Home / Berita / Mengapa Kuku Manusia Terus Tumbuh Sampai Meninggal?

Mengapa Kuku Manusia Terus Tumbuh Sampai Meninggal?

Sejak lahir, jari jemari tangan dan kaki manusia sudah dimahkotai kuku. Kuku manusia mulai tumbuh saat mereka berumur 20 minggu di dalam rahim ibunya dan akan terus tumbuh hingga meninggal dunia. Selama rentang hidupnya itu, manusia akan menghabiskan waktu selama beberapa ratus jam untuk memotong, membentuk, membersihkan hingga menghias kuku.

Kuku atau tepatnya disebut lempeng kuku (nail plate) tersusun dari keratin, zat mati nan keras yang juga menyusun rambut dan kulit manusia. Meski berupa zat mati, kuku sebenarnya berasal dari sel hidup yang dihasilkan oleh bagian yang disebut matriks kuku. Bagian yang sering dianggap sebagai ‘akar’ kuku itu terletak di belakang kutikula atau lapisan kulit di pangkal kuku.

Matriks kuku berbentuk mirip kantung kecil daging yang terhubung dengan pembuluh darah sebagai pemasok nutrisi yang dibutuhkan untuk membuat sel baru. Sel baru itu akan jadi keratin yang secara perlahan akan terdorong ke depan, ke luar dari bawah kulit menuju ruang terbuka di ujung jari, akibat desakan sel-sel baru yang terbentuk di belakangnya. Sel keratin lebih tua, akan tumbuh merata dan mengeras hingga membentuk lempeng kuku yang kuat.

“Pembelahan sel-sel matriks yang berlangsung terus menerus akan mendorong lempeng kuku ke depan di atas palung kuku (nail bed) dengan kecepatan rata-rata 3 milimeter per bulan untuk kuku tangan dan 1 milimeter per bulan untuk kuku kaki,” kata ahli anatomi manusia dari Universitas Australia Barat, Australia, Amanda Meyer seperti dikutip Live Science, 20 April 2019.

Keberadaan sel-sel keratin yang diproduksi secara konstan membuat kuku akan tumbuh terus. Kondisi itu sama seperti keadaan sebagian besar sel-sel di tubuh manusia yang meregenerasi diri mereka secara berkelanjutan hingga menghasilkan sel-sel yang senantiasa baru.

Meski demikian dikutip dari hooked-on-nails.com, situs bagi ahli kuku dan konsumen yang tertarik dengan perawatan dan kesehatan kuku, 19 Maret 2015, laju pertumbuhan kuku di setiap jari berbeda. Banyak faktor yang menentukan pertumbuhan tersebut, mulai dari faktor keturunan hingga kondisi kesehatan setiap orang.

Kuku ibu jari atau jempol akan tumbuh sepanjang 3,8 sentimeter per tahun dengan kuku ibu jari sebelah kiri biasanya lebih cepat dibanding ibu jari sebelah kanan. Kuku jari telunjuk tumbuh lebih cepat dibanding jari yang lain. Semakin panjang jari, akan semakin cepat pula kuku bertumbuh.

Namun, seiring bertambahnya usia, pertumbuhan kuku pun melambat. Pertumbuhan kuku mencapai puncaknya pada usia 10-14 tahun dan mulai melambat setelah berumur 20 tahun. Kuku juga tumbuh lebih cepat di musim panas daripada di musim dingin. Sementara pada perempuan, kuku ibu hamil tumbuh lebih cepat dan akan kembali normal setelah persalinan.

Selain umur, pelambatan pertumbuhan kuku juga bisa disebabkan oleh kurang aktifnya tangan. Mereka yang memiliki tangan aktif bergerak maka pertumbuhan kukunya pun akan lebih cepat. Paparan udara, kekurangan gizi, infeksi, psoriasis atau peradangan kulit hingga obat-obatan tertentu juga bisa memengaruhi pertumbuhan kuku.

Pertumbuhan kuku akan terhenti saat manusia meninggal dunia. Meski dalam sejumlah budaya populer dan mitos medis disebutkan kuku tetap tumbuh saat seseorang mati, namun para ahli membantahnya.

Doris Day, dokter kulit di New York, Amerika Serikat kepada Live Science, 15 Desember 2016, mengatakan setelah kematian, tubuh manusia akan mengalami dehidrasi sehingga kulitnya menyusut. Penyusutan kulit itu membuat kuku yang sebelumnya tertutup kulit menjadi terlihat lebih panjang. Ilusi optik itulah yang membuat kuku pada jenazah seolah terlihat tetap tumbuh.

Untuk tumbuh, kuku membutuhkan glukosa, gula sederhana yang membantu pembentukan energi pada tubuh. “Begitu tubuh mati, tidak ada lagi asupan glukosa. Akibatnya, sel-sel kulit, rambut dan kuku tidak akan lagi meregenerasi diri hingga tidak akan menghasilkan sel baru,” katanya.

Selain itu, Rachel C Vreeman dan Aaron E Carroll dalam Medical Myths di British Medical Journal, 22 Desember 2007 menyebut pertumbuhan kuku dan rambut melibatkan pengaturan hormon yang rumit. Proses pengaturan hormon itu terhenti saat manusia mati sehingga kuku dan rambut tidak mungkin bertambah panjang saat nyawa sudah tidak dikandung badan.

Kegunaan
Lantas, mengapa manusia mengembangkan struktur kuku yang rumit dan terus tumbuh?

Proses perkembangan kuku manusia sangat terkait dengan proses evolusi manusia, khususnya bagaimana nenek moyang primata yang di kemudian hari menjadi manusia beradaptasi dengan kehidupan di pepohonan.

Kurator di Divisi Fosil Primata di Pusat Lemur Duke, Carolina Utara, AS, Matthew Borths mengatakan primata atau kerabat dekat primata mengembangkan kuku untuk pertama kali pada 58 juta-55 juta tahun yang lalu. Saat itu, kehidupan primata terbatas di atas pohon.

“Secara umum, primata pandai memanjat pohon. Kuku kemungkinan muncul pertama kali untuk membantu primata menyelesaikan tugasnya (memanjat pohon),” katanya.

Dibanding binatang lain, jumlah jari-jemari primata lebih banyak. “Jari tangan dan kaki yang melebar memberi area permukaan yang lebih besar untuk berpegangan pada cabang pohon,” tambah Borths. Kondisi itu memberikan leluhur manusia cengkeraman yang lebih kuat saat harus bergerak di antara batang, cabang dan ranting pohon yang kompleks di habitat mereka.

Para ahli evolusi menilai kuku berperan sebagai tumpuan atau perancah bagi bantalan jari tangan dan kaki yang lebar dan berdaging. Saat ditekan ke bawah, daging di jari tangan dan kaki itu akan rata atau sejajar dengan kuku. Pola itu akan memperluas area permukaan pada jari tangan dan kaki hingga meningkatkan kekuatan cengkeraman primata dan memungkinkan mereka bergerak lebih lincah di pepohonan.

Struktur jari tangan dan kaki yang lebar juga sangat membantu nenek moyang manusia itu untuk mencari makanan. Dibandingkan dengan binatang penghuni pepohonan lainnya, primata sangat pandai mencari buah di ujung cabang pohon, lokasi yang lebih susah dijangkau namun umumnya memiliki banyak buah-buahan.

“Jari tangan dan kaki yang lebih besar dan lebar itu akan mengamankan cengkeraman primata saat berada di tempat yang sempit, seperti cabang dan ranting pohon yang kecil. Di lokasi itu, kemampuan primata untuk bermanuver gerakan secara berhati-hati jadi sangat penting (untuk menjaga keselamatannya),” kata Borths.

Kuku juga memiliki fungsi evolusi sebagai perisai mini yang menutupi ujung jari tangan dan kaki yang terbuka. Jari jemari manusia dipenuhi dengan ribuan saraf yang menjadikan jari sebagai indera peraba yang sensitif untuk mendeteksi kondisi lingkungan sekitar.

Jika dibandingkan di antara otak primata yang berperan dalam mengolah informasi indera peraba dari jari jemari mereka, maka bagian otak primata yang mengolah informasi tersebut jauh lebih besar dibandingkan hewan lain, misalnya kucing. Kondisi itu menunjukkan pentingnya kuku dalam membantu primata untuk terampil meraba dan menavigasi perjalanan mereka hingga terhindar dari bahaya.

Saat nenek moyang manusia tersebut turun dari pohon atau lebih banyak tinggal di atas tanah daripada di atas pohon, maka keterampilan, sensitivtas, dan kekuatan cengkeraman itu tetap berguna untuk membantu aneka pekerjaan yang menggunakan tangan, seperti pembuatan kriya atau penggunaan berbagai piranti. Dalam banyak hal, proses adaptasi jari jemari itu telah membentuk dasar dari berbagai tugas yang bisa dilakukan jari jemari manusia saat ini.

“Saat bisa menggunakan tangannya dengan cara yang sangat canggih dan halus, manusia adalah ‘superhero’ (dibanding primata lain),” kata Borths.

Bahan rapuh
Namun, jika kuku memiliki peran besar bagi manusia, mengapa kuku terbuat dari bahan yang lebih rapuh, tidak terbuat dari bahan yang lebih permanen, seperti selubung keras enamel yang melindungi gigi manusia? Mengapa kuku harus tumbuh terus menerus?

“Kuku yang terus bertumbuh secara konstan menguntungkan manusia karena meski mengalami trauma atau kerusakan, kuku tetap dapat tumbuh kembali. Bahkan jika kuku dicabut (tercabut), maka dia dapat tumbuh kembali,” kata Meyer. Setelah sedikit rehabilitasi, jari jemari akan terlindungi kembali.

Hal lain yang membuat manusia perlu menghargai pertumbuhan kuku adalah kenyataan bahwa tubuh manusia telah terjebak dalam proses adaptasi sepanjang evolusi. Proses pertumbuhan kuku bukan sesuatu yang ‘gratis’ dan berbiaya besar karena nutrisi yang dibutuhkan agar kuku tumbuh sehat dan kuat tidak bisa dialihkan pada organ atau jaringan tubuh manusia lainnya.

Namun, fakta bahwa kuku telah berkembang selama berjuta-juta tahun menunjukkan keuntungan atau manfaat kuku itu pasti sepadan dengan biayanya pembentukan dan perkembangannya yang besar. Jadi, jika suatu saat anda memotong, mengikir atau menghias kuku, anggaplah itu sebagai hak istimewa yang menghubungkan manusia dengan proses evolusinya yang paling awal.–M ZAID WAHYUDI

Sumber: Kompas, 6 Agustus 2019

Share
x

Check Also

Tiktok dan ”Techno-nationalism”

Bytedance-Oracle-Walmart sepakat untuk membuat perusahaan baru yang akan menangani Tiktok di AS dan juga seluruh ...

%d blogger menyukai ini: