Home / Berita / Kereta Bandara Mulai Beroperasi meski Belum Sempurna

Kereta Bandara Mulai Beroperasi meski Belum Sempurna

Kereta bandara resmi beroperasi pada Selasa (2/1). Namun, hingga peresmian oleh Presiden Joko Widodo, kereta bandara belum melayani penumpang di semua stasiun yang direncanakan. Saat ini, kereta bandara baru melayani pemberhentian di Stasiun Sudirman Baru, Batuceper, dan Stasiun Soekarno-Hatta International Airport (SHIA). Pemberhentian di Stasiun Duri dan Manggarai masih terkendala pembangunan yang belum selesai.

”Kalau dari beberapa keterangan kami di rapat, target pertama pembenahan Stasiun Duri itu sekitar Maret atau sebelum Maret, tapi perkiraan mereka Maret sudah selesai,” ujar Sekretaris Perusahaan dan Kepala Bagian Hukum PT Angkasa Pura II Agus Haryadi.

Ia menambahkan, dari masa uji coba sejak 26 Desember lalu, rata-rata harian penumpang kereta bandara mencapai 5.000 orang. Pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru, penumpang bahkan mencapai 7.000 orang per hari. Saat pemberlakuan uji coba berbayar selama sepekan, tarif yang diterapkan Rp 30.000 per penumpang sekali jalan. Setelah diresmikan, tarif kereta bandara naik menjadi Rp 70.000 per penumpang sekali jalan.

PRADIPTA PANDU MUSTIKA UNTUK KOMPAS–Kereta Bandara Soekarno-Hatta saat uji coba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, 28 November 2017.

”Fasilitas ini kan belum ultimate. Nanti, kalau rangkaian kereta bandara sudah beroperasi dan berhenti di semua stasiun, yaitu Manggarai, Sudirman Baru, Duri, Batuceper, dan Soekarno-Hatta, kemungkinan tarif naik menjadi Rp 100.000 per trip,” kata Agus.

Kepala Stasiun Soekarno-Hatta International Airport (SHIA) Siswanto mengatakan, setelah diresmikan, jadwal perjalanan kereta bandara belum sepenuhnya dioperasikan. Jadwal kereta bandara yang sudah dioperasikan baru 42 jadwal dari total 82 jadwal. Menurut rencana, pada Maret 2018, 82 jadwal perjalanan kereta bandara akan dioperasikan secara penuh.

Bidik pebisnis
Tercatat ada 10 rangkaian kereta bandara yang disiapkan. Setiap rangkaian terdiri atas enam gerbong kereta dengan kapasitas angkut 272 orang per rangkaian.

Di dalam kereta, tersedia fasilitas Wi-Fi, USB port, kursi untuk penyandang disabilitas, rak bagasi, CCTV, dan toilet. Kompas merasakan kenyamanan perjalanan saat mencoba perjalanan dari Stasiun SHIA menuju Stasiun Sudirman Baru. Fasilitas yang tersedia juga bisa dipakai untuk kebutuhan penumpang.

ELSA EMIRIA LEBA UNTUK KOMPAS–Salah seorang petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan palu darurat yang ada di dalam Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta.

Ditemui saat perjalanan di kereta bandara, Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan, keberadaan kereta ini bukan untuk saling meniadakan dengan moda angkutan lain. Namun, PT Railink menghadirkan moda angkutan berbasis rel yang menawarkan kepastian waktu tempuh dan kenyamanan perjalanan. ”Saya yakin semua memiliki pasar masing-masing,” kata Heru.

Berdasarkan pengalaman Railink mengoperasikan kereta bandara, pasar penumpang terbesar berasal dari penumpang yang melakukan perjalanan kerja. Ini yang paling banyak peminatnya. Prediksi kami hingga angka 80 persen dari seluruh penumpang,” kata Heru.

Terlambat
Kereta bandara ini telah diuji coba berkali-kali sebelum uji coba operasional perdana untuk publik pada 26 Desember 2017. Kendati demikian, jadwal kedatangan kereta bandara di Stasiun SHIA masih terlambat beberapa menit. Ketepatan waktu diperlukan karena penumpang harus menunggu moda transportasi lanjutan, yaitu Kalayang.

Ketidaktepatan waktu masih terlihat dalam beberapa kesempatan. Misalnya, kereta dengan waktu keberangkatan pukul 15.51 dari Stasiun Sudirman Baru dijadwalkan tiba pada pukul 16.48.

ELSA EMIRIA LEBA–Penumpang membeli tiket Kereta Api Bandara di mesin pencetak otomatis di Stasiun BNI City, Jakarta, 26 Desember 2017.

Di Stasiun Sudirman Baru, kedatangan kereta diumumkan pada pukul 15.36. Pengumuman yang diberikan tidak terlalu jelas karena suara masih bergema. Penumpang harus mendengarkan dengan saksama.

Penumpang lalu mulai mengantre di depan mesin masuk peron pada pukul 15.37. Untuk membuka gerbang, penumpang harus memindai kode batang (barcode) yang tertera di tiket.

Setelah itu, penumpang turun ke peron menggunakan eskalator ataupun lift dan menunggu beberapa saat di area peron. Kereta tiba pada pukul 15.45 dan penumpang langsung naik.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO–Calon penumpang kereta bandara antre memasuki peron di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa (26/12). Pada ujicoba kereta bandara untuk umum tersebut, penumpang dikenai biaya Rp 30.000 sekali perjalanan.

Mereka sempat kebingungan karena tidak ada petugas di dalam kereta dan tidak mengetahui apakah kursi dalam kereta dapat ditempati secara acak. Kereta lalu berangkat tepat pada pukul 15.51. Setelah berjalan selama beberapa menit, kereta tiba di Stasiun Duri pada pukul 16.02. Kereta berhenti selama 8 menit dan kembali berjalan pada pukul 16.10.

Selama perjalanan menuju Stasiun Batuceper, kereta melambat sebanyak dua kali hingga mencapai kecepatan 7 kilometer per jam. Kecepatan itu turun jauh dari kecepatan rata-rata 50-60 kilometer per jam. Kereta melambat pertama kali pada pukul 16.19, kemudian berjalan lagi. Kereta kembali melambat pada pukul 16.21 dan berhenti total pada pukul 16.22. Pada pukul 16.27, kereta kembali bergerak.

Ilham, salah seorang penumpang, mengeluhkan waktu tunggu yang lama karena kereta tidak berhenti di area stasiun tertentu. Setelah itu, kereta tiba di Stasiun Batuceper pada pukul 16.37. Pintu kereta dibuka dan tidak ada penumpang yang naik dari stasiun tersebut. Pintu kemudian ditutup pada pukul 16.39 dan langsung berangkat.

Kereta akhirnya tiba di Stasiun SHIA pada pukul 16.53, terlambat 5 menit dari jadwal. Setelah pintu dibuka pada pukul 16.54, penumpang keluar dan berjalan menuju mesin gerbang keluar.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI–Moda penghubung antarterminal berupa kereta layang (kalayang/skytrain) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, 16 Agustus 2017.

Penumpang berjalan kaki menuju lobi stasiun dan naik menuju lantai dua untuk menunggu kalayang. Penumpang tiba di ruang tunggu pada pukul 16.58. Kalayang untuk tujuan Terminal 2 dan Terminal 3 tiba pada pukul 17.03. Sementara itu, petugas yang berada di lokasi menyatakan, kalayang untuk tujuan Terminal 1 tiba dalam 10 menit, yaitu sekitar pukul 17.08.

Kalayang menuju Terminal 2 dan Terminal 3 kemudian berangkat pada pukul 17.04. Kalayang tiba di Terminal 2 pada pukul 17.07 dan melanjutkan perjalanan pukul 17.08. Kalayang kemudian tiba di Terminal 3 pada pukul 17.13.
Waktu perjalanan yang dihabiskan dari ruang tunggu kalayang menuju gerai penerbangan untuk melakukan check-in di Terminal 3 adalah 7 menit, atau pada pukul 17.20.

KOMPAS/PINGKAN ELITA DUNDU–Kalayang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada 17 September 2017.

Dengan demikian, total waktu yang dibutuhkan mulai dari berangkat pukul 15.51 di Stasiun Sudirman Baru hingga tiba di Bandara Soekarno-Hatta, khususnya Terminal 3, adalah 1 jam 12 menit. Waktu tersebut bukanlah waktu yang mutlak.

Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano menyatakan, kalayang memiliki waktu tunggu sekitar 13 menit sejak hari peresmian. Pada 26 Desember, waktu tunggu itu tercatat di kisaran 15-20 menit. ”Hingga saat ini, belum ada komplain mengenai keberangkatan penumpang yang terlambat akibat menunggu kalayang,” ujar Yado, saat dihubungi.

Hingga kini, pihak Angkasa Pura II belum memastikan waktu yang pasti untuk pengoperasian rangkaian kereta kalayang yang ketiga. Menurut Yado, rencana pengoperasian rangkaian kereta tersebut akan dilaksanakan pada semester awal tahun 2018 ini. Pengoperasian rangkaian kereta kalayang yang ketiga dapat semakin memangkas waktu antara sehingga waktu tunggu penumpang semakin pendek.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO–Penumpang mencoba menaikikalayang seusai diresmikan penggunaannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Pada tahap awal, kalayang akan melayani penumpang dari Terminal 2 ke Terminal 3 sepanjang 1,7 kilometer secara bolak-balik di satu jalur.

Santai
Saat peresmian operasional kereta bandara ini, Presiden terlihat santai dengan mengenakan kaus warna merah berlengan panjang yang digulung, celana jeans biru, dan sepatu olahraga berwarna merah-putih. Penampilan ini kontras dengan penampilan sebagian besar hadirin. Mereka banyak mengenakan baju dinas kantornya masing-masing, batik lengan panjang, dan sebagian jas berdasi.

KOMPAS/RIZA FATHONI–Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri mencoba kereta api bandara dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru, Tangerang, Banten, Selasa (2/1). Waktu tempuh kereta dari Bandara Soekarno-Hatta ke Stasiun Sudirman Baru sekitar 54 menit dengan tarif Rp 70.000. Sejumlah menteri yang turut mencoba kereta itu antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta tamu undangan Muhaimin Iskandar.

Sejumlah menteri yang hadir pun mengenakan baju formal acara resmi, sebagian berkemeja putih dan sebagian pakai batik lengan panjang. Menanggapi pertanyaan jurnalis, Presiden dengan ringan menjawab, ”Masa suruh pakai jas.”

Ikut mendampingi Presiden di acara ini, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih, dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Jurnalis juga mempertanyakan kehadiran Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar selama kegiatan Presiden kali ini. Presiden menjelaskan bahwa dirinya sengaja mengundang Muhaimin. Menurut Presiden, dia sudah lama tidak bertemu dan berbincang dengan politisi PKB itu. ”Ya, saya lama dengan beliau enggak ketemu. Terus kemarin saya telepon, saya bilang ketemu di bandara saja sambil naik kereta bandara,” kata Presiden.–DIAN DEWI PURNAMASARI/ANDY RIZA HIDAYAT/DD13

Sumber: Kompas, 3 Januari 2018
——————————-

Ruang Jalan untuk Kereta Bandara Harus Aman

Setelah peresmian beroperasinya kereta Bandara Soekarno-Hatta oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (2/1), diharapkan ruang milik jalan kereta tersebut harus bebas dari segala bentuk gangguan. Salah satu caranya dengan memagari sepanjang dua sisi jalur kereta bandara tersebut.

”Keberadaan kereta bandara akan memberikan alternatif baru bagi masyarakat dan akan terus bertambah frekuensinya. Oleh karena itu, ruang untuk jalan kereta harus bebas dari segala gangguan. Harus dilakukan pemagaran,” kata anggota Komisi V DPR, Nusyirwan Soejono.

Nusyirwan mengingatkan agar segera dibangun jaringan baru untuk memudahkan pergerakan penumpang dan meningkatkan jumlah keterisian. ”Semua itu untuk memberikan alternatif transportasi agar masyarakat tidak hanya bertumpu pada transportasi jalan raya,” katanya.

PRADIPTA PANDU MUSTIKA UNTUK KOMPAS–Kereta Bandara Soekarno-Hatta saat uji coba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (28/11).

Selain meresmikan kereta bandara, Presiden juga mencoba naik Kalayang (skytrain) yang menghubungkan antarterminal dan ke Terminal Integrated Building.

”Saya sangat bersyukur kereta bandara akhirnya selesai selama tiga tahun proses pembangunannya. Saya berharap nantinya transportasi kereta bandara akan terintegrasi dan melengkapi moda transportasinya yang akan segera selesai, yaitu LRT, MRT, bus transjakarta, Jakarta Commuter Line, dan juga kereta cepat Jakarta-Bandung,” kata Presiden.

Presiden Jokowi berharap selanjutnya bandara-bandara lain yang ada di Indonesia akan dilengkapi dengan transportasi kereta bandara sebagai pemandu moda transportasi. Karena dengan kereta bandara dapat memangkas waktu tempuh dan dapat mengurangi kepadatan di jalan raya. Untuk Jakarta, adanya kereta bandara diharapkan dapat memangkas 20 persen kendaraan menuju ke bandara.

Sementara itu, Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa kereta bandara yang telah beroperasi sejak Selasa, 26 Desember 2017, pukul 03.47, yang beroperasi dengan 3 trainset berkapasitas 272 orang. Adapun waktu operasional, yakni mulai pukul 03.21 sampai dengan pukul 22.51 setiap hari dengan total 42 perjalanan (PP) dan stasiun keberangkatan Stasiun Sudirman Baru (BNI City). Mulai 2 Januari 2018, harga yang diberlakukan untuk tarif kereta bandara Rp 70.000 dengan sistem pembayaran cashless (nontunai).

Rute KA Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan melewati Stasiun Manggarai-Stasiun Sudirman Baru (BNI City)-Stasiun Duri-Stasiun Batu Ceper-Stasiun Soekarno-Hatta, begitupun sebaliknya dari arah bandara. Namun, untuk tahap awal, kereta bandara baru melayani naik turun penumpang dari tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

”Untuk mempermudah mobilisasi perpindahan penumpang dari stasiun bandara menuju terminal, kami telah menambah waktu pengoperasian kereta layang (Kalayang) menjadi 20 jam. Pengoperasian selama 20 jam, dimulai pada pukul 04.27 sampai 00.17 atau menyesuaikan jadwal kedatangan kereta bandara di stasiun akhir Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan 4 jam sisanya dipergunakan untuk daily maintenance serta istirahat,” kata Awaluddin.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO–Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur ?skytrain atau automated people mover system (APMS) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (21/7). Kereta nirawak ini akan menghubungkan terminal-terminal di Bandara Soekarno-Hatta dan stasiun bandara secara ulang-alik.

Per tanggal 2 Januari 2018, pengoperasian Kalayang mulai menggunakan lintasan dual track dengan total panjang 3070 meter dengan menggunakan dua Kalayang dengan headway 13 menit di setiap shelter Kalayang.

Awaluddin menambahkan, dengan adanya integrasi antara kereta bandara dan Kalayang merupakan inovasi layanan dalam memberikan kepastian, kecepatan, dan kenyamanan penumpang saat tiba di Soekarno-Hatta sehingga connecting time dari dan menuju serta di dalam Bandara Soekarno-Hatta dapat menjadi lebih efektif dan efisien.

”Kami berharap dengan adanya fasilitas-fasilitas baru ini dapat mengantarkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai salah satu bandara terbaik di dunia yang masuk di jajaran Skytrax bintang lima,” katanya.–MARIA CLARA WRESTI

Sumber: Kompas, 2 Januari 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: