Tidak Cukup Menjadi Agen Pendidikan

- Editor

Jumat, 16 Januari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perguruan tinggi Indonesia harus berperan dalam meningkatkan daya saing bangsa. Untuk itu, perguruan tinggi didorong mampu menghasilkan inovasi dan lulusan berkualitas sebagai salah satu kunci penting mendongkrak indeks daya saing Indonesia secara global.


Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo, di Jakarta, Kamis (15/1), mengatakan, restrukturisasi Kemenristek dan Dikti menuntut kehadiran pendidikan tinggi berkualitas agar mampu menghadirkan inovasi sebagai pendukung daya saing bangsa. Itulah arahan dalam pembangunan pendidikan tinggi di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Agen pembangunan
Patdono mengatakan, perguruan tinggi diarahkan untuk berkontribusi dalam melepaskan Indonesia dari jebakan negara ekonomi berpenghasilan menengah. Untuk itu, perguruan tinggi didorong mengembangkan riset dan pengabdian masyarakat yang tidak hanya memperkuat keilmuan, tetapi juga mampu melahirkan beragam inovasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inovasi akan mendorong perekonomian bangsa. Dengan kekuatan inovasi ini, Indonesia akan mampu meningkatkan indeks daya saing di antara negara-negara lain.

Perguruan tinggi, lanjut Patdono, juga harus bisa memenuhi harapan masyarakat. Peran perguruan tinggi tidak lagi terbatas sebagai agen pendidikan, tetapi meningkat menjadi agen pembangunan ekonomi lewat riset dan pengabdian masyarakat. Selain itu, persoalan rendahnya publikasi internasional juga harus diselesaikan.

Peningkatan peran perguruan tinggi dan lembaga riset untuk bisa melahirkan beragam inovasi yang bermanfaat tersebut diharapkan terwujud dengan peningkatan anggaran Kemenristek dan Dikti yang mencapai sekitar Rp 41,5 triliun. Peleburan bidang riset dan teknologi serta pendidikan tinggi tersebut menghasilkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan; Ditjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi; Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti; Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan; serta Ditjen Penguatan Inovasi.

Menurut Patdono, peningkatan mutu perguruan tinggi penting dan membutuhkan perhatian serius. Selain itu, perlu peningkatan kualitas pengendalian internal pendidikan tinggi, akreditasi perguruan tinggi, dan program studi.

Staf Ahli Ditjen Pendidikan Tinggi Paulina Pannen mengatakan, penjaminan mutu perguruan tinggi diperlukan. Pemberian izin pembukaan perguruan tinggi dan program studi baru pun harus mengacu pada ketentuan yang ada untuk menghadirkan perguruan tinggi yang memenuhi standar. (ELN)

Sumber: Kompas, 16 Januari 2015

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 12 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB