Home / Berita / E-Ticketing pada Commuter Line Jabodetabek

E-Ticketing pada Commuter Line Jabodetabek

Penggunaan Commuter Electronic Ticketing (Commet) pada Communter Line dimulai. Peresmian dilakukan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Direktur Utama PT. Kereta Api Indonedia (PT. KAI), Ignatius Jonan, Direktur Utama Telkom, Arief Yahya, Ketua Komisi V DPR RI Laurens, Bahang Dama, serta Direktur Lalu Lintas Perhubungan, Hanggoro, di Stasiun Manggarai Jakarta Selatan.
Program e-Ticketing dijalankan melalui kerjasama KAI melalui salah satu anak perusahaannya PT KAI Commuter Jabodetabek (PT. KCJ) dengan Telkom untuk pengadaan serta pemasangan system dan perangkat e-Ticketing di loket dan gate di stasiun Jabodetabek.

Dahlan menuturkan, dirinya telah mencoba naik commuter line (KRL) dari Stasiun Juanda ke Manggarai untuk merasakan membeli kartu Commet. Untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, Dahlan melakukannya tanpa ada yang mendampingi. “Tenyata lancar dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Dahlan menambahkan ia mendapat respons dari para penumpang yang menyampaikan terima kasih karena harga tiket KRL turun. Dahlan berharap dengan penerapan harga tiket progressif, kemacetan lalu lintas dapat dikurangi.

Dahlan juga mengharapkan modernisasi perilaku masyarakat. Menurutnya, mayarakat sudah harus berperilaku modern dengan cara membeli tiket dalam bentuk kartu elektronik. “Memasuki stasiun pakai kartu dan keluar pakai kartu. Hal semacam ini sudah diberlakukan di negara-negara modern.” ujarnya

Sementara itu, Direktur Utama PT Telkom, Arief Yahya mengatakan bahwa Telkom selalu berkomitmen memberikan terbaik untuk KAI dan masyarakat Indonesia. Hingga peresmian kartu Ccommet, Telkom sudah memasang perangkat e-Ticketing di 69 stasiun dengan jumlah 364 gate. Teknologi yang diterapkan seperti yang sudah digunakan di negara-negara modern, yaitu RVD (Rainbow Versatile Disk).

“Telkom akan memonitor terus dan menempatkan karyawan-karyawan Telkom di lapangan yang akan dipimpin oleh Prayitno sebagai Project Director Ticketing Gate.” jelas Arief. Arief berharap pelayanan lebih mudah dan lebih murah bisa dinikmati oleh masyarakat.

Sumber: MAJALAH ICT, Selasa, 02 Juli 2013 – 17:59:09 WIB
—————-
E-Ticket dan Tarif Progresif KRL Resmi Diterapkan

E-ticket serta tarif progresif kereta rel listrik (KRL) hari ini mulai diberlakukan di 66 stasiun Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Dengan e-card dan multi-trip, jauh-dekat hitungan tarifnya beda, sehingga masyarakat bisa hemat,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan dalam peresmian e-ticketing dan tarif progresif di Stasiun Manggarai, Senin, 1 Juli 2013.

Tiket kertas yang akan segera menjadi catatan sejarah

PT KAI dan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengganti tiket kertas menjadi tiket kartu elektronik untuk semua perjalanan KRL commuter line di Jabodetabek sampai lintas Maja. Uji coba dilakukan pada 8 April-30 Juni 2013, dengan jumlah transaksi penjualan tiket dengan kartu elektronik sebanyak 200 ribu per hari.

Dengan e-ticketing yang mulai diterapkan hari ini, ada dua jenis tiket perjalanan yang dijual. Pertama, tiket single trip untuk satu kali perjalanan. Kedua, tiket multi-trip atau berlangganan, dengan sistem potong saldo sesuai perjalanan. KAI dan KCJ menyarankan masyarakat menggunakan kartu multi-trip untuk mengurangi antrean di loket.

Penerapan e-ticketing dengan single trip dan multi-trip tersebut juga diikuti pemberlakuan tarif progresif dengan public service obligation (PSO). Penumpang hanya dikenai tarif Rp 2.000 untuk lima stasiun pertama dan Rp 500 untuk setiap tiga stasiun berikutnya. Jonan menjelaskan, dengan tarif progresif, harga tiket perjalanan KRL akan lebih murah. Tarif KRL untuk rute Jakarta-Bogor yang semula Rp 9.000 sekarang menjadi Rp 5.500 dengan tarif progresif.

Direktur Utama KCJ Tri Handoyo berharap program e-ticketing dapat mendukung rencana pemerintah untuk melakukan integrasi antarmoda. “Dan sistem pembayaran elektronik atau e-money,” katanya.

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Arief Yahya menuturkan, pemasangan 540 perangkat e-ticketing di loket berupa monitor, dispenser, card reader, serta 339 gate elektronik, telah dilakukan di stasiun.

Ia menjelaskan, ada tiga hal yang mendukung transformasi. Pertama, perubahan proses. Kedua, perubahan teknologi. Ketiga, perubahan dari segi manusia, baik internal KAI dan Telkom, maupun eksternal.

“Untuk enam bulan pertama, silakan kasih masukan, tapi tolong jangan men-discourage,” ujarnya.

MARIA YUNIAR

Sumber: TEMPO.CO, Senin, 01 Juli 2013 | 12:09 WIB

——————-

Kolaborasi PT KAI dan Telkom Hasilkan Inovasi Ticketing

“Transformasi PT KAI dimulai dari 4 poin penting, organisasi, IT, budaya baru, dan sinergi. Salah satu dari poin itu adalah bersinergi dengan PT Telkom,” ujar Direktur Human Capital and Information Technology PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Kuncoro Wibowo. Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan Jakarta CMO (Chief Marketing Officer) Club di Menara Multimedia, Telkom, Selasa (16/4) 2013.

Dalam diskusi bertema Toward Indonesia Digital Society: Redefining the Ecosystem, Transforming the Industry, walau PT Telkom bertindak sebagai tuan rumah, PT KAI ikut didaulat terutama membahas pencapaiannya dalam hal teknologi. Terutama PT KAI mencoba merubah visi tidak hanya sebagai penyedia moda transportasi kereta api, tetapi menyediakan jasa transportasi terbaik yang fokus pada layanan dan memenuhi harapan stakeholders.

Kuncoro memaparkan bahwa hingga saat ini PT KAI telah memiliki jaringan rel kereta sepanjang 4.836 kilometer yang melintang di Sumatera dan Jawa. Terutama di Jawa, khususnya DKI Jakarta, PT KAI memiliki tantangan untuk ikut berpartisipasi mengurangi kemacetan lewat penyediaan moda transportasi dalam kota. Diantaranya adalah kereta api Manggarai serta Kereta Rel Listrik (KRL) Jabotabek. PT KAI memiliki target lewat proyek-proyeknya tersebut, mampu menampung sekitar 1,9 juta penumpang di tahun 2015. Apalagi menurut data yang dirilis, kenaikan penumpang komuter naik 21% tiap tahun.

Maka dari itu, tranformasi serta inovasi di bidang IT amatlah perlu dilakukan demi mencapai target tersebut. Salah satunya adalah bersinergi dengan PT Telkom. “Dengan berkolaborasi dengan Telkom, PT KAI punya peluang lewat low investment, high impact. Inovasi yang kami lakukan adalah sistem ticketing online. Lewat ticketing di internet ini, kini pembayaran kode booking kereta api bisa dilakukan di minimarket Alfamart,” ujar Kuncoro.

Pengembangan sistem online yang dilakukan PT KAI, merupakan bagian dari rencana PT Telkom untuk menciptakan ekosistem digital bagi publik. “Berkaca dari Apple yang berhasil menciptakan ekosistem teknologi digital lewat produk-produknya, PT Telkom berencana melakukannya lewat pengembangan infrastruktur digital, baik itu berbasis web, sosial, maupun mobile. Sehingga pada nantinya masyarakat akan benar-benar terdigitalisasi dan semakin mudah dalam melakukan kegiatan di berbagai bidang, salah satunya di bidang trasnportasi dengan PT KAI” imbuh Judi Achmadi, CEO Telkomsigma.

Judi menambahkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan semua berbagai kegiatan digital akan dibenamkan ke dalam cloud. Telkom pun siap menyediakan platform cloud tersebut lewat penyediaan 2 juta giga cloud di 2015 mendatang. Bandung juga sudah Telkom jadikan sebagai pusat kreatifitas dan inovasi teknologi dengan membangun Bandung Digital Valley yang bertempat di kantor Telkom di wilayah Bandung Utara.

Sumber: http://the-marketeers.com, April 17, 2013 | By Jaka Perdana

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: