Kendaraan Listrik untuk Transportasi Ramah Lingkungan

- Editor

Sabtu, 5 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transportasi sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat dewasa ini. Penggunaan alat transportasi sudah tidak mengenal jam. Dari pagi hingga malam, di kota-kota besar, kendaraan terus lalu lalang di jalan raya. Kondisi demikian menimbulkan efek samping, yaitu polusi udara akibat asap pembuangan kendaraan bermotor.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2010, dari populasi DKI Jakarta yang mencapai 9.607.787 orang, sebanyak 57,8 persen mengalami penyakit akibat polusi udara. Riset menunjukkan, 70 persen pencemaran di kota disumbangkan oleh sektor transportasi. Dari emisi di sektor transportasi, 90 persen berasal dari transportasi darat.

5b53248c4ace44708f696eab0bf3e6f1KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA–Berbagai kendaraan bertenaga listrik ditampilkan dalam rangkaian acara bertajuk “Potential of Electric Vehicle as an Alternative Mobility Solution”, Sabtu (5/3/2016), di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polusi sektor transportasi melatarbelakangi forum diskusi bertema “Potential of Electric Vehicle as an Alternative Mobility Solution” di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu (5/3/2016). Forum mendiskusikan potensi kendaraan listrik untuk menjadi alternatif solusi bagi kota-kota dalam menurunkan emisi karbon dari sektor transportasi.

Diskusi yang diselenggarakan MarkPlus Center for Transportation and Logistics menghadirkan pembicara Kepala Subdirektorat Uji Berkala Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan Yusuf Nugroho, Ketua Program Pascasarjana Sosiologi FISIP UI Raphaella Dewantari Dwianto, dan Chairman Honda Motor Co Ltd Fumihiko Ike.

d265ede9e2034f5588ed73a8280b4cfaKOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA–Sepeda motor bertenaga listrik ditampilkan dalam rangkaian acara bertajuk “Potential of Electric Vehicle as an Alternative Mobility Solution”, Sabtu (5/3/2016), di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok Jawa Barat.

Sebagai panelis diskusi adalah Dekan Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada Prof Panut Mulyono, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Kemenhub Sigit Irfansyah, Direktur Pengelolaan Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dasrul Chaniago, serta anggota Dewan Energi Nasional Prof Rinaldy Dalimi.

e61398fc33974aaa9674953ede9b028bYusuf Nogroho mengatakan, meningkatnya kebutuhan masyarakat kota untuk bermobilitas meningkatkan dominasi transportasi darat. Sejak keluar rumah hingga saat pulang, pergerakan menggunakan transportasi darat. “Untuk menggunakan transportasi udara, pesawat, proses menuju bandara dan dari bandara ke tempat tujuan pun menggunakan kendaraan darat,” ujarnya.

Jumlah kendaraan di darat, yakni di jalan raya, terus meningkat sehingga memicu kemacetan. Mesin yang beroperasi ketika jalanan macet mengonsumsi bahan bakar minyak sehingga berkontribusi pada polusi udara.

79b62432f9f3401f99d3320805714a5eMenurut Yusuf, pemerintah mendukung pengembangan kendaraan bertenaga listrik untuk transportasi darat. Namun, pengembangan sebaiknya diprioritaskan untuk moda transportasi publik. Ia mencontohkan kereta rel listrik (KRL) adalah bagian dari itu.

Raphaella juga mendorong peningkatan akses masyarakat pada moda transportasi massal. Ia berpendapat, moda yang cocok adalah yang menggunakan rel, seperti kereta dan trem. Kendaraan dengan rel menekan kemungkinan pengguna kendaraan pribadi menyerobot jalur transportasi massal sehingga semakin banyak pengguna kendaraan pribadi beralih ke moda transportasi massal.

J GALUH BIMANTARA

Sumber: Kompas Siang | 5 Maret 2016

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma
Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 19:32 WIB

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:02 WIB

Gen, Data, dan Wahyu

Berita Terbaru

Berita

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Des 2025 - 19:32 WIB

Artikel

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Senin, 29 Des 2025 - 19:06 WIB

Artikel

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Des 2025 - 11:41 WIB

Artikel

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Jumat, 26 Des 2025 - 11:38 WIB

Artikel

Gen, Data, dan Wahyu

Jumat, 26 Des 2025 - 11:02 WIB