Home / Berita / Makin Terbukti, Hubungan Medsos dengan Kesepian

Makin Terbukti, Hubungan Medsos dengan Kesepian

Media sosial sering menjadi tempat berkomunikasi orang kesepian. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, orang yang mendapat pengalaman negatif di media sosial, meningkatkan potensi kesepian atau terisolasi. Perasaan kesepian itu berhubungan dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan depresi.

laman Twitter, Senin (1/2). Situs media sosial berlambang burung ini menunjukkan tanda-tanda kemunduran selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dirilis oleh sebuah perusahaan analisis 7Park Data, jumlah pengguna Twitter, khususnya di Amerika, terus merosot.
Kompas/Agus Susanto (AGS)
1-2-2016

KOMPAS–laman Twitter, Senin (1/2/2016), salah satu jenis medsos yang populer.

Penelitian berjudul “Pengalaman Positif dan Negatif di Media Sosial dan Persepsi Sosial yang Dipersepsikan” itu dimuat dalam American Journal of Health Promotion yang juga dipublikasikan sciencedaily.com 22 Januari 2019. Penelitian dilakukan tim ilmuwan Universitas Pittsburgh, AS.

Penelitian dibuat berdasarkan penelitian tahun 2017 yang mengindikasikan lebih banyak penggunaan media social (medsos) dikaitkan dengan meningkatnya perasaan kesepian.

Dalam abstrak penelitian disebutkan, tujuan riset ini adalah menguji hubungan antara pengalaman positif dan negatif di medsos dan persepsi isolasi sosial atau perceived social isolation (PSI). Peserta penelitian adalah sebanyak 1.178 mahasiswa Universitas Virginia Barat. Mereka berusia 18 hingga 30 direkrut pada Agustus 2016, dengan usia rata-rata 20,9 tahun. Sebanyak 62 persen peserta adalah perempuan. Peserta menyelesaikan survei daring untuk menilai penggunaan medsos dan PSI.

Cyber bullying kerap dialami remaja melalui media sosial atau perangkat teknologi informasi lainnya. Cyber Bulling yang berkepanjangan mengganggu kondisi kejiwaan remaja antara lain memicu stres.–Kompas/Lucky Pransiska (UKI)–12-08-2015

KOMPAS–Remaja adalah kelompok yang aktif bermedsos.

Peneliti menilai pengalaman positif dan negatif pada medsos dengan secara langsung meminta peserta memperkirakan berapa persentase pengalaman medsos mereka masing-masing melibatkan pengalaman positif dan negatif.

Hasilnya, setiap peningkatan 10 persen dalam pengalaman positif tidak secara signifikan terkait dengan isolasi sosial. Namun, setiap 10 persen peningkatan pengalaman negatif dikaitkan dengan peningkatan 13 persen dalam peluang PSI.

Peneliti menyimpulkan, memiliki pengalaman positif pada medsos tidak terkait dengan isolasi sosial yang lebih rendah, sedangkan memiliki pengalaman negatif pada medsos dikaitkan dengan isolasi sosial yang lebih tinggi. Temuan ini konsisten dengan konsep bias negatif, yang menunjukkan bahwa manusia cenderung memberikan bobot lebih besar untuk entitas negatif dibandingkan dengan yang positif.

KOMPAS–Kesepian berhubungan dengan penggunaan medsos.

“Media sosial tentang menghubungkan orang. Jadi, mengejutkan dan menarik bahwa penyelidikan kami mengungkapkan media sosial terkait dengan kesepian,” kata Brian Primack, peneliti Universitas Pittsburgh.

Ia menjelaskan, isolasi sosial yang dipersepsikan, yang merupakan sinonim dari kesepian, dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan depresi. “Karena media sosial begitu luas, sangat penting bagi kita untuk lebih memahami mengapa ini terjadi dan bagaimana kita dapat membantu orang menavigasi media sosial tanpa banyak konsekuensi negatif,” ujar Primack.

Namun, peneliti mengakui bahwa tidak jelas apakah orang yang merasa kesepian mencari pengalaman medsos yang negatif. Ada kecenderungan bagi orang untuk memberikan bobot yang lebih besar pada pengalaman dan sifat negatif dibandingkan dengan yang positif.

KOMPAS/A TOMY TRINUGROHO–Seorang warga di Tangerang Selatan, Banten, Minggu (7/5/2017), sedang mengakses media sosial melalui telepon seluler.

“Pengalaman negatif seperti argumen media sosial dapat dengan cepat meningkat dan meninggalkan kesan traumatis yang abadi. Mungkin juga orang yang terisolasi secara sosial condong ke arah penggunaan media sosial yang melibatkan interaksi negatif,” kata Jaime Sidani, peneliti Universitas Pittsburgh lainnya.

Meskipun tim peneliti merekomendasikan studi lebih lanjut untuk lebih menjelaskan dan mereplikasi penelitian mereka, temuan ini cukup kuat untuk intervensi mengurangi perasaan kesepian yang terkait dengan penggunaan medsos.

Oleh SUBUR TJAHJONO

Sumber: Kompas, 23 Januari 2019

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Peran dan Kontribusi Akademisi Lokal Perlu Ditingkatkan

Hasil riset akademisi memerlukan dukungan akses pasar. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri perlu dibangun sedini ...

%d blogger menyukai ini: