Manfaatkan Lahan Alang-alang

- Editor

Senin, 21 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia memiliki lahan alang-alang (Imperata cylindrica) hingga 10 juta hektar. Area tumbuh miskin hara dan menjadi lahan telantar itu sebenarnya merupakan sumber daya lahan yang dapat disuburkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi berbasis biomassa.

“Sangat potensial,” kata Toshiaki Umezawa dari Research Institute for Sustainable Humanosphere, Universitas Kyoto, Jepang, Jumat (18/3), seperti dilaporkan wartawan Kompas, Yuni Ikawati, dari Jepang. Ia ketua tim peneliti dari Jepang dalam proyek Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (Satreps) III bekerja sama dengan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dipimpin Bambang Subiyanto.

Revegetasi daerah miskin hara dapat dilakukan dengan pemberian pupuk hayati dan pemberian mikroba tertentu untuk menggemburkan tanah. Proses rekondisi itu memakan waktu sekitar dua tahun sebelum penanaman dan perbaikan keragaman hayati kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah perbaikan tingkat kesuburan tanah, barulah dapat dilakukan penanaman jenis tanaman Akasia mangium dan Eukaliptus deglupta. Dari dua jenis tanaman itu dapat dihasilkan kayu sebagai sumber selulosa sekitar 10 hingga 30 ton per hektar per tahun.

Eukaliptus yang dapat mencapai tinggi lebih dari 30 meter tergolong yang terbanyak menghasilkan sumber kayu. Namun, masa pertumbuhannya relatif lama, mencapai delapan tahun. Selain dua jenis tanaman itu, alternatif tanaman kayu lain adalah Paraserianthes falcataria, Leucaena leucocephala, dan jenis tanaman Cryptomeria japonica yang tumbuh setinggi lebih dari 3 meter dalam waktu empat tahun.

“Proyek revegetasi lahan alang-alang itu dilaksanakan di sekitar Kebun Raya di Kalimantan Tengah,” kata Bambang. Selain menjadi lahan tanaman kayu, lahan alang-alang dapat dikembangkan menjadi lahan tanaman untuk pakan ternak, perkebunan sorgum, persawahan padi gogo dan jagung, serta perkebunan tebu yang produk bagasnya bisa dijadikan papan partikel.

Selain itu, lahan tandus itu juga prospek yang baik untuk perkebunan sorgum. Selain dapat dijadikan sumber pakan, pohon sorgum yang mencapai tinggi hingga 4 meter juga sumber selulosa untuk energi biomassa dan papan komposit.

Kerja sama LIPI
Revegetasi alang-alang merupakan bagian dari proyek kerja sama antara Indonesia yang diwakili LIPI dan Jepang yang melibatkan tim peneliti dari Universitas Kyoto dan Institut Riset DNA Kazusa. Kemitraan riset kedua negara ini merupakan proyek Satreps tahap III untuk memproduksi material dan energi biomassa melalui revegetasi lahan alang-alang, yang mulai dilaksanakan September 2016 hingga 2020.

Dalam proyek ini, lanjut Toshiaki, ada beberapa tim peneliti yang terlibat, antara lain untuk riset teknik pemupukan, perkebunan sorgum, menghasilkan pangan kesehatan dari sorgum, dan pembuatan papan dari bagas (sisa perahan batang).
——————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 Maret 2016, di halaman 6 dengan judul “Manfaatkan Lahan Alang-alang”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB