Industri Buku Berubah

- Editor

Jumat, 9 Januari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kekuatan Pasar Ikut ”Mendikte” Bacaan
Industri penerbitan buku di Indonesia berubah drastis dengan kian terbuka dan beragam. Itu tecermin dari semakin banyak pilihan literasi cetak di pasaran. Namun, tak jarang kekuatan pasar ikut ”mendikte” tawaran jenis buku.


”Dunia penerbitan berubah drastis sejak tiga hingga empat tahun lalu. Sekarang ini mudah sekali bagi penulis untuk menerbitkan karyanya,” ujar novelis Bernard Batubara, yang dikenal dengan nama pena Benzbara, ketika dihubungi di Yogyakarta, Kamis (8/1).

Benzbara menuturkan pengalamannya berusaha menerbitkan buku pada 2007. Saat itu, industri penerbitan hanya memiliki sejumlah penerbit besar dan penerbit yang sudah memiliki reputasi. Penerbit-penerbit itu memiliki seleksi ketat berdasarkan standar tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di samping itu, jalur agar naskah bisa diterbitkan masih sedikit, antara lain dengan mengirim naskah ke penerbit, atau mengikuti lomba menulis yang diselenggarakan penerbit. ”Kemungkinan lolos seleksi atau memenangi lomba kecil karena banyak penulis yang bersaing, sementara penerbit memiliki kuota,” kata penulis yang sudah menerbitkan tujuh novel itu.

Bermula media sosial
Menurut Benzbara, keadaan berubah pada tahun 2011. Ia berpendapat, pada masa itu, penerbit mulai melirik keberadaan media sosial digital. Bahkan, Benzbara mendapat tawaran untuk mencetak karyanya setelah sebuah penerbit membaca blog milik dia. Sekarang, di pasaran, buku-buku yang berasal dari penulis yang besar di media sosial kian menjamur.

Hal senada diungkapkan sastrawan Eka Kurniawan. Penulisan buku kini ditargetkan kepada pembaca yang spesifik.

”Secara umum, buku apa pun, tentu baik untuk industri perbukuan. Kita membutuhkan industri buku yang sehat, dan industri yang sehat tentu mengasumsikan mereka menghasilkan produk yang dijual, tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya.

Kekuatan pasar
Meskipun industri penerbitan berkembang, hal tersebut juga memiliki dampak negatif. Banyaknya jumlah judul baru membuat waktu pajang buku-buku di toko semakin berkurang. Asisten Manajer Toko Buku Gramedia Cabang Matraman Dewi Ratnasari mengatakan, dalam satu bulan ada 1.000 hingga 2.000 judul baru yang masuk.

Target penjualan setiap judul berbeda-beda, tergantung jumlah eksemplar yang ada. Ketika buku baru tidak mengenai target penjualan dalam satu bulan, buku tersebut dipindahkan ke rak belakang.

Penulis buku umum yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali menjelaskan, situasi itu tidak menguntungkan bagi penulis. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan karya kepada para calon pembaca. Padahal, tidak semua penerbit ataupun toko buku mau mempromosikan buku tersebut.

”Perlu kerja sama dan pengertian dari penerbit dan toko buku. Mereka idealnya membaca dan memahami gagasan yang disampaikan buku tersebut. Apabila sesuai dengan selera pasar atau memiliki pesan penting kepada masyarakat, tentu harus dibantu dengan promosi,” ujar Rhenald.

Oleh karena itu, campur tangan penerbit dan toko tetap krusial karena mereka memiliki jangkauan luas di masyarakat. Di samping itu, masyarakat juga perlu semakin menyadari pilihan literasi yang tersedia untuk mereka. (DNE)

Sumber: Kompas, 9 Januari 2015

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 74 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB