Kualitas Ekosistem Turun karena Kepunahan Hewan

- Editor

Kamis, 29 Oktober 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepunahan dan penurunan populasi hewan besar menurunkan mutu ekosistem. Penelitian ahli ekologi dari University of Oxford, Christopher Doughty, menunjukkan turunnya kapasitas penyebaran kesuburan dari pusatnya sebesar 6 persen dari seabad lalu. Hewan besar seperti mamut, mastodon, badak, dan trenggiling besar, termasuk burung laut serta ikan yang bermigrasi seperti salmon dan paus bongkok berfungsi menyuburkan Bumi.

Mereka menyebarkan nutrisi di lautan, sungai, dan pedalaman di darat. Doughty, Senin (26/10), di Washington, Amerika Serikat, mengatakan, “Di masa lalu, banyaknya hewan bermigrasi dalam cakupan wilayah yang luas membuat nutrisi tersebar merata.” Penurunan populasi hewan besar pada Zaman Es terakhir hingga sekarang telah mengurangi penyebaran nutrisi. Nutrisi tersebut disebarkan melalui kotoran, air kencing, dan bangkai mereka yang membusuk.

(REUTERS/ISW)
————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 Oktober 2015, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 11 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB