Cacing Pita Menyerang Otak Manusia

- Editor

Rabu, 26 November 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peneliti pada Wellcome Trust Sanger Institute, Inggris, yang dipimpin Hayley Bennett, menemukan cacing pita pada otak pasien dengan gangguan neurologi, seperti sakit kepala, hilang ingatan, dan kejang. Sebelum pembedahan, citra rontgen menunjukkan obyek itu di otak pasien berkebangsaan Tiongkok.

Riset genom menemukan parasit itu berspesies Spirometra erinaceieuropaei. Riset juga menemukan 1,26 miliar pasang gen. Jumlahnya 10 kali lebih besar daripada cacing pita lain. Banyak dari gen itu berfungsi mengurai protein dan menginvasi inangnya secara mudah. Menurut Bennett, seperti dikutip Popsci.com, Minggu (23/11), parasit yang hidup di air itu masuk ke tubuh manusia karena mengonsumsi daging kepiting, amfibi, dan reptil terinfeksi, termasuk daging babi setengah matang. Spesies cacing ini menyerap asam lemak di otak, menyebabkan peradangan hingga mengakibatkan gangguan kesehatan. Riset dipublikasikan di jurnal Genome Biology. (popsci.com/YUN)

Sumber: Kompas, 26 November 2014

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB