Binatang Cenderung Berevolusi Membesar

- Editor

Selasa, 24 Februari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suatu ketika, Bumi barangkali akan dihuni kembali binatang-binatang berdimensi raksasa, seperti era dinosaurus. Hasil riset sejumlah ahli paleo-biologis dari Stanford’s School of Earth, Energy & Environmental Sciences menguatkan bukti bahwa hewan-hewan di Bumi berevolusi membesar.


Studi yang dipublikasikan jurnal Science edisi 20 Februari menyebut, dalam kurun 542 juta tahun, rata-rata ukuran tubuh hewan di laut bertambah besar 150 kali. Riset itu menguatkan rintisan yang dilakukan paleontolog Edward Cope pada akhir abad ke-19 yang menemukan ukuran tubuh mamalia darat, seperti kuda umumnya membesar. Para ilmuwan berusaha menguji teori Cope, tetapi kesimpulannya beragam. Dinosaurus dan mamalia mengikuti teori Cope, namun burung dan serangga tak sesuai teori itu. Akibatnya, beberapa ilmuwan meragukan pola pada beberapa mamalia darat adalah evolusi atau hanya kasus statistik acak. ”Kemungkinan sebagai hasil evolusi, ada preferensi menjadi lebih besar atau lebih kecil,” kata Noel Heim, salah satu peneliti. Untuk menguji apa aturan Cope berlaku bagi semua hewan laut, mereka menyusun data 17.000 marga hewan laut mencakup lima filum. (SCIENCEDAILY/AIK)
—————
Hiu Putih Besar Lambat Dewasa

Hiu putih besar pejantan butuh waktu 26 tahun untuk mencapai kematangan seksual. Hiu betina bahkan memerlukan waktu 33 tahun untuk siap memiliki bayi. Hasil riset terbaru itu menunjukkan waktu dewasa hiu jauh lebih lama dari estimasi sebelumnya, yakni 7-13 tahun bagi betina dan 4-10 tahun bagi pejantan. Temuan itu menyadarkan bahwa perkembangan populasi hiu amat lambat sehingga rentan terhadap ancaman. Hiu putih besar sulit dipelajari. Ilmuwan umumnya mempelajari fauna itu dari hiu mati dan pengamatan di laut. Sejak 1920, ilmuwan biologi kelautan memperkirakan usia hiu putih besar dengan menghitung lingkaran-lingkaran di tulang belakangnya, tetapi pengukuran itu terkendala tak jelasnya lingkaran. Sejumlah teori menyebut populasi hiu turun karena makanan dan migrasi. ”(Sampai saat itu) kita tak tahu penyebab penurunan populasi hiu,” kata Lisa Natanson, peneliti hiu pada National Oceanic and Atmospheric Administration Northeast Fisheries Science Center, Jumat (20/2). Riset Natanson dan tim, dalam jurnal PLOS One, memakai dokumentasi tes nuklir pada 1950-an dan 1960-an, serta menganalisis isotop radioaktif carbon-14 pada makhluk laut. (LIVESCIENCE/ICH)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber: Kompas, 24 Februari 2015

Posted from WordPress for Android

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB