Manfaat di Balik ”Air Mata” Satonda

- Editor

Selasa, 18 Agustus 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danau Satonda. Danau ini menyimpan begitu banyak misteri dan keindahan memukau yang mungkin belum banyak orang ketahui. Danau ini terletak di tengah Pulau Satonda dan termasuk wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Danau Satonda memiliki luas sekitar 2,5 kilometer persegi dan belum diketahui jenis habitat yang ada di dalamnya. Danau ini mempunyai keunikan karena airnya asin dan kadar garam danau ini lebih tinggi daripada kadar garam air laut. Diperkirakan air danau ini asin karena tercampur dengan air laut yang meluap dan terperangkap di danau pada saat Gunung Tambora meletus 200 tahun lalu.

Di atas barisan bukit yang melingkari danau, hutan yang tak terjamah tampak hijau dengan pohon-pohonnya yang tinggi menjulang. Di sisi lainnya, terbentang padang rumput yang indah. Dari sisi inilah kita bisa melihat pemandangan yang sungguh menakjubkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada legenda yang dituturkan masyarakat sekitar mengenai danau yang berada di sisi utara Gunung Tambora itu. Air asin dari danau itu dipercaya berasal dari air mata seorang raja yang mendapat murka dari Sang Kuasa karena ingin memperistri ibu kandungnya sendiri. Air matanya mengalir dan menggenang, yang lalu dikenal sebagai danau air asin Satonda.

440e6a2f3f034b44a6ff5b93839a7537ARSIP SEPTI ARINI–Proses pemindahan sampel air ke dalam media pertumbuhan bakteri.

Dari sudut pandang ilmiah, basin Satonda muncul bersamaan dengan terbentuknya kawah lebih dari 10.000 tahun lalu. Semula air danau itu tawar, yang dibuktikan dari gambut di bawah endapan menyerupai mineral laut di pinggir danau. Danau itu lalu dibanjiri air laut yang merembes melalui celah dinding kawah yang runtuh. Pada waktu itu, permukaan air laut lebih tinggi dibandingkan saat ini.

Meneliti jenis organisme
Keunikan air asin Danau Satonda menarik mahasiswa dari Universitas Teknologi Sumbawa Fakultas Teknobiologi untuk meneliti lebih lanjut. Mereka hendak mengetahui jenis organisme apa saja yang masih bertahan hidup di dalam danau tersebut.

Setelah mengambil sampel air danau, mahasiswa pun langsung melakukan penelitian sederhana yang didampingi instruktur laboratorium. Penelitian berlangsung selama dua minggu.

Hasilnya, ditemukan suatu mikroorganisme yang hidup di dalam sampel air tersebut. Setelah diamati, mikroorganisme itu adalah bakteri halofilik, jenis bakteri yang hanya dapat hidup di daerah dengan kadar garam sangat tinggi.

551b96a78d60461d95a4e40efc055498Danau Satonda terletak di tengah Pulau Satonda di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Keunikan danau ini karena airnya asin. Diperkirakan air danau ini tercampur dengan air laut yang meluap dan terperangkap di danau pada saat Gunung Tambora meletus.–KOMPAS/AGUS SUSANTO

eeb4ac4b23234f33be5280705dcde200Bakteri halofilik terlihat di bawah mikroskop.–ARSIP SEPTI ARINI

Bakteri halofilik punya banyak peranan penting dalam kehidupan. Bakteri ini dapat merugikan, tetapi juga bisa menguntungkan dengan pengembangan potensi enzimnya.

Bakteri ini dapat merusak makanan yang diawetkan dengan proses penggaraman, misalnya ikan asin, keju, atau medium untuk menumbuhkan mikroorganisme (culture media). Untuk kepentingan industri, enzim ekstraseluler yang dihasilkan bakteri halofilik merupakan produk yang bernilai komersial. Zat itu beraktivitas optimal pada kondisi kadar garam tinggi.

Enzim-enzim tersebut berperan sebagai zat alami untuk mempercepat proses kimiawi. Enzim semacam itu umum dipakai pada industri pembuatan detergen. Zat ini juga dipakai pada industri minim sumber karbon, seperti pembuatan oli, kosmetik, dan obat- obatan.

Bakteri halofilik juga menghasilkan enzim yang dapat menurunkan selulosa. Dalam industri makanan, bakteri Tetragenococcus halophilus dipakai sebagai pemicu pembuatan kecap. Mikroorganisme itu bisa menaikkan kekentalan kecap.

Dalam industri pertanian, rekayasa genetika memanfaatkan gen bakteri halofilik pada tanaman yang akan ditumbuhkan di tanah berkadar garam tinggi atau air payau. Lazimnya, gen bakteri ini dipakai pada tanaman seperti gandum, padi, atau barley.

Gen bakteri halofilik memungkinkan diterapkan dalam rekayasa genetika karena bakteri ini mudah tumbuh dalam lingkungan laboratorium, bahkan laboratorium sederhana sekalipun.

Danau yang konon berasal dari air mata itu rupanya punya banyak manfaat setelah penelitian dan ilmu pengetahuan menguak mitosnya. Lebih dari sekadar memanjakan mata dengan keindahan bentang alamnya tentusaja.

Danau Satonda terletak di tengah Pulau Satonda di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Keunikan danau ini karena airnya asin. Diperkirakan air danau ini tercampur dengan air laut yang meluap dan terperangkap di danau pada saat Gunung Tambora meletus.

SEPTI ARINI, JURUSAN TEKNOBIOLOGI UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT
———————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 Agustus 2015, di halaman 35 dengan judul “Manfaat di Balik ”Air Mata” Satonda”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 6 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB