Home / Berita / Dosen Asing Didatangkan Tahun Ini

Dosen Asing Didatangkan Tahun Ini

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mendukung perguruan tinggi Indonesia untuk menggandeng dosen asing. Perguruan tinggi dapat memanfaatkan peluang ini karena pada tahun ini pemerintah mendatangkan sekitar 200 dosen asing dari perguruan tinggi berkelas dunia ke Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti dalam acara diskusi bertema ”Menyiapkan Dosen Masa Depan” yang digelar Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, di Jakarta, Kamis (19/4/2018), mengatakan, kedatangan dosen asing berdasarkan proposal yang diajukan perguruan tinggi di Indonesia.

KOMPAS/ESTER LINCE NAPITUPULU–Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti (kedua dari kanan) menjelaskan dukungan pemerintah untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi Indonesia dengan mendatangkan dosen asing.

”Kami liat nanti output yang bisa dihasilkan dari mendatangkan dosen asing di perguruan tinggi, seperti menghasilkan publikasi, inovasi, atau paten di bidangnya,” ujar Ghufron.

KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR–Mendatangkan dosen tamu dari perguruan tinggi asing yang bertaraf internasional merupakan salah satu langkah menggenjot mutu fakultas teknik lokal.

Hadir pula di acara ini Rektor Universitas Paramadina Firmanzah
dan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Ibnu Hamad.

Menurut Ghufron, dosen asing yang dimaksud bukan sebagai dosen tetap, melainkan lebih sebagai dosen kunjung, terutama untuk menguatkan kemampuan riset dosen Indonesia.

”Ada syarat dosen asing yang harus dipenuhi. Untuk yang tipe A, harus punya hubungan dengan peraih Nobel. Adapun yang tipe B yang punya publikasi internasional dan pernah mendapat pendanaan penelitian dari lembaga internasional,” tutur Ghufron.

Menurut dia, dosen asing yang diundang diharapkan bisa tinggal lebih lama di Indonesia, minimal enam bulan hingga satu tahun.

Ibnu mengatakan, kehadiran dosen asing harus jelas kontribusinya untuk menjadi daya ungkit peningkatan daya saing perguruan tinggi di Indonesia. ”Harus ada pemetaan bidang yang dibutuhkan sehingga kehadiran dosen asing memberi dampak bagi kemajuan bidang yang jadi fokus pembangunan bangsa,” ucap Ibnu.

KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN–Laboratorium di Pusat Penelitian Bioteknologi Universitas Indonesia di Kampus UI, Depok, Jumat (6/4/2018). Laboratorium bioteknologi ini didirikan atas kolaborasi UI dengan Daewoong Pharmaceutical, Korea Selatan. Kerja sama dengan institusi pendidikan asing di masa depan antara lain juga dengan mendatangkan dosen sebagai dosen tamu atau profesor kunjung.

Firmanzah menyebutkan, dosen asing sebaiknya merupakan dosen atau profesor kunjung. Praktik ini sudah lazim dilakukan di perguruan tinggi di dunia.

”Jika dosen asing jadi dosen tetap, nanti gaduh dan butuh penyesuaian pada regulasi. Dengan visiting profesor lebih fleksibel,” ujar Firmanzah.–ESTER LINCE NAPITUPULU

Sumber: Kompas, 19 April 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Asal-Usul dan Evolusi Padi hingga ke Nusantara

Beras berevolusi bersama manusia sejak pertama kali didomestifikasi di China sekitar 9.000 tahun lalu. Dengan ...

%d blogger menyukai ini: