Ciptakan Iklim Prokreativitas

- Editor

Selasa, 4 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iklim yang mendukung berkembangnya kreativitas merupakan persyaratan pokok bisa terciptanya inovasi. Di Indonesia, budaya yang mengedepankan hierarki dan birokrasi merupakan kendala utama sukar tercapainya inovasi secara berkelanjutan.

“Inovasi tidak bisa tercapai hanya dari sekadar kerja keras, sabar, dan pantang menyerah. Harus ada lingkungan yang kondusif terhadap lahirnya ide-ide radikal,” kata Basuki Priyanto, pemilik 23 hak paten terkait sistem komunikasi nirkabel dalam diskusi panel bertema “Inovasi Keren Diaspora Indonesia” di Jakarta, Sabtu (1/7).

Diskusi tersebut adalah bagian dari Konvensi Diaspora Indonesia yang ke-4. Hadir 9.000 peserta yang merupakan warga negara Indonesia, mantan warga negara Indonesia, dan keturunan Indonesia dari 55 negara. Mereka membicarakan kontribusi komunitas diaspora Indonesia terhadap pembangunan Tanah Air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pembicaranya antara lain Sehat Sutardja, pemegang 440 hak paten teknologi digital dan pendiri Marvell Technology Group; Achmad Zaky, pendiri Bukalapak.com; Sonita Lontoh, Wakil Direktur Utama Siemens; Eliza Sariaatmadja, Direktur Pengembangan Bisnis Media Kreatif KMK Online; dan pendiri Ruangguru.com, Adamas Belva Syah Devara.

Basuki yang bekerja sebagai ahli di salah satu perusahaan komunikasi di Swedia menjabarkan, sistem pekerjaan di Indonesia terlalu mengedepankan kuantitas daripada kualitas. “Misalnya, memaksa pegawai berada di kantor pukul 09.00 sampai 17.00, tetapi tidak memiliki kegiatan yang produktif sehingga jam kerja terbuang percuma,” ujarnya.

Di Swedia, jam kerja 09.00-17.00 tidak harus sepenuhnya dihabiskan di kantor. Bisa di rumah ataupun di tempat lain. Dengan demikian, kondisi mental lebih santai sehingga ide mengalir lancar. Hal yang ditekankan adalah capaian target harian dalam pekerjaan.

Dari segi komunikasi antara atasan dan bawahan juga egaliter. Basuki mengatakan, atasan hendaknya terbuka dengan kritik dan masukan dari bawahan. Hal itu akan menumbuhkan rasa percaya diri dan kerja sama tim. “Ide-ide yang awalnya terkesan gila, dengan kerja sama tim bisa diterjemahkan menjadi konsep yang logis dan mudah diterapkan,” ujarnya.

Achmad Zaky berpendapat, inovasi tidak hanya lahir dalam wujud teknologi ataupun produk fisik. Inovasi bisa terjadi di dalam segala aspek kehidupan manusia, mulai dari struktural, sosial, ekonomi, hingga pendidikan.

“Prinsip utamanya ialah inovasi harus memiliki nilai plus, yakni manfaat ke masyarakat luas melebihi sekadar manfaat finansial ataupun kepraktisan,” katanya. Indonesia merupakan negara yang tengah gencar membangun di segala bidang sehingga merupakan lahan subur untuk mengembangkan inovasi.

Adapun Sehat Sutardja mengingatkan, inovasi harus memberi jalan keluar bagi permasalahan yang terjadi di masyarakat dan pada saat yang sama juga menghindari timbulnya masalah baru di masa depan. (DNE)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 Juli 2017, di halaman 12 dengan judul “Ciptakan Iklim Prokreativitas”.

Informasi terkait

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Berita ini 4 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB

Artikel

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:30 WIB