Home / Berita / Jangan Sepelekan Sariawan

Jangan Sepelekan Sariawan

BANYAK yang beranggapan, sariawan merupakan penyakit ringan yang akan dapat sembuh dengan mudah. Namun meski begitu, munculnya sariawan rupanya tak bisa disepelekan begitu saja. Apalagi jika terjadi terus-menerus. Sariawan tetap perlu diwaspadai lantaran penyakit ringan tersebut bisa jadi merupakan gejala penyakit ganas yang menyerang lidah atau biasa disebut kanker lidah.

Seperti kasus yang terjadi pada artis FTV Cecilia Vickend (26). Ia meninggal pada Desember 2012 lalu akibat kanker lidah yang dideritanya selama tiga tahun. Gejala sakit yang ia alami berawal dari luka di lidah seperti sariawan yang tak kunjung sembuh dan justru semakin melebar hingga membuat mulutnya bengkak.

Ya, sejauh ini memang tak banyak orang yang mengetahui bahwa sariawan berke- panjangan bisa jadi merupakan gejala awal kanker lidah.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS, di tiap tahunnya ada sekitar 30 ribu kasus kanker lidah atau kanker rongga mulut yang terdiagnosis, tanpa ada batasan usia. Orang dewasa di atas 40 tahun bahkan remaja seperti pada kasus Cecilia Vickend bisa terserang penyakit ganas tersebut.

Berdasar data riset kanker WHO (Globocan 2008), setelah kanker paru-paru,kanker lidah atau kanker mulut merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita orang di Asia Tenggara, terutama pada priadengan rentang usia 20-75.

Seperti yang dikutip dari Livestrong, kanker ini jamak menyerang mereka yang banyak merokok, mengonsumsi alkohol serta kurang menjaga kebersihan mulut dan giginya.

Sulit Dideteksi

Globocan menambahkan, pada 2008 diperkirakan ada sekitar 5.000 kasus kanker mulut di Indonesia dengan jumlah kasus kematian mencapai 2.143 orang. Angka kasusnya relatif cukup tinggi lantaran perkembangan kanker lidah tersebut memang sulit untuk dideteksi.

Ya, gejalanya yang tak jauh beda dengan sariawan biasa membuat banyak orang tak begitu merespon dan tanggap akan risiko besar yang akan dialami. Yang membedakan, pada sariawan biasa, bila daerah sekitar sariawan diraba maka akan terasa lunak. Sedangkan pada kasus kanker lidah, daerah sekitar luka justru akan mengeras.

Biasanya, rasa sakit yang ditimbulkan akibat kanker lidah akan menjalar dari leher hingga telinga. Selain itu, beberapa gejala kanker lidah yang umumnya akan muncul adalah bercak warna merah atau putih di lidah dalam waktu lama, sariawan dan peradangan lidah terus-menerus, nyeri saat mengunyah dan menelan makanan, radang tenggorokan dalam waktu yang lama, mulut sering mengalami mati rasa hingga pendarahan pada lidah tanpa sebab yang jelas.

Dan jika memang terdeteksi mengidap penyakit tersebut, pengobatan menggunakan radioterapi dan kemoterapi mungkin akan dilakukan untuk menghambat perluasan dan peradangan kanker lidah.

Sedangkan bila telah menjalar dan mencapai stadium akut, tim medis biasanya akan melakukan operasi dan radioterapi.(Ike Purwaningsih-11)

——————

Jaga Kesehatan Mulut

LIDAH sebagai organ otot khusus tentunya cukup mempunyai peranan penting, dari mulai membantu dalam berbicara, memindahkan air liur di sekitar rongga mulut, mengunyah dan menelan makanan hingga menjaga gigi agar tetap bersih. Namun bagaimana jika fungsinya terganggu lantaran terserang penyakit ganas? Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menekan risiko kanker ganas yang menyerang lidah:

Pertama, berhenti merokok. Merokok cukup memiliki andil besar sebagai pemicu kanker lidah, terutama jika merokok dengan cerutu atau dengan menggunakan pipa. Merokok atau mengunyah tembakau dapat memicu berkembangnya sel skuamosa (sel kulit tipis dan datar) yang ditemukan pada permukaan lidah. Selain itu, lidah juga dapat mengering karena terkena asap rokok. Ya, pada dasarnya semua jenis tembakau dapat membuat Anda berisiko terkena kanker.

Kedua, hindari minuman beralkohol. Penyalahgunaan alkohol dapat menjadi pemicu terbesar kanker lidah.

Ketiga, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk mengecek kesehatan mulut Anda secara keseluruhan. Lakukan paling tidak enam bulan sekali.

Keempat, jaga kesehatan gigi dan mulut Anda. Jika kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga dengan baik, kuman dapat tinggal berlama-lama lalu menjadi jamur hingga akhirnya berkembang menjadi kanker.

Kelima, bersihkan gigi secara teratur, setidaknya sikat gigi dua kali sehari. Dengan menjaga kesehatan dalam mulut, Anda akan terhindar dari munculnya karang gigi, gigi berlubang, gusi yang sakit dan sariawan yang mungkin dapat memicu munculnya kanker lidah atau penyakit lain yang mungkin terjadi dalam mulut.

Keenam, selain menyikat gigi, dianjurkan pula menggunakan obat kumur usai menyikat gigi, terutama jika rongga mulut tidak bersih, sedang meradang, atau terinfeksi. Tujuan berkumur dengan obat adalah agar keadaan rongga mulut yang sedang tidak baik tidak bertambah buruk.

Selain untuk membunuh bibit penyak- it, berkumur dengan obat juga dapat mempercepat penyembuhan jika memang sedang ada gangguan rongga mulut.

Ketujuh, konsumsi makanan anti kanker. The American Institute for Cancer Research merekomendasikan untuk banyak mengonsumsi kacang-kacangan, buah, sayuran berdaun hijau gelap, biji rami, bawang putih, anggur, teh hijau, kedelai dan tomat untuk mencegah kanker. Ya, pola makan yang baik dan pemenuhan nutrisi yang tepat telah menjadi metode pencegahan kanker.

Kedelapan, jangan langsung mengonsumsi makanan dan minuman yang masih panas. Hal tersebut dapat membuat lidah meradang sehingga akan sangat rentan terkena sariawan. Jika sariawan muncul, lapisan selaput lendir rongga mulut akan berubah menjadi tak utuh. Jika lapisan itu tak utuh, bibit penyakit di rongga mulut akan siap menyerang dan memperburuk keadaan.(Ike Purwaningsih-11)

———————–

Mari Mengenal Kanker Lidah

Pada penghujung tahun 2012 , seorang artis FTV bernama Cecilia Putty Vickend meninggal dunia akibat kanker lidah. Kabar ini lantas mengejutkan masyarakat, lantaran kanker lidah termasuk penyakit yang jarang ditemui. Seperti apakah penyakit yang termasuk salah satu jenis kanker mulut itu?

Secara umum, kanker merupakan penyakit tumor ganas yang disebabkan akibat kerusakan sel tubuh yang tidak semestinya. Kemudian, sel itu berkembang menjadi besar dan punya potensi menyebar ke jaringan lain yang berada di dekatnya. Sedangkan kanker lidah merupakan kanker yang menyerang organ lidah.

Hingga detik ini, para ahli medis belum bisa memastikan penyebab dari penyakit kanker lidah. Namun, kesehatan mulut dan gigi yang kurang bersih, susunan gigi yang tidak teratur (gigi gingsul atau gigi tajam) serta kebiasaan merokok diduga menjadi penyebab seseorang bisa terkena penyakit ini.

Ada beberapa faktor pre disposisi atau gejala awal yang menandakan seseorang menderita penyakit ini. Pre disposisi terebut adalah sariawan yang terus menerus, terdapat plague atau sejenis lapisan berwarna putih di lidah, serta luka di sekitar lidah akibat kondisi gigi dan mulut yang tidak baik (tidak bersih).

ëíKanker lidah bisa dipicu karena luka dan dan infeksi di lidah. Luka tersebut bisa diakibatkan rangsangan antara gigi yang tidak teratur dengan lidah. Interaksi yang terus menerus bisa menimbulkan iritasi yang bersifat kronis dan mengganggu sel kanker,íí tutur dr Djoko Handojo, SpB, SpB(K)Onk.

Perbesaan antara sariawan biasa dan sariawan yang terindikasi sebagai gejala kanker lidah adalah bentuk saraiwan tersebut. Pada sariawan biasa, daerah di sekitar luka sariawan akan terasa lunak bila dira- ba. Sebaliknya, pada kasus kanker lidah, daerah sekitar luka sariawan akan mengeras.

Pada penderita kanker lidah, sariawan terjadi hanya di satu tempat. Sedangkan sariawan biasa, tempatnya berubah-ubah, terkadang di lidah, mulut, atau gusi. Rasa sakit akibat sariawan pada kasus penderita kanker lidah pun akan menjalar dari leher menuju telinga. Akibatnya, lidah terasa kaku dan nyeri saat mengunyah dan menelan makanan. Ada pula penderita yang mengalami pendarahan di lidah tanpa sebab.

Diagnosa Kanker Lidah

Untuk memastikan seseorang menderita kanker lidah atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan medis. Pemeriksaan ini berupa biopsi, yaitu pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium.

Biopsi pada kanker lidah dibagi menjadi dua, yaitu Biopsi Insisi: pengambilan contoh, atau Biopsi Eksisi: pengambilan seluruh komponen tumor. Dari hasil biopsi yang diperiksa tim patologi anatomi, diketahui jenis kanker.

Kemudian, untuk memastikan stadium kanker yang diderita pasien, tim medis melakukan pengamatan terhadap tiga hal, yaitu keadaan tumor, keadaan kelenjar getah bening, dan penyebaran terhadap organ lain.

ëíDokter akan mengamati keadaan tumor, seperti ukuran dan bentuk luka. Sedangkan pemeriksaan terhadap kelenjar getah bening meliputi ada pembesaran atau tidak. Dan pemeriksaan terhadap organ lain di sekitar luka, untuk melihat ada penyebaran di organ lain atau tidak,íí imbuh pria berusia 64 tahun itu.

Sedangkan pemeriksaan lanjutan, dilakukan dengan mengamati Tumor Maker atau petanda tumor serta pemeriksaan imunohistokimia, yaitu pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada paparan zat tertentu atau tidak.

”Setelah diketahui jenis kanker dan stadium, dokter akan merencanakan model pengobatan. Ada lima jenis model pengobatan, yaitu operasi, sitostatika, radiasi, targeted therapy, dan immunotherapy,” lanjut Ayah tiga orang putra itu.

Operasi berupa pengangkatan tumor. Sitostatika merupakan pengobatan dengan obat-obat kemoterapi. Sedangkan radiasi merupakan penyinaran di organ tempat sel kanker menyebar. Targeted Therapy mengobati daerah yang terkena paparan zat tertentu sesuai dengan paparannya. Dan immunotherapy adalah pengobatan penyakit dengan merangsang, meningkatkan, atau menekan respons imun.

Meski tidak menduduki sepuluh besar jenis kanker yang paling mematikan, namun angka harapan hidup bagi penderita kenker lidah hanya sekitar 35 persen. Maka, selain menjalani model pengobatan sesuai anjuran dokter, pasien amat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi.

Untuk mencegah penyakit ini, dr Djoko mengimbau agar masyarakat memperhatikan kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut.

ëíGosok gigi minimal dua kali sehari, bersihkan karang gigi, karena karang gigi yang tajam juga bisa melukai lidah. Sedangkan bagi yang susunan giginya kurang rapi, sebaiknya dirapikan,íí tandas dia.

Kebiasaan merokok, menyusur tembakau dan mengonsumsi alkohol pun sebaiknya ditinggalkan. Agar terhindar dari penyakit kanker yang berbahaya, sebaiknya Anda menerapkan pola hidup sehat, berolahraga teratur dan makan makanan bergizi.

Dan, jangan sepelekan sariawan. Jika Anda mengalami sariawan di tempat yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari sebulan, Anda harus segera memeriksakan diri ke tim medis. (11-Oleh Miftahun Nikmah)

Sumber: Suara Merdeka, 20 Januari 2013

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Melihat Aktivitas Gajah di Terowongan Tol Pekanbaru-Dumai

Sejumlah gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) melintasi Sungai Tekuana di bawah terowongan gajah yang dibangun ...

%d blogger menyukai ini: