Home / Berita / Dies Natalis UNDIP, Wapres: Kampus Berperan Naikkan Daya Saing Bangsa

Dies Natalis UNDIP, Wapres: Kampus Berperan Naikkan Daya Saing Bangsa

Turunnya daya saing bangsa Indonesia dari peringkat ke-37 menjadi ke-41 dari 138 negara di dunia terus menjadi perhatian pemerintah. Kalangan perguruan tinggi atau kampus berperan untuk membantu pemerintah mengupayakan peningkatan daya saing bangsa.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyampaikan hal tersebut dalam orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis Ke-59 Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/10). Kalla mengingatkan, perguruan tinggi merupakan lembaga yang berfungsi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sementara SDM merupakan penentu tinggi dan rendahnya daya saing bangsa.

Menurut Kalla, jika suatu bangsa memiliki banyak SDM berkualitas, bangsa tersebut akan dengan mudah memenangi kompetisi. Sebaliknya apabila kualitas SDM di sebuah negara rendah, bangsa tersebut akan sulit memenangi kompetisi antar-bangsa yang kian sengit pada era pasar bebas seperti sekarang ini.

“Peran universitas dalam memajukan bangsa harus terus dijaga sehingga daya saing bangsa bisa meningkat. Sebab, seperti sepak bola, yang memenangi pertandingan adalah mereka yang punya lapangan bagus, pengalaman bertanding, dan pelatih yang baik,” tuturnya.

Di hadapan Senat Akademik, akademisi, dan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Kalla menjelaskan, daya saing merupakan kemampuan seseorang atau sebuah bangsa bersaing dengan orang atau negara lain. Setidaknya ada tiga syarat sebuah bangsa bisa memenangi persaingan, yakni SDM, teknologi, dan inovasi.

UndipKekayaan alam saja tidak cukup membuat sebuah bangsa bisa bersaing dengan bangsa lain. Hal itu juga berlaku bagi Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia akan sulit memenangi kompetisi jika tidak memiliki SDM berkualitas.

Menurut Kalla, menciptakan SDM berkualitas merupakan salah satu tugas perguruan tinggi. “Dan tentu saja SDM berkualitas harus bisa ditemukan di universitas-universitas dan perguruan tinggi lainnya,” katanya.

Sementara penentu daya saing bangsa lain, menurut Wapres, adalah inovasi dan teknologi. Oleh karena itu, perguruan tinggi juga diharapkan meningkatkan penelitian untuk mencari inovasi atau terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kembangkan riset
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir juga meminta kalangan kampus, termasuk Undip, terus mengembangkan riset dan menciptakan inovasi-inovasi baru. Sebab, turunnya peringkat daya saing Indonesia dari peringkat ke-37 jadi peringkat ke-41 salah satunya disebabkan turunnya indeks inovasi. Menurut penilaian World Economic Forum, indeks inovasi Indonesia masih sebesar 4,0, dan peringkatnya turun dari ke-30 pada tahun 2015 menjadi peringkat ke-31.

“Laboratorium itu jangan hanya untuk mengenal sejarah, tetapi juga untuk menghasilkan inovasi. Kalau ada inovasi juga harus dipatenkan, jangan hanya disimpan dan ditanggalkan di perpustakaan,” ujarnya.

Sementara dalam pidatonya, Rektor Undip Yos Johan Utama menyampaikan keinginan para akademisi untuk menjadikan Undip sebagai universitas riset. Penelitian terbanyak yang dilakukan Undip adalah di bidang kemaritiman, yakni mencapai 60 persen. Seluruh riset ditujukan untuk membantu masyarakat dan membantu pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan di semua bidang. (NTA)
———-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Oktober 2016, di halaman 12 dengan judul “Wapres: Kampus Berperan Naikkan Daya Saing Bangsa”.
——————–

Masa Depan Semakin Baik dengan Pendidikan Tinggi yang Semakin Baik

“Selamat datang di kampus Undip tercinta ini,” ucap Ketua Senat menyambut para hadirin pada Peringatan Dies Natalis Universitas Diponegoro (Undip) ke-59 di Gedung Prof. Sudarto pagi tadi, Sabtu (15/10). Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia saat menghadiri Acara Puncak Peringatan Dies Natalis tersebut. Acara ini turut dihadiri pula oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemenristekdikti Intan Ahmad, Wakil Gubernur Jawa Tengah, segenap sivitas akademika serta alumni Undip dan perguruan tinggi di daerah Jawa Tengah.

Mengingat perjalanan panjang dan peran Undip sejak tahun 1957 serta melihat status prestisiusnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), Undip dipercaya memiliki potensi besar menjadi salah satu PT yang dapat menciptakan masa depan lebih baik bagi Indonesia.

“Pendidikan tinggi merupakan garis depan pembangunan suatu bangsa, sehingga sudah selayaknya perkembangannya disesuaikan dengan trend global,” ujar Menteri Nasir.

Untuk itu, Menteri Nasir berharap agar Undip dapat terus membangun sinergitas serta kolaborasi penelitian lintas fakultas dan lintas institusi yang mampu menghasilkan inovasi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Daya Saing Bangsa
Tentunya kita berharap bahwa negara kita akan terus maju, sehingga betul-betul bisa masuk ke kategori negara innovation driven seperti yang telah dicapai negara maju. Pada saat itu, peran SDM, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sudah sangat dominan dan menjadi tulang punggung daya saing nasional, jelas Nasir.

“Walaupun demikian, kita akui bahwa beberapa Universitas di Indonesia, termasuk Undip telah dapat berkontribusi terhadap daya saing bangsa melalui berbagai kontribusi dan hasil inovasi yang tercipta di kampus,” terang Nasir.

Menteri Nasir berharap Perguruan Tinggi di Indonesia dapat memberikan dampak yang positif terhadap kemajuan kesejahteraan dan sosial ekonomi Indonesia.

Masih mengenai daya saing bangsa, Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla dalam orasinya meminta Perguruan Tinggi untuk terus berinovasi demi mencapai daya saing bangsa yang lebih baik. “Perguruan tinggi harus memandang ke depan dengan bekerja keras sesuai dinamika yang berkembang,” tegasnya.

Wapres JK menambahkan, daya saing itu seperti pertandingan. “Bagaimana untuk lebih baik, lebih murah, dan lebih cepat. Itulah 3 inti daya saing,” tekan Wapres pada kesempatan tersebut. (FLH)

Sumber: Info Ristek Dikti, October 15, 2016

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: