Home / Berita / Presiden Hadiri Peringatan Dies Natalis Ke-68 UGM

Presiden Hadiri Peringatan Dies Natalis Ke-68 UGM

Presiden Joko Widodo menghadiri puncak peringatan Dies Natalis Ke-68 Universitas Gadjah Mada, Selasa (19/12) pagi, di Grha Sabha Pramana UGM, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam acara tersebut, Presiden menyatakan, perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam pembangunan bangsa.

Berdasarkan pantauan Kompas, Presiden memasuki Grha Sabha Pramana UGM sekitar pukul 09.30. Selain Presiden, puncak peringatan Dies Natalis UGM Ke-68 juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir; Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang juga Ketua Majelis Wali Amanat UGM; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi; Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian; dan Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X.

Presiden menyatakan, sampai kapan pun, perguruan tinggi akan menempati peran sentral dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebab, perguruan tinggi memiliki peran untuk menciptakan sumber daya manusia yang andal, melahirkan karya riset-riset yang unggul, serta menjawab tantangan zaman. Namun, Presiden juga mengingatkan perguruan tinggi akan menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan zaman.

”Yang kita harus waspadai adalah tantangan zaman yang selalu berubah, yang sangat-sangat dinamis saat ini,” kata Presiden Joko Widodo yang juga alumnus UGM.

KOMPAS/HARIS FIRDAUS–Presiden Joko Widodo berjalan menuju Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (19/12). Presiden berkunjung ke Fakultas Kehutanan UGM setelah menghadiri puncak peringatan Dies Natalis UGM Ke-68 di Grha Sabha Pramana UGM.

Menurut Presiden, pada masa sekarang ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Bahkan, ke depan perkembangan teknologi baru, misalnya teknologi digital, teknologi robotik, dan kecedasan buatan, akan sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. ”Inilah perubahan sekarang yang begitu sangat cepat,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menyatakan, UGM berkomitmen mengawal, mengembangkan, dan menjaga keilmuan dan kebudayaan di Indonesia. Dia menambahkan, UGM juga akan ambil bagian dalam upaya mendorong terwujudnya kemandirian serta kedaulatan bangsa dalam berbagai bidang.

UGM berkomitmen mengawal, mengembangkan, dan menjaga keilmuan dan kebudayaan di Indonesia.

”UGM hadir dan menjadi bagian dari realitas masyarakat. UGM harus menuntun masyarakat mencari mata air ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang tiada habisnya untuk dikembangkan demi mengatasi permasalahan dalam dinamika masyarakat, mengantisipasi tantangan, serta memimpin dan menggerakkan kemajuan peradaban sepanjang zaman,” papar Panut.–HARIS FIRDAUS

Sumber: Kompas, 19 Desember 2017
—————–
Ciptakan Ekosistem Kewirausahaan

KOMPAS/HARIS FIRDAUS–Presiden Joko Widodo menghadiri puncak peringatan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-68, Selasa (19/12) pagi, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak terciptanya ekosistem kewirausahaan bagi pelaku usaha pemula. Dengan kemampuan yang dimilikinya, kampus sudah seharusnya menjembatani pelaku usaha tumbuh hingga mandiri. Peran sentral inilah yang dapat dimainkan perguruan tinggi untuk menggerakkan perekonomian nasional.

Pandangan ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan kuliah umum pada Rapat Terbuka Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dalam rangka Dies Natalis Ke-68 UGM, Selasa (19/12). ”Perguruan tinggi harus menjadi bagian ekosistem nasional kewirausahaan,” kata Presiden Joko Widodo yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985.

Saat mengunjungi almamaternya, Presiden juga sempat menghadiri temu kangen dengan alumni, dosen dan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, dalam suasana yang sangat cair. Presiden bercerita saat-saat kuliah di UGM, mulai dari nomor induk mahasiswa 1681 yang melengkapi tanda tangannya hingga saat ini, hingga bertemu dengan dosen pembimbing skripsinya saat itu, Kasmujo.

Dalam kunjungan ke UGM tersebut, Presiden didampingi Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, dan sejumlah pejabat lainnya.

Masih rendah
Presiden menyatakan, semangat kewirausahaan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Salah satu indikasinya, pada 2017, peringkat kewirausahaan Indonesia berada di rangking ke-90 dari 137 negara.

Presiden mengingatkan, ekosistem kewirausahaan tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Perguruan tinggi juga harus mengambil peran dalam mengembangkan ekosistem itu.

Presiden juga mengatakan, semangat kewirausahaan tidak semata bertujuan menghasilkan laba bagi perusahaan, tetapi juga bisa memberi keuntungan bagi masyarakat luas. Presiden mencontohkan, di kalangan anak muda saat ini, sudah muncul banyak sociopreneur yang mencoba memecahkan masalah-masalah sosial melalui kewirausahaan.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, perguruan tinggi harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terus terjadi, termasuk yang ditimbulkan oleh teknologi digital. UGM berupaya melakukan adaptasi, antara lain melalui program Innovative Academy yang bertujuan melahirkan entrepreneur di bidang digital. Melalui program itu, para mahasiswa UGM berhasil mengembangkan sejumlah aplikasi digital yang menarik.

Salah satu contohnya adalah aplikasi Desa Apps yang memungkinkan para petani di desa- desa untuk berkonsultasi dengan para ahli pertanian. Selain itu, ada pula aplikasi Pasienia yang memungkinkan para pasien atau penderita penyakit tertentu bisa berbagi cerita dan saling menguatkan. ”Aplikasi Pasienia menjadi pemenang kompetisi Google Business Group Stories di California, Amerika Serikat,” kata Panut. (NDY/HRS)

Sumber: Kompas, 20 Desember 2017

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Kenormalan Baru Jangan Jadi Abnormal Lagi

Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar demi aktivitas ekonomi harus dilakukan secara hati-hati dengan kajian epidemiologis. ...

%d blogger menyukai ini: