perluas Sumber Belajar

- Editor

Selasa, 2 Januari 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah bukan lagi satu-satunya sumber belajar. Namun, sekolah dapat mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan dengan menggalang kolaborasi dan sinergi untuk memanfaatkan beragam sumber belajar yang tersedia bagi optimalnya potensi belajar siswa.

Linda Herlina, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang dihubungi dari Jakarta, Senin (1/1), mengatakan, dalam pendidikan seni budaya, kolaborasi terbuka lebar. Di luar sekolah, ada beragam fasilitas seni budaya milik pemerintah daerah hingga masyarakat, termasuk para seniman lokal.

“Guru tidak boleh lagi merasa yang paling tahu semua hal terkait bidangnya. Apalagi dengan semangat penguatan pendidikan karakter atau PPK yang harus diterapkan sekolah, kolaborasi sekolah, lingkungan, dan keluarga harus berjalan,” kata Linda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Linda mencontohkan, penguatan seni budaya juga menjadi komitmen sekolah, selain untuk menyalurkan potensi dan bakat siswa, juga untuk pembentukan karakter. “Sekolah kami punya ekstrakurikuler seni budaya yang menggandeng seniman lokal sebagai pelatih. Tiap tahun ada gelar seni yang menjadi ajang bagi siswa untuk menampilkan kreasi mereka dalam seni budaya di sekolah,” kata Linda, guru seni budaya SMAN 1 Kota Sukabumi.

Sekolah pun menggandeng seniman lokal untuk ikut mengajar siswa. Para seniman lebih piawai dalam melatih siswa untuk terampil menguasai beragam aktivitas seni.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, sekolah saat ini harus mulai mengembangkan kurikulum. Artinya, sekolah harus mampu mengoptimalkan sumber belajar, baik di sekolah maupun lingkungan, untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang mendukung layanan pendidikan bermutu.

“Paradigma harus diubah bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar. Namun, lingkungan sekolah, mulai dari orang, lembaga, hingga aktivitas di sekitar sekolah, juga harus dilirik sebagai sumber belajar, termasuk perkembangan teknologi digital dapat memperkuat sumber belajar di sekolah,” ujar Muhadjir.

Menurut Muhadjir, dengan memanfaatkan beragam sumber belajar di sekitar, sekolah dapat melirik kecerdasan, kearifan, dan keunggulan lokal. “Implementasi PPK antara lain juga untuk mendorong sekolah mengidentifikasi sumber belajar. Sekolah mesti mengetahui aktivitas siswa di luar sekolah,” kata Muhadjir.

Dalam gerakan literasi nasional, termasuk gerakan literasi sekolah, misalnya, kolaborasi dan sumber daya dibutuhkan. Penguatan gerakan literasi anak-anak sekolah butuh dukungan yang holistik dan kolaboratif. Selain ketersediaan beragam bacaan yang bermutu, penguatan literasi juga memerlukan guru-guru yang cakap mengembangkan kemampuan membaca siswa.

Dukungan bagi penguatan literasi siswa Indonesia salah satunya diberikan Google.org lewat pemberian hibah kepada gerakan masyarakat di bidang pendidikan dan literasi, yakni Inibudi, Room to Read, dan Taman Bacaan Pelangi, pada akhir tahun lalu. Bantuan tersebut untuk meningkatkan kemampuan membaca 200.000 anak usia sekolah di seluruh Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Bantuan itu juga akan digunakan untuk membangun platform digital yang mempermudah akses ke cerita anak dalam bahasa Indonesia. (ELN)

Sumber: Kompas, 2 Januari 2018

Informasi terkait

Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Berita ini 7 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Berita Terbaru

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB