Keamanan Nuklir; Simulasi Belum Libatkan Masyarakat

- Editor

Selasa, 15 November 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simulasi penanggulangan kecelakaan nuklir pada reaktor digelar di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (9/11). Meski pelatihan kedaruratan itu tingkat nasional, masyarakat sekitar belum diajak karena dinilai belum siap.

Geladi lapang digelar di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Tangsel. Skenarionya, ledakan disengaja terjadi di gedung kimia di dekat Reaktor Serba Guna GA Siwabessy milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Itu menyebabkan kebocoran zat radioaktif dari reaktor tersebut.

“Memang belum melibatkan masyarakat. Sepertinya belum siap dilibatkan,” kata Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Taruniyati Handayani, kemarin. Gladi Lapang Nasional 2016 Penanggulangan Kedaruratan Nuklir itu diadakan Bapeten bekerja sama dengan Batan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kepolisian, TNI, Kementerian Kesehatan, dan BMKG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Taruniyati, sosialisasi intensif ke masyarakat masih diperlukan hingga memahami langkah antisipasi kedaruratan nuklir, setelah itu dilibatkan.

Pihak Batan sedang menggarap materi sosialisasi bagi masyarakat sekitar Puspiptek. Pelibatan masyarakat bisa bertahap, mulai satu RT atau RW.

5d748ae3ea8b4ab0b38649daf3903536KOMPAS/HERU SRI KUMORO–Petugas memantau tingkat radiasi di udara saat terjadi kebocoran reaktor nuklir dalam Gladi Lapang Nasional Penanggulangan Kedaruratan Nuklir di Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (9/11). Latihan itu sebagai penguji prosedur standar operasional apabila reaktor nuklir benar-benar bocor.

Kepala Batan Djarot S Wisnubroto mengatakan, masalah utama melibatkan masyarakat adalah anggaran. Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk Batan masih minim, ditambah tahun ini dipotong dua kali karena negara sedang berhemat.

Pelibatan penting

Pihak Batan menyadari keterlibatan publik penting. Masyarakat perlu paham langkah penanganan jika kecelakaan benar-benar terjadi. “Kami coba melibatkan komunitas-komunitas yang selama ini bermitra sebagai perwakilan masyarakat dalam simulasi 2017,” ujar Djarot.

Berdasarkan rencana kontingensi 2013, kecelakaan terparah yang mungkin adalah kegagalan fungsi sistem pengoperasian reaktor akibat melelehnya lima elemen bakar. Akibatnya, zat radioaktif terlepas ke lingkungan. Zat radioaktif terbanyak terpapar ke lingkungan, I-131 dan Cs-137.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Bapeten Abdul Qohhar mengatakan, 1.500 orang yang mayoritas pegawai Batan, dalam simulasi, dievakuasi menggunakan bus. Petugas penanggulangan kecelakaan 200-300 orang, termasuk staf medis.

Saat simulasi, para pegawai di gedung reaktor dapat informasi lewat pengeras suara, terjadi kedaruratan reaktor nuklir. Mereka diminta keluar ruangan dan berkumpul di lobi. Di sana, mereka mendapat masker. Lalu, keluar gedung menuju bus evakuasi.

Dua petugas memakai alat pelindung diri lengkap dengan baju khusus mengoperasikan alat pemantau tingkat radiasi di udara. Skenarionya, paparan radiasi di sekitar reaktor lebih dari 500 mikro Sievert per jam. Artinya, kedaruratan nuklir tingkat nasional, dan penanganan dipimpin Kepala BNPB.

Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto menjamin, kemungkinan kecelakaan nuklir amat kecil.(JOG)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 November 2016, di halaman 14 dengan judul “Simulasi Belum Libatkan Masyarakat”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 25 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB